Penggerebekan Temanggung
Rekonstruksi di Rumah Djahri Berlangsung Tertutup
Senin, 16/11/2009 13:44 WIB
Penggerebekan Ibrohim
Terkait
Temanggung -
Setelah di Pasar Kedu dan rumah tersangka Aris, polisi melanjutkan proses rekonstruksi penggerebekan tersangka teroris di Temanggung di rumah Djahri. Namun proses rekonstruksi di rumah tersebut berlangsung tertutup.
Dalam proses rekonstruksi itu terungkap, usai berbincang-bincang di rumah tersangka Aris di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Syaifudin Zuhri dan Ibrohim, yang diperankan anggota Densus 88 Mabes Polri, bersama Aris dan Indra menuju tempat pemakaman umum di desa setempat.
Di tempat ini para tersangka hanya menunggu waktu gelap. Selanjutnya sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat 7 Agustus, Ibrohim dan Indra menuju ke rumah Djahri di desa yang sama. Keduanya masuk lewat pintu belakang dan disambut langsung oleh pemilik rumah. Sedangkan Aris mengantar Syaifudin Zuhri menuju jalan raya Kedu. Syaifudin kemudian naik angkutan umum menuju arah Magelang.
Indra tidak lama di rumah Djahri. Setelah beberapa saat berbincang-bincang, dia kemudian pamit pulang dan meninggalkan Ibrohim di rumah Djahri. Namun dalam perjalanan menuju rumahnya, dia ditangkap anggota Densus 88. Sedangkan Aris ditangkap di sekitar Pasar Kedu.
Proses rekonstruksi di dalam rumah Djahri berlangsung tertutup. Para wartawan tidak bisa ikut masuk ke dalam rumah Djahri sehingga sulit mengetahui adegan apa saja yang diperagakan.
Namun yang jelas, di rumah tersebut Ibrohim tidak membekali dirinya dengan senjata atau bom yang siap diledakkan. "Tidak ada senjata atau bom," kata Komandan Satgas Penyidik dan Penjinak Bom Densus 88 Mabes Polri, AKBP Zamri, di sela-sela proses rekonstruksi, Senin (16/11/2009).
Seperti diketahui, Ibrohim tewas di rumah Djahri dalam penggerebekan yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri. Penggerebekan terhadap pria yang berprofesi sebagai florist ini cukup dramatis. Densus 88 mengepung dan memberondong rumah Djahri dengan tembakan selama 17 jam. Jenazah Ibrohim ditemukan di bagian belakang rumah Djahri dengan 1 buah luka tembak di punggung.
Kangen Anak
Saat rekonstruksi digelar di rumahnya, tersangka Aris sempat bertemu dengan istri dan anak-anaknya. Dalam kesempatan itu Aris sempat menciumi dan memeluk buah hatinya.
"Saya kangen sekali sama anak-anak. Sayang tidak bisa lama-lama bertemunya," ujar Aris.
Aris memang sempat meminta kepada petugas agar diberikan waktu lebih lama lagi bertemu dengan anaknya. Namun permintaan tersebut ditolak.
(djo/nrl)
Dalam proses rekonstruksi itu terungkap, usai berbincang-bincang di rumah tersangka Aris di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Syaifudin Zuhri dan Ibrohim, yang diperankan anggota Densus 88 Mabes Polri, bersama Aris dan Indra menuju tempat pemakaman umum di desa setempat.
Di tempat ini para tersangka hanya menunggu waktu gelap. Selanjutnya sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat 7 Agustus, Ibrohim dan Indra menuju ke rumah Djahri di desa yang sama. Keduanya masuk lewat pintu belakang dan disambut langsung oleh pemilik rumah. Sedangkan Aris mengantar Syaifudin Zuhri menuju jalan raya Kedu. Syaifudin kemudian naik angkutan umum menuju arah Magelang.
Indra tidak lama di rumah Djahri. Setelah beberapa saat berbincang-bincang, dia kemudian pamit pulang dan meninggalkan Ibrohim di rumah Djahri. Namun dalam perjalanan menuju rumahnya, dia ditangkap anggota Densus 88. Sedangkan Aris ditangkap di sekitar Pasar Kedu.
Proses rekonstruksi di dalam rumah Djahri berlangsung tertutup. Para wartawan tidak bisa ikut masuk ke dalam rumah Djahri sehingga sulit mengetahui adegan apa saja yang diperagakan.
Namun yang jelas, di rumah tersebut Ibrohim tidak membekali dirinya dengan senjata atau bom yang siap diledakkan. "Tidak ada senjata atau bom," kata Komandan Satgas Penyidik dan Penjinak Bom Densus 88 Mabes Polri, AKBP Zamri, di sela-sela proses rekonstruksi, Senin (16/11/2009).
Seperti diketahui, Ibrohim tewas di rumah Djahri dalam penggerebekan yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri. Penggerebekan terhadap pria yang berprofesi sebagai florist ini cukup dramatis. Densus 88 mengepung dan memberondong rumah Djahri dengan tembakan selama 17 jam. Jenazah Ibrohim ditemukan di bagian belakang rumah Djahri dengan 1 buah luka tembak di punggung.
Kangen Anak
Saat rekonstruksi digelar di rumahnya, tersangka Aris sempat bertemu dengan istri dan anak-anaknya. Dalam kesempatan itu Aris sempat menciumi dan memeluk buah hatinya.
"Saya kangen sekali sama anak-anak. Sayang tidak bisa lama-lama bertemunya," ujar Aris.
Aris memang sempat meminta kepada petugas agar diberikan waktu lebih lama lagi bertemu dengan anaknya. Namun permintaan tersebut ditolak.
(djo/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 21:26 WIB
Hujan Deras Sebabkan Banjir Setinggi 70 Cm di Gandaria
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
400 Komentar
-
336 Komentar
-
320 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

