
Susahnya Mendapatkan Vaksin Anti-Rabies Gratis di Bali
Rabu, 18/11/2009 21:01 WIB
Foto: Ilustrasi (Gede/detikcom)
Denpasar -
Bali telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies. Pemerintah pun gencar mempromosikan Vaksin Anti-Rabies (VAR) gratis kepada masyarakat. Namun, masyarakat harus bersusah payah mendapatkan VAR tersebut secara gratis.
Bahkan, yang terjadi adalah praktek jual beli VAR yang dilakukan oleh pihak
rumah sakit umum di kabupaten. Kasus ini terjadi di RSU Buleleng, Bali. Dua
pasien yang tengah menjalani proses vaksinasi, harus membayar Rp 188 ribu untuk mendapatkan layanan vaksinasi. Vaksin tersebut dibeli di Apotek Giri Putri yang ada di dalam rumah sakit atas anjuran petugas.
RSU Buleleng pun memberikan berbagai alasan kepada pasiennya. Pasien ditolak
mendapatkan suntikan vaksin dengan alasan tidak membawa Askes. Padahal, dalam kondisi KLB, VAR dibagikan secara gratis ke pasien.
Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Suteja yang
mengatakan bahwa tidak perlu Askes untuk mendapatkan VAR. "Bali telah ditetapkan KLB rabies maka vaksin dibagikan secara gratis di seluruh kabupaten/kota," kata Suteja kepada detikcom, Rabu (18/11/2009).
Kini, kasus VAR untuk manusia yang dijualbelikan menggegerkan Bali. Gubernur Bali Made Mangku Pastika kecewa karena VAR dijual kepada pasien. Ia berjanji akan mengusut kasus tersebut. "Vaksin pemberian pemerintah seharusnya tidak boleh dijual. Maka akan dicek dulu," janji Pastika.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bali langsung mengkonfirmasi kebenaran
kasus jual beli vaksin di RSU Buleleng. Namun, ia mendapatkan laporan berbeda dengan kejadian sebenarnya. Menurut Suteja, RSU Buleleng melaporkan pasien membeli vaksin di apotik yang ada di luar rumah sakit. Padahal, pasien membeli vaksin di Apotek Giri Putri yang ada di dalam rumah sakit.
Suteja berharap tidak terjadi kasus serupa di daerah lain. "Saya akan imbau RSU Buleleng untuk memberikan vaksin secara gratis. Mulai besok saya akan memberikan lagi edaran ke seluruh kabupaten/kota bahwa VAR harus dibagikan gratis ke masyarakat. Jangan lagi ada alasan tidak memberikan vaksin secara gratis karena wilayahnya (kabupaten) belum KLB. Saat ini Bali telah ditetapkan KLB," katanya.
Susahnya pasien mendapatkan vaksin diakui Suteja karena terdapat kendala dalam distribusi VAR. Kendala tersebut di antaranya, distribusi VAR dari Jakarta ke Bali yang terlambat, serta kabupaten/kota yang terlambat mengambil vaksin ke provinsi. "Masalah lainnya adalah penyimpanan VAR yang sulit karena harus ada dalam suhu tertentu," kata Suteja.
(gds/anw)
Bahkan, yang terjadi adalah praktek jual beli VAR yang dilakukan oleh pihak
rumah sakit umum di kabupaten. Kasus ini terjadi di RSU Buleleng, Bali. Dua
pasien yang tengah menjalani proses vaksinasi, harus membayar Rp 188 ribu untuk mendapatkan layanan vaksinasi. Vaksin tersebut dibeli di Apotek Giri Putri yang ada di dalam rumah sakit atas anjuran petugas.
RSU Buleleng pun memberikan berbagai alasan kepada pasiennya. Pasien ditolak
mendapatkan suntikan vaksin dengan alasan tidak membawa Askes. Padahal, dalam kondisi KLB, VAR dibagikan secara gratis ke pasien.
Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Suteja yang
mengatakan bahwa tidak perlu Askes untuk mendapatkan VAR. "Bali telah ditetapkan KLB rabies maka vaksin dibagikan secara gratis di seluruh kabupaten/kota," kata Suteja kepada detikcom, Rabu (18/11/2009).
Kini, kasus VAR untuk manusia yang dijualbelikan menggegerkan Bali. Gubernur Bali Made Mangku Pastika kecewa karena VAR dijual kepada pasien. Ia berjanji akan mengusut kasus tersebut. "Vaksin pemberian pemerintah seharusnya tidak boleh dijual. Maka akan dicek dulu," janji Pastika.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bali langsung mengkonfirmasi kebenaran
kasus jual beli vaksin di RSU Buleleng. Namun, ia mendapatkan laporan berbeda dengan kejadian sebenarnya. Menurut Suteja, RSU Buleleng melaporkan pasien membeli vaksin di apotik yang ada di luar rumah sakit. Padahal, pasien membeli vaksin di Apotek Giri Putri yang ada di dalam rumah sakit.
Suteja berharap tidak terjadi kasus serupa di daerah lain. "Saya akan imbau RSU Buleleng untuk memberikan vaksin secara gratis. Mulai besok saya akan memberikan lagi edaran ke seluruh kabupaten/kota bahwa VAR harus dibagikan gratis ke masyarakat. Jangan lagi ada alasan tidak memberikan vaksin secara gratis karena wilayahnya (kabupaten) belum KLB. Saat ini Bali telah ditetapkan KLB," katanya.
Susahnya pasien mendapatkan vaksin diakui Suteja karena terdapat kendala dalam distribusi VAR. Kendala tersebut di antaranya, distribusi VAR dari Jakarta ke Bali yang terlambat, serta kabupaten/kota yang terlambat mengambil vaksin ke provinsi. "Masalah lainnya adalah penyimpanan VAR yang sulit karena harus ada dalam suhu tertentu," kata Suteja.
(gds/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 22:14 WIB
Tersangka Geng Cewek Bali Dibela 9 Pengacara
-
Senin, 13/02/2012 22:09 WIB
Direktur Keuangan Elnusa Divonis 8 Tahun Penjara
-
Senin, 13/02/2012 22:00 WIB
SBY: Keluarga Ibu Ani Hanya Nasabah, Tak Terkait Kasus Century
-
Senin, 13/02/2012 21:59 WIB
Soal Penuntasan Kasus Munir, SBY Serahkan ke MA
-
Senin, 13/02/2012 21:45 WIB
SBY: Pemerintah Dukung Proses Hukum Century, Tak Bawa ke Politik
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 20:47 WIB
Keluarga Nasrudin: Hanya Mukjizat yang Bisa Bebaskan Antasari
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
603 Komentar
-
513 Komentar
-
443 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,404.000
- Rp 598.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

