Laporan dari Arab Saudi
DPR Usul Uang Transpor Lokal Makkah Diserahkan ke Jamaah
Selasa, 17/11/2009 07:05 WIB
Makkah -
Tim Pemantau Dewan Perwakilan Rakyat merekomendasikan agar Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyerahkan uang transportasi kepada jamaah haji, dalam penyelenggaraan haji mendatang. Sebab, penyelenggaraan transportasi lokal di Makkah tahun ini yang diserahkan kepada Muassasah tidak dapat mengatasi keluhan jamaah tentang sulitnya mereka mengakses Masjidil Haram dari pemondokan.
"Karena sejak awal PPIH menjanjikan akan memberikan transportasi berupa bus yang mengantar jemput mereka dari pemondokan ke Masjidil Haram, jamaah
menunggu-nunggu. Namun bus yang dijanjikan tak kunjung datang. Tahun depan, uang transportasi RS 100 perjemaah sebaiknya diserahkan ke jemaah," kata Ketua Tim Pemantau DPR Gondo Raditiyo Gambiro dalam konferensi pers di Kota Makkah, Minggu (15/11/2009) kemarin.
Namun ide DPR ini ditanggapi Wari Setiawan, Bagian Transportasi Daerah Kerja
Makkah yang setiap hari sibuk mengawasi transportasi jamaah ini. Menurutnya,
memberikan uang transportasi kepada jamaah, memang meringankan panitia.
"Meski demikian, para pengambil keputusan hendaknya kembali merujuk kepada UU No 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji bahwa pemerintah berkewajiban melindungi jamaah haji. Para stakeholders perlu menghitung, apakah dengan menyerahkan sepenuhnya uang transportasi, jamaah haji kita terlindungi?" kata Wari kepada wartawan Tim Media Center Haji PPIH Daker Makkah, Senin (16/11/2009).
Menurut Wari, jika dengan memegang uang transport, jamaah merasa leluasa pergi dan pulang ke Masjidil Haram, pemberian uang itu menjadi pilihan yang terbaik. Namun, bila dengan memegang uang tersebut jamaah justru semakin tidak mampu mengakses tempat ibadah di Baitullah, maka kebijakan perlu dikembalikan kepada siapa pun yang mampu memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada jamaah.
Dikemukakan Wari, pada penyelenggaraan haji 1429 H atau tahun 2008 lalu,
transportasi lokal Makkah memang ditangani sendiri oleh PPIH. Kenyataannya,
pengawasan terhadap pelaksana di lapangan tidak mudah. Karena sopir di lapangan sulit dikendalikan, karena mereka bukan orang Indonesia.
Sedangkan pada tahun 1430 H atau 2009 ini, transportasi lokal diserahkan kepada Muassasah dengan janji beroperasi 24 jam. Namun pada kenyataannya, pelaksanaan juga tidak dapat berlangsung sepenuhnya, karena mereka beroperasi tidak lebih dari 10 jam dalam sehari.
"Penyelenggaraan berikutnya, bisa dicoba dengan menyerahkan dana transport
kepada jamaah, misalnya diserahkan bersamaan dengan uang living cost. Keputusan terakhir diambil dari berbagai pilihan itu," pungkasnya.
(zal/mad)
"Karena sejak awal PPIH menjanjikan akan memberikan transportasi berupa bus yang mengantar jemput mereka dari pemondokan ke Masjidil Haram, jamaah
menunggu-nunggu. Namun bus yang dijanjikan tak kunjung datang. Tahun depan, uang transportasi RS 100 perjemaah sebaiknya diserahkan ke jemaah," kata Ketua Tim Pemantau DPR Gondo Raditiyo Gambiro dalam konferensi pers di Kota Makkah, Minggu (15/11/2009) kemarin.
Namun ide DPR ini ditanggapi Wari Setiawan, Bagian Transportasi Daerah Kerja
Makkah yang setiap hari sibuk mengawasi transportasi jamaah ini. Menurutnya,
memberikan uang transportasi kepada jamaah, memang meringankan panitia.
"Meski demikian, para pengambil keputusan hendaknya kembali merujuk kepada UU No 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji bahwa pemerintah berkewajiban melindungi jamaah haji. Para stakeholders perlu menghitung, apakah dengan menyerahkan sepenuhnya uang transportasi, jamaah haji kita terlindungi?" kata Wari kepada wartawan Tim Media Center Haji PPIH Daker Makkah, Senin (16/11/2009).
Menurut Wari, jika dengan memegang uang transport, jamaah merasa leluasa pergi dan pulang ke Masjidil Haram, pemberian uang itu menjadi pilihan yang terbaik. Namun, bila dengan memegang uang tersebut jamaah justru semakin tidak mampu mengakses tempat ibadah di Baitullah, maka kebijakan perlu dikembalikan kepada siapa pun yang mampu memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada jamaah.
Dikemukakan Wari, pada penyelenggaraan haji 1429 H atau tahun 2008 lalu,
transportasi lokal Makkah memang ditangani sendiri oleh PPIH. Kenyataannya,
pengawasan terhadap pelaksana di lapangan tidak mudah. Karena sopir di lapangan sulit dikendalikan, karena mereka bukan orang Indonesia.
Sedangkan pada tahun 1430 H atau 2009 ini, transportasi lokal diserahkan kepada Muassasah dengan janji beroperasi 24 jam. Namun pada kenyataannya, pelaksanaan juga tidak dapat berlangsung sepenuhnya, karena mereka beroperasi tidak lebih dari 10 jam dalam sehari.
"Penyelenggaraan berikutnya, bisa dicoba dengan menyerahkan dana transport
kepada jamaah, misalnya diserahkan bersamaan dengan uang living cost. Keputusan terakhir diambil dari berbagai pilihan itu," pungkasnya.
(zal/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
440 Komentar
-
380 Komentar
-
349 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

