Bantah Palsukan Ijazah, Bupati Simalungun Tunjukkan yang Asli
Minggu, 15/11/2009 22:05 WIB
Simalungun -
Merasa disudutkan dan dicemarkan nama baiknya dengan dugaan memiliki ijazah palsu, Bupati Simalungun Zulkarnain Damanik menunjukkan ijazah yang diperolehnya dari SMP Negeri 22 Jakarta.
Penunjukan ijazah itu dilakukan di rumah dinas bupati, Jl. Perintis Kemerdekaan, Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (15/11/2009).
“Saya tidak berbohong soal ijazah SMP saya. Saya heran, kok dibilang ijazah saya palsu. Kalau memang palsu, coba tunjukkan ijazah asli seperti yang ada di tangan saya ini,” kata Zulkarnain.
Langkah menunjukkan ijazah asli ini terpaksa dilakukan Bupati Zulkarnain menyusul adanya surat dari Polda Metro Jaya yang meminta izin kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun untuk menerbitkan penetapan penyitaan dan penggeledahan rumah dinas Bupati Simalungun terkait adanya laporan ijazah palsu.
Permohonan izin penetapan penyitaan dan penggeledahan itu diajukan melalui surat No Pol:B/8364/X/2009/ Dit Reskrimum Polda Metro Jaya tertanggal 23 Oktober 2009 yang ditandatangi Kasat II Ajun Komisaris Besar Polisi Hilman.
Berkenaan dengan hal ini, Bupati Zulkarnain menyatakan, pada prinsipnya dia sangat menghormati hukum, menggormati institusi kepolisian. Hanya saja diingatkan, jika berkenaan dengan proses hukum hendaklah dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada.
Menurut undang-undang, untuk pemeriksaan seorang bupati harus ada izin dari Presiden. Sebab itu Zulkarnain berharap prosedur itu diikuti
“Bukan seperti ini, tanpa pemberitahuan langsung disurati untuk menggeledah rumah. Memangnya saya maling? Tolong hak saya dihargai, kalau memang ada yang hendak dijelaskan, saya siap diundang, asalkan prosedurnya benar. Ngapain saya takut? Tidak perlu takut kalau kita memang benar. Yang pasti, kebenaran tetap akan menang,” ujar Zulkarnain.
Adanya urat dari Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, juga sangat diherankan Zulkarnain. Pasalnya, dia tidak pernah sekalipun mendapat informasi tetang itu, tapi rumahnya mau langsung digeledah. Karena itu, dia kemudian membuat surat meminta perlindungan kepada Divisi Propam Mabes Polri, agar jangan sampai terjadi tindakan kesewenangan terhadap dirinya.
“Suratnya sudah saya kirim 30 Oktober lalu,” ujar Zulkarnain.
Zulkarnain memahami, persoalan ini muncul erat kaitannya dengan rencana Pilkada 2010 mendatang di Simalungun. Ada banyak pihak yang berusaha menjegal dirinya maju kembali sebagai salah satu calon, namun sayangnya upaya-upaya yang dilakukan dengan cara yang tidak elegan.
(rul/lrn)
Penunjukan ijazah itu dilakukan di rumah dinas bupati, Jl. Perintis Kemerdekaan, Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (15/11/2009).
“Saya tidak berbohong soal ijazah SMP saya. Saya heran, kok dibilang ijazah saya palsu. Kalau memang palsu, coba tunjukkan ijazah asli seperti yang ada di tangan saya ini,” kata Zulkarnain.
Langkah menunjukkan ijazah asli ini terpaksa dilakukan Bupati Zulkarnain menyusul adanya surat dari Polda Metro Jaya yang meminta izin kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun untuk menerbitkan penetapan penyitaan dan penggeledahan rumah dinas Bupati Simalungun terkait adanya laporan ijazah palsu.
Permohonan izin penetapan penyitaan dan penggeledahan itu diajukan melalui surat No Pol:B/8364/X/2009/ Dit Reskrimum Polda Metro Jaya tertanggal 23 Oktober 2009 yang ditandatangi Kasat II Ajun Komisaris Besar Polisi Hilman.
Berkenaan dengan hal ini, Bupati Zulkarnain menyatakan, pada prinsipnya dia sangat menghormati hukum, menggormati institusi kepolisian. Hanya saja diingatkan, jika berkenaan dengan proses hukum hendaklah dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada.
Menurut undang-undang, untuk pemeriksaan seorang bupati harus ada izin dari Presiden. Sebab itu Zulkarnain berharap prosedur itu diikuti
“Bukan seperti ini, tanpa pemberitahuan langsung disurati untuk menggeledah rumah. Memangnya saya maling? Tolong hak saya dihargai, kalau memang ada yang hendak dijelaskan, saya siap diundang, asalkan prosedurnya benar. Ngapain saya takut? Tidak perlu takut kalau kita memang benar. Yang pasti, kebenaran tetap akan menang,” ujar Zulkarnain.
Adanya urat dari Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, juga sangat diherankan Zulkarnain. Pasalnya, dia tidak pernah sekalipun mendapat informasi tetang itu, tapi rumahnya mau langsung digeledah. Karena itu, dia kemudian membuat surat meminta perlindungan kepada Divisi Propam Mabes Polri, agar jangan sampai terjadi tindakan kesewenangan terhadap dirinya.
“Suratnya sudah saya kirim 30 Oktober lalu,” ujar Zulkarnain.
Zulkarnain memahami, persoalan ini muncul erat kaitannya dengan rencana Pilkada 2010 mendatang di Simalungun. Ada banyak pihak yang berusaha menjegal dirinya maju kembali sebagai salah satu calon, namun sayangnya upaya-upaya yang dilakukan dengan cara yang tidak elegan.
(rul/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 17:04 WIB
Patrialis: Jangan Salah Gunakan Kartu Akses Kemenkum HAM
-
Jumat, 10/02/2012 16:54 WIB
Izin Terbang Pilot Junkies Akan Dicabut Selamanya
-
Jumat, 10/02/2012 16:37 WIB
Setahun Lolos dari Sergapan, Maling Mobil Dibekuk Saat Terlelap Tidur
-
Jumat, 10/02/2012 16:33 WIB
Ini Dia Awal Kisah Komisi III Punya Akses Khusus ke Penjara
-
Jumat, 10/02/2012 16:27 WIB
Jaringan Abu Omar Masih Timbun Senjata Api di Tempat Lain
-
Jumat, 10/02/2012 16:17 WIB
Hujan Es & Angin Kencang di Depok, 2 Pohon Tumbang
-
Jumat, 10/02/2012 11:36 WIB
Video Pelayan KFC Malaysia Pukul Pelanggan Beredar Luas
-
Jumat, 10/02/2012 15:29 WIB
2 Wanita Muda Ditemukan Tewas di Changi
-
Jumat, 10/02/2012 14:37 WIB
Malaysia Tahan Pria Saudi yang Hina Nabi Muhammad
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

