Asia Pasifik Desak Penghapusan Bom Curah
Senin, 16/11/2009 16:33 WIB
Denpasar -
Korban terbanyak akibat amunisi curah ada di kawasan Asia Pasifik. Untuk menghindari masalah kemanusiaan serta mengurangi jumlah korban, negara di kawasan ini mendorong penghapusan amunisi curah (cluster munitions), khususnya jenis bom curah.
Desakan penghapusan mengemuka pada Konferensi Regional tentang Promosi Konvensi Cluster Munitions di Hotel Kartika Plasa, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali, Senin (16/11/2009).
Menurut data Cluster Munitions Coalition tercatat jumlah korban di berbagai negara akibat amunisi curah yang gagal meledak saat perang sedikitnya mencapai 13 ribu orang.
Koordinator Koalisi Cluster Munitions Thomas Nash memperkirakan, korbannya telah mencapai 100 ribuan orang. Sebab terdapat jutaan amunisi curah yang masih aktif serta belum dapat dimusnahkan.
Persoalan amunisi curah tidak hanya tentang jatuhnya korban tetapi juga telah berdampak pada buruknya perekonomian. Untuk itu, sejumlah negara donor memberikan bantuan, salah satunya mengangkat, menjinakkan, serta memusnahkan amunisi curah.
"Telah ada kemajuan dalam bantuan pembersihan daerah wilayah ranjau," jelasnya.
Direktur Jenderal Multilateral Departemen Luar Negeri Rezlan Ishar Jenie mengatakan Asia Pasifik menjadi kawasan yang paling banyak menderita dari penggunaan amunisi curah. "Korbannya dari militer serta 80 persen merupakan warga sipil," ujarnya.
Kini tercatat 12 negara di Asia Pasifik yang ikut menandatangani Convention on Cluster Munitions, di mana dua negara di antaranya telah meratifikasinya. Indonesia telah meratifikasi di Dublin, Irlandia, pada Desember 2008.
(gds/djo)
Desakan penghapusan mengemuka pada Konferensi Regional tentang Promosi Konvensi Cluster Munitions di Hotel Kartika Plasa, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali, Senin (16/11/2009).
Menurut data Cluster Munitions Coalition tercatat jumlah korban di berbagai negara akibat amunisi curah yang gagal meledak saat perang sedikitnya mencapai 13 ribu orang.
Koordinator Koalisi Cluster Munitions Thomas Nash memperkirakan, korbannya telah mencapai 100 ribuan orang. Sebab terdapat jutaan amunisi curah yang masih aktif serta belum dapat dimusnahkan.
Persoalan amunisi curah tidak hanya tentang jatuhnya korban tetapi juga telah berdampak pada buruknya perekonomian. Untuk itu, sejumlah negara donor memberikan bantuan, salah satunya mengangkat, menjinakkan, serta memusnahkan amunisi curah.
"Telah ada kemajuan dalam bantuan pembersihan daerah wilayah ranjau," jelasnya.
Direktur Jenderal Multilateral Departemen Luar Negeri Rezlan Ishar Jenie mengatakan Asia Pasifik menjadi kawasan yang paling banyak menderita dari penggunaan amunisi curah. "Korbannya dari militer serta 80 persen merupakan warga sipil," ujarnya.
Kini tercatat 12 negara di Asia Pasifik yang ikut menandatangani Convention on Cluster Munitions, di mana dua negara di antaranya telah meratifikasinya. Indonesia telah meratifikasi di Dublin, Irlandia, pada Desember 2008.
(gds/djo)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

