Laporan dari Arab Saudi
DPR Akan Bentuk Tim Investigasi Penyelenggaraan Haji
Senin, 16/11/2009 06:46 WIB
Terkait
Makkah -
Komisi VIII DPR-RI akan segera membentuk tim investigasi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang dinilai kurang sesuai harapan. Ketua Tim Pemantau Haji Komisi VIII DPR RI Gondo Randityo Gambiro menilai pelaksanaan haji tahun ini kurang terencana dengan baik, terutama masalah transportasi dan pemondokan.
“Terkesan seolah-olah PPIH baru pertama kali berperan dalam penyelenggaraan
perhajian," ujarnya di Makkah, Minggu (15/11/2009).
Soal pemondokan, misalnya, lokasinya sebagian besar di Ring II dan terpencar. "Padahal sebetulnya mencari pemondokan di Ring I pun masih mungkin," ujarnya.
Selain itu, kondisi pemondokan juga menjadi catatan tersendiri. Banyak kamar
yang kelebihan penghuni dan rasio penghuni dan kamar mandi tidak seimbang.
"Kamar yang mestinya hanya untuk lima orang, dihuni tujuh orang atau lebih,"
ujarnya.
Untuk di Madinah, katanya, relatif baik meski terdapat kekurangan karena
beberapa pemondokan di Markaziah masih kesulitan air. Namun kondisi Balai
Pengobatan Haji Indonesia di Madinah sangat tidak layak.
Sementara soal transportasi, Komisi VIII menyoroti ketidaksesuaian antara
perencanaan dengan pelaksanaannya. Departemen Agama, katanya, pernah mengajukan penambahan anggaran Rp 11 miliar agar bisa menyediakan 670 bus untuk mengangkut jamaah.
"Kenyataannya, hanya terealisasi 315 bus dan inipun hanya dioperasikan
saat musim puncak haji,” tambahnya.
Anggota Komisi VIII DPR-RI Iskan Qolba Lubis menambahkan, terkait transportasi yang disediakan jamaah selama di Kota Mekkah untuk tahun depan sebaiknya ditiadakan.
“Daripada dianggarkan tetapi tidak sesuai harapan, lebih baik
fasilitas transportasi untuk jamaah selama di Mekkah dihilangkan,” tegasnya.
Nantinya, kata dia, uang transportasi yang sudah dibayarkan jamaah melalui
pembayaran ongkos naik haji tersebut dipulangkan kembali bersamaan dengan biaya hidup (living cost).
Mengenai kapan tim investigasi dibentuk, Gondo menyatakan akan menunggu hasil pantauan tim kedua DPR RI yang akan tiba di Makkah 19 November 2009.
Tim ini akan memantau pelaksanaan haji hingga pelaksanaan wukuf di Arafah. "Baru kemudian kita inventarisasi hasil temuan untuk kemudian membentuk tim investigasi itu," kata dia.
Kepala PPIH Daerah Kerja Mekkah Subakin AM menyatakan tidak keberatan atas
pembentukan tim investigasi yang akan dibentuk Komisi VIII DPR-RI. Apalagi
pihaknya sudah bekerja keras bersama tim untuk pelaksanaan ibadah haji tahun
ini.
“Memang kondisi pemondokan di Mekkah tidak sebagaimana di Madinah karena
banyak variasinya. Kalau di Madinah rata-rata sudah standar. Apalagi di wilayah Markaziah. Intinya kami mendukung langkah Dewan untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.
Hal yang sama ditegaskan Wakadaker Bidang Pengawasan Perumahan, Syihabuddin
Latief. Ia mengapresiasi kritik DPR dengan akan melakukan pembenahan yang masih mungkin dilakukan menyangkut fasilitas pemondokan.
Menurutnya, tim perumahan PPIH mengontrak rumah pemondokan berdasarkan plafon yang ditetapkan, yaitu 2.500 riyal perjamaah. Konsekuensinya, perumahan yang diperoleh agak jauh dari Masjidil Haram karena pemondokan yang lokasinya dekat Masjidil Haram harga sewa rata-rata di atas 4.100 riyal.
(zal/lrn)
“Terkesan seolah-olah PPIH baru pertama kali berperan dalam penyelenggaraan
perhajian," ujarnya di Makkah, Minggu (15/11/2009).
