Laporan dari Arab Saudi
Dari Liputan Sampai Membantu Jamaah Calhaj yang Tersesat
Senin, 16/11/2009 02:54 WIB
Terkait
Makkah -
Menjadi bagian Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), khususnya wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji Daerah Kerja Makkah, ternyata gampang gampang susah. Susahnya pasti banyak, soal bahasa, tidak hapal jalan, bahkan bisa-bisa menjadi korban kesasar.
Tapi, sebenarnya ada sisi yang menyenangkan, yaitu membantu jamaah calon haji asal Indonesia yang rata-rata sudah berusai lanjut, yang kesasar atau terpisah dari rombongannya.
"Dosa kita...dosa kita, kalau nggak bantu dan ngaterin," itu kata-kata Pak Syamsul Laily alias Hamdan, setiap kali ada orang yang tersesat kepada rombongan wartawan MCH Daker Makkah.
Menurut Pak Syamsul, bagi para mukimin atau tenaga musiman (Temus) membantu
jamaah yang tersesat memang menjadi kebiasaan dan sangat dicari, karena
pahalanya besar.
"Setiap musim haji, itu yang kita cari," ungkapnya.
Makanya, beberapa waktu lalu, pengalaman rombongan wartawan MCH menemukan
rombongan jamaah calon haji dari Sulawesi Selatan yang didampingi polisi
menyetop kendaraan operasional MCH. Setelah ditanya, polisi Makkah mengatakan, jamaah itu tersesat dan tidak tahu pulang ke pemondokannya setalah sholat di Masjidil Haram.
Terpaksa, dan memang dituntut keikhlasan dan keridhoan, akhirnya rombongan
wartawan turun dan meminta Pak Syamsul mengantar jamaah itu.
Tidak hanya itu saja, banyak pengalaman wartawan lainnya mengantar jamaah calon haji yang tersesat. Tapi yang paling pusing menghadapi puluhan jamaah calon haji yang sudah menunggu kendaraan jemputnya yang tidak datang-datang. Maklum, wartawan MCH pun mengenakan seragam PPIH.
Karena wartawan tidak banyak yang tahu daerah dan titik-titik terminal kendaraan bus bagi jamaah, jurus pamungkas yang sering dilontarkan kepada jamaah yang bertanya adalah, "Sabar ya bu, nanti juga datang. Itu macet lalu lintasnya," Setelah itu, sekalian deh diwawancara biar terhibur.
Peristiwa yang mungkin sangat berkesan bagi wartawan terjadi Sabtu (14/11/2009) kemarin. Yakni saat rombongan MCH hendak meliput korban gempa Sumatera Barat yang menjadi jamaah calon haji di sekitar Sektor 2.
Setelah muter sana muter sini, akhirnya para wartawan menemukan rombongan haji asal Sumatera Barat di pemondokan nomor 449. Namun tidak menemukan jamaah asal Pariaman, alih-alih malah menemukan dua orang nenek-nenek yang sangat sepuh kehilangan rombongannya.
Susahnya lagi, ternyata si nenek ini tidak bisa bahasa Indonesia, tapi bahasa Padang. Terpaksa Asril dan Wirman dari TVRI yang menghampirinya. Ternyata mereka ditinggal begitu saja setelah tiba dan mereka seharusnya diantar ke pemondokan bernomor 450.
Setelah dicari petugas sektor, ketua kloter dan ketua rombongannya di pemondokan 450 itu, hampir semua jamaah seperti tidak peduli terhadap nasib kedua orang yang sudah sepuh ini. Terpaksa salah seorang wartawan berkata kepada Arsil.
"Pak Asril cari ketua kloter, rombongan atau regunya. Marahin aja, pakai bahasa Padang," ujar salah satu wartawan sambil terkekeh.
Namun, tetap saja tidak ada yang peduli. Akhirnya, Asril dan salah satu rekannya yang lain rela mengantarkan dua nenek itu ke pemondokannya. Alhasil, sepanjang hari pun Asril dan rekannya tidak mendapatkan berita untuk dikirim ke media masing-masing di Jakarta.
(zal/lrn)
Tapi, sebenarnya ada sisi yang menyenangkan, yaitu membantu jamaah calon haji asal Indonesia yang rata-rata sudah berusai lanjut, yang kesasar atau terpisah dari rombongannya.
"Dosa kita...dosa kita, kalau nggak bantu dan ngaterin," itu kata-kata Pak Syamsul Laily alias Hamdan, setiap kali ada orang yang tersesat kepada rombongan wartawan MCH Daker Makkah.
