BPK Diprediksi Sulit Menjangkau Persoalan Bank Century
Senin, 16/11/2009 20:18 WIB
foto detikcom
Jakarta -
BPK sedang mengaudit bailout ke Bank Century yang disebut-sebut merugikan keuangan negara Rp 6,7 triliun. Namun, diprediksi BPK tidak mampu menjangkau persoalan mendasar skandal ini.
"Setelah kita collect info dari BPK dan dari banyak pihak dan mempelajari content persoalannya, memang BPK kemungkinan tidak bisa menjangkau apa yang menjadi persoalan mendasar. Karena objek kajian BPK hanya pada aspek teknikal dan menurut kami sulit bisa menjangkau persoalan mendasar," ujar anggota Komisi IX DPR Andi Rahmat kepada detikcom di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11/2009).
Menurut Andi, persoalan Bank Century saat ini bukan terbatas soal kucuran bailout saja. Politisi PKS ini melihat ada masalah endemik di Bank milik Robert Tantular itu yang sudah ada sejak lama namun tidak bisa terselesaikan hingga kini.
Andi enggan menjelaskan persoalan endemik apa yang melanda Bank Century. Namun, menurut mantan Ketua Umum KAMMI ini, hal itu terkait dengan sistem pengelolaan keuangan.
"Kalau disederhanakan pertanyaan fundamentalnya terkait cara kita mengelola sitem keuangan," ujarnya memberi petunjuk.
Karena itu menurut Andi penyelesaian kasus ini tidak bisa hanya menunggu audit BPK saja. Usulan hak angket dianggap sebagai cara yang tepat untuk mengungkap skandal ini sejelas-jelasnya.
"Daripada kita hidup dalam prasangka jadi lebih baik diselesaikan lewat angket," pungkasnya.
(Rez/van)
"Setelah kita collect info dari BPK dan dari banyak pihak dan mempelajari content persoalannya, memang BPK kemungkinan tidak bisa menjangkau apa yang menjadi persoalan mendasar. Karena objek kajian BPK hanya pada aspek teknikal dan menurut kami sulit bisa menjangkau persoalan mendasar," ujar anggota Komisi IX DPR Andi Rahmat kepada detikcom di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11/2009).
Menurut Andi, persoalan Bank Century saat ini bukan terbatas soal kucuran bailout saja. Politisi PKS ini melihat ada masalah endemik di Bank milik Robert Tantular itu yang sudah ada sejak lama namun tidak bisa terselesaikan hingga kini.
Andi enggan menjelaskan persoalan endemik apa yang melanda Bank Century. Namun, menurut mantan Ketua Umum KAMMI ini, hal itu terkait dengan sistem pengelolaan keuangan.
"Kalau disederhanakan pertanyaan fundamentalnya terkait cara kita mengelola sitem keuangan," ujarnya memberi petunjuk.
Karena itu menurut Andi penyelesaian kasus ini tidak bisa hanya menunggu audit BPK saja. Usulan hak angket dianggap sebagai cara yang tepat untuk mengungkap skandal ini sejelas-jelasnya.
"Daripada kita hidup dalam prasangka jadi lebih baik diselesaikan lewat angket," pungkasnya.
(Rez/van)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 13:24 WIB
Hak Jawab Hagus Suanto
-
Kamis, 09/02/2012 13:12 WIB
Politisi Sulut Sebut Ada Anggota DPR Saat Pembagian Uang di Kongres PD
-
Kamis, 09/02/2012 13:12 WIB
Sutan Bhatoegana: Money Politik di Kongres Jelas Langgar Etika PD
-
Kamis, 09/02/2012 13:02 WIB
Pengacara Rosa-Nazar Bertemu
Denny: Petugas Rutan Sering Diancam Pembesuk
-
Kamis, 09/02/2012 12:59 WIB
Nasir Kaget Ketahuan Denny Bertemu Nazaruddin di Rutan Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 11:23 WIB
Politisi PD Sulut Siap Kembalikan Rp 100 Juta & BB ke Anas
-
Kamis, 09/02/2012 12:31 WIB
Denny: Ada Apa Pengacara Rosa Diskusi dengan Nazaruddin Tengah Malam?
-
Kamis, 09/02/2012 11:49 WIB
Wamen Denny Pergoki Nazaruddin, Nasir, dan Pengacara Rosa di Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 10:08 WIB
Deklarator PD: Harusnya Bhatoegana dan Ruhut yang Dipecat, Bukan Anas!
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 605.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