Soal pemondokan, misalnya, lokasinya sebagian besar di Ring II dan terpencar. "Padahal sebetulnya mencari pemondokan di Ring I pun masih mungkin," ujarnya.
Selain itu, kondisi pemondokan juga menjadi catatan tersendiri. Banyak kamar
yang kelebihan penghuni dan rasio penghuni dan kamar mandi tidak seimbang.
"Kamar yang mestinya hanya untuk lima orang, dihuni tujuh orang atau lebih,"
ujarnya.
Untuk di Madinah, katanya, relatif baik meski terdapat kekurangan karena
beberapa pemondokan di Markaziah masih kesulitan air. Namun kondisi Balai
Pengobatan Haji Indonesia di Madinah sangat tidak layak.
Sementara soal transportasi, Komisi VIII menyoroti ketidaksesuaian antara
perencanaan dengan pelaksanaannya. Departemen Agama, katanya, pernah mengajukan penambahan anggaran Rp 11 miliar agar bisa menyediakan 670 bus untuk mengangkut jamaah.
"Kenyataannya, hanya terealisasi 315 bus dan inipun hanya dioperasikan
saat musim puncak haji,” tambahnya.
Anggota Komisi VIII DPR-RI Iskan Qolba Lubis menambahkan, terkait transportasi yang disediakan jamaah selama di Kota Mekkah untuk tahun depan sebaiknya ditiadakan.
“Daripada dianggarkan tetapi tidak sesuai harapan, lebih baik
fasilitas transportasi untuk jamaah selama di Mekkah dihilangkan,” tegasnya.
Nantinya, kata dia, uang transportasi yang sudah dibayarkan jamaah melalui
pembayaran ongkos naik haji tersebut dipulangkan kembali bersamaan dengan biaya hidup (living cost).
Mengenai kapan tim investigasi dibentuk, Gondo menyatakan akan menunggu hasil pantauan tim kedua DPR RI yang akan tiba di Makkah 19 November 2009.
Tim ini akan memantau pelaksanaan haji hingga pelaksanaan wukuf di Arafah. "Baru kemudian kita inventarisasi hasil temuan untuk kemudian membentuk tim investigasi itu," kata dia.
Kepala PPIH Daerah Kerja Mekkah Subakin AM menyatakan tidak keberatan atas
pembentukan tim investigasi yang akan dibentuk Komisi VIII DPR-RI. Apalagi
pihaknya sudah bekerja keras bersama tim untuk pelaksanaan ibadah haji tahun
ini.
“Memang kondisi pemondokan di Mekkah tidak sebagaimana di Madinah karena
banyak variasinya. Kalau di Madinah rata-rata sudah standar. Apalagi di wilayah Markaziah. Intinya kami mendukung langkah Dewan untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.
Hal yang sama ditegaskan Wakadaker Bidang Pengawasan Perumahan, Syihabuddin
Latief. Ia mengapresiasi kritik DPR dengan akan melakukan pembenahan yang masih mungkin dilakukan menyangkut fasilitas pemondokan.
Menurutnya, tim perumahan PPIH mengontrak rumah pemondokan berdasarkan plafon yang ditetapkan, yaitu 2.500 riyal perjamaah. Konsekuensinya, perumahan yang diperoleh agak jauh dari Masjidil Haram karena pemondokan yang lokasinya dekat Masjidil Haram harga sewa rata-rata di atas 4.100 riyal.
(zal/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 21:45 WIB
Cijago Resmi Bayar, Keluar Tol Macet
-
Jumat, 10/02/2012 21:35 WIB
Korban dan Geng Cewek di Bali Berdamai
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 21:16 WIB
Tersandung Batu, Atlet Paralayang Alami Kecelakaan di Parangtritis
-
Jumat, 10/02/2012 21:03 WIB
RI Kembali Desak Hentikan Kekerasan di Suriah
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 20:28 WIB
13 Orang Tewas dalam Insiden Bus Maut di Jalur Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 19:41 WIB
Jokowi Siap Fight untuk DKI-1
-
Jumat, 10/02/2012 07:08 WIB
Bus Seruduk Pemotor dan Pedagang di Jalur Puncak, Lalin Macet
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