Menurut Pak Syamsul, bagi para mukimin atau tenaga musiman (Temus) membantu
jamaah yang tersesat memang menjadi kebiasaan dan sangat dicari, karena
pahalanya besar.
"Setiap musim haji, itu yang kita cari," ungkapnya.
Makanya, beberapa waktu lalu, pengalaman rombongan wartawan MCH menemukan
rombongan jamaah calon haji dari Sulawesi Selatan yang didampingi polisi
menyetop kendaraan operasional MCH. Setelah ditanya, polisi Makkah mengatakan, jamaah itu tersesat dan tidak tahu pulang ke pemondokannya setalah sholat di Masjidil Haram.
Terpaksa, dan memang dituntut keikhlasan dan keridhoan, akhirnya rombongan
wartawan turun dan meminta Pak Syamsul mengantar jamaah itu.
Tidak hanya itu saja, banyak pengalaman wartawan lainnya mengantar jamaah calon haji yang tersesat. Tapi yang paling pusing menghadapi puluhan jamaah calon haji yang sudah menunggu kendaraan jemputnya yang tidak datang-datang. Maklum, wartawan MCH pun mengenakan seragam PPIH.
Karena wartawan tidak banyak yang tahu daerah dan titik-titik terminal kendaraan bus bagi jamaah, jurus pamungkas yang sering dilontarkan kepada jamaah yang bertanya adalah, "Sabar ya bu, nanti juga datang. Itu macet lalu lintasnya," Setelah itu, sekalian deh diwawancara biar terhibur.
Peristiwa yang mungkin sangat berkesan bagi wartawan terjadi Sabtu (14/11/2009) kemarin. Yakni saat rombongan MCH hendak meliput korban gempa Sumatera Barat yang menjadi jamaah calon haji di sekitar Sektor 2.
Setelah muter sana muter sini, akhirnya para wartawan menemukan rombongan haji asal Sumatera Barat di pemondokan nomor 449. Namun tidak menemukan jamaah asal Pariaman, alih-alih malah menemukan dua orang nenek-nenek yang sangat sepuh kehilangan rombongannya.
Susahnya lagi, ternyata si nenek ini tidak bisa bahasa Indonesia, tapi bahasa Padang. Terpaksa Asril dan Wirman dari TVRI yang menghampirinya. Ternyata mereka ditinggal begitu saja setelah tiba dan mereka seharusnya diantar ke pemondokan bernomor 450.
Setelah dicari petugas sektor, ketua kloter dan ketua rombongannya di pemondokan 450 itu, hampir semua jamaah seperti tidak peduli terhadap nasib kedua orang yang sudah sepuh ini. Terpaksa salah seorang wartawan berkata kepada Arsil.
"Pak Asril cari ketua kloter, rombongan atau regunya. Marahin aja, pakai bahasa Padang," ujar salah satu wartawan sambil terkekeh.
Namun, tetap saja tidak ada yang peduli. Akhirnya, Asril dan salah satu rekannya yang lain rela mengantarkan dua nenek itu ke pemondokannya. Alhasil, sepanjang hari pun Asril dan rekannya tidak mendapatkan berita untuk dikirim ke media masing-masing di Jakarta.
(zal/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 09:17 WIB
ABG yang Tewas di Kebayoran Akibat Dibekap Bantal Kakak Sendiri
-
Kamis, 09/02/2012 09:10 WIB
Ketua DPR: Audit BPKP Akan Bongkar Pemain Proyek Ruang Banggar Rp 20 M
-
Kamis, 09/02/2012 08:51 WIB
Ahli Hukum Pidana: Tak Etis Pengacara Sebarkan Gambar Bugil!
-
Kamis, 09/02/2012 08:50 WIB
Pendiri PD Bertemu, Mubarok Sangsi Akan Ada Penggulingan Anas
-
Kamis, 09/02/2012 08:37 WIB
Majelis Hakim Perkara Syarifuddin Diminta Bersikap Objektif
-
Kamis, 09/02/2012 08:51 WIB
Ahli Hukum Pidana: Tak Etis Pengacara Sebarkan Gambar Bugil!
-
Kamis, 09/02/2012 08:22 WIB
Ombudsman Beri Waktu 1 Bulan untuk Selesaikan Kasus GKI Yasmin
-
Kamis, 09/02/2012 06:42 WIB
Iran akan Serbu Fasilitas AS di Seluruh Dunia Jika Diserang
-
Kamis, 09/02/2012 00:08 WIB
Tim Investigasi: Jembatan Kukar Salah Sejak Perencanaan
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 605.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

