
Kasus Terbununhnya 2 TKI Asal Kalbar, Legal Officer Indonesia Bungkam
Rabu, 18/11/2009 22:27 WIB
Pontianak -
Kasus terbunuhnya dua TKI asal Kalbar, Asang dan Yohanes Supomo di Miri, Malaysia, sepertinya tidak akan mendapatkan keadilan dan pelakunya juga tidak akan pernah ditangkap. Karena Hendra, Laison Officer (LO) di Kuching tidak berani tegas bahkan senada dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Miri, korban tewas terjatuh dari Mobil.
"Siapa pun tahu, bahkan anak kecil sekali pun akan membantah penjelasan yang diberikan oleh Hendra Kepolisian RI di Konsulat Malaysia. Pernyataan Dollah, Seripah dan Inkong tidak dianggap sebagai bukti, sialnya lagi korban dianggap mati karena kecelakaan setelah terjun dari truk yang berjalan," beber Chundai kepada detikcom, Rabu (18/11/2009).
Menurut Hendra, Legal Officer dari Konsulat Kuching di Border Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, hasil otopsinya tidak bisa langsung didapatkan karena PDRM juga masih menunggu hasilnya. Yang sudah diperiksa ada beberapa saksi dan mobil truk sudah ditahan.
"Itu karena kelalaian mereka saja (korban, red) yang terjun dari mobil truk, dan untuk sekarang tidak ada orang yang ditahan. Menurut saksi mata memang korban dipukul hingga tewas, tapi menurut polisi Malaysia lain lagi dan kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari PDRM lah. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian malaysia, mudah-mudahan tidak ada unsur-unsur penganiaayan seperti yang di khawatirkan," ujarnya.
Dijelaskannya, awalnya mereka tahu kejadian tersebut dari salah satu pihak keluarga serta Pemda Kabupaten Sintang yang datang ke Konsulat Malaysia dan mereka meminta tolong kepada Legal Officer untuk mencari kebenarannya serta di cek. Ternyata kasusnya memang ada, dan mereka meminta kepada pihak PDRM untuk segera mengotopsi kedua korban tersebut.
"Kami tahu setelah ada pemberitahuan dari pihak keluarga bersama dengan Pemda Kabupaten Sintang mendatangi Konsulat Malaysia melaporkan hal tersebut dan setelah dicek ternyata benar ada kejadian tersebut. Yang dicari kan penyebab kematian itu, tapi yang ada hanya luka tapi bukan penyebab kematian, kami sudah meminta kepada Polisi Malaysia untuk ditegakkan kasusnya," paparnya
Hendra juga mengakui kalau pada saat korban diotopsi dirinya melihat secara langsung kondisi mayat yang ada, tapi dirinya tidak bisa menjelaskan secara terperinci kondisi korban.
"Gini, saksi (Seripah) yang melihat korban diikat dan saksi juga minta dilepaskan ikatan mereka tapi tidak dibukakan. Setelah Chundai datang, dia melihat korban tersebut sudah tidak terikat. Penyebab kematian itu kemungkinan karena jatuh ada bekas di kepala, tapi analisa dari Dokter forensik belum ada dan itu asumsi saya sendiri," akunya
Mengenai para pelaku yang sudah menganiaya korban tapi sampai sekarang tidak dilakukan penangkapan, pihak Konsulat di Kuching melalui Hendra menyatakan kalau pihaknya tidak bisa melakukan intervensi terhadap pihak kepolisian Malaysia.
"Kita tidak bisa intervensi dan tidak boleh dong, kami masih menunggu hasil dari pihak PDRM dan sesuai dengan hukum yang berlaku dan tempat kejadiannya dimana. Nanti dari konsulat yang akan menanganinya, dan konsulat juga sudah mengirim surat serta disambangi itu sudah dianggap sebagai upaya," paparnya.
Ketika ditanya lebih lanjut, Hendra mengatakan penyebab kematian kedua korban tersebut adalah kemungkinan terjatuh dari mobil truk karena ada faktor memar di kepala bagian belakang. Tapi masih belum ada laporan dari kokter forensik, dan itu hanya asumsi dirinya saja.
"Kondisi korban tidak ada bekas lebam akibat dipukul, yang menyebabkan meninggalnya kedua korban masih dicari dan kami juga sudah membuat surat agar kasus ini ditindaklanjuti dan pihak PDRM masih melengkapi hasilnya. Hasil dari penyelidikan akan dilaporkan kepada Konsulat dan akan disampaikan kepada pihak Pemda Kabupaten Sintang Supaya tidak ada prasangka, kalau dia salah ya tetap salah kalau dia tidak salah jangan disalah-salahkan,” pungkasnya.
(anw/anw)
"Siapa pun tahu, bahkan anak kecil sekali pun akan membantah penjelasan yang diberikan oleh Hendra Kepolisian RI di Konsulat Malaysia. Pernyataan Dollah, Seripah dan Inkong tidak dianggap sebagai bukti, sialnya lagi korban dianggap mati karena kecelakaan setelah terjun dari truk yang berjalan," beber Chundai kepada detikcom, Rabu (18/11/2009).
Menurut Hendra, Legal Officer dari Konsulat Kuching di Border Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, hasil otopsinya tidak bisa langsung didapatkan karena PDRM juga masih menunggu hasilnya. Yang sudah diperiksa ada beberapa saksi dan mobil truk sudah ditahan.
"Itu karena kelalaian mereka saja (korban, red) yang terjun dari mobil truk, dan untuk sekarang tidak ada orang yang ditahan. Menurut saksi mata memang korban dipukul hingga tewas, tapi menurut polisi Malaysia lain lagi dan kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari PDRM lah. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian malaysia, mudah-mudahan tidak ada unsur-unsur penganiaayan seperti yang di khawatirkan," ujarnya.
Dijelaskannya, awalnya mereka tahu kejadian tersebut dari salah satu pihak keluarga serta Pemda Kabupaten Sintang yang datang ke Konsulat Malaysia dan mereka meminta tolong kepada Legal Officer untuk mencari kebenarannya serta di cek. Ternyata kasusnya memang ada, dan mereka meminta kepada pihak PDRM untuk segera mengotopsi kedua korban tersebut.
"Kami tahu setelah ada pemberitahuan dari pihak keluarga bersama dengan Pemda Kabupaten Sintang mendatangi Konsulat Malaysia melaporkan hal tersebut dan setelah dicek ternyata benar ada kejadian tersebut. Yang dicari kan penyebab kematian itu, tapi yang ada hanya luka tapi bukan penyebab kematian, kami sudah meminta kepada Polisi Malaysia untuk ditegakkan kasusnya," paparnya
Hendra juga mengakui kalau pada saat korban diotopsi dirinya melihat secara langsung kondisi mayat yang ada, tapi dirinya tidak bisa menjelaskan secara terperinci kondisi korban.
"Gini, saksi (Seripah) yang melihat korban diikat dan saksi juga minta dilepaskan ikatan mereka tapi tidak dibukakan. Setelah Chundai datang, dia melihat korban tersebut sudah tidak terikat. Penyebab kematian itu kemungkinan karena jatuh ada bekas di kepala, tapi analisa dari Dokter forensik belum ada dan itu asumsi saya sendiri," akunya
Mengenai para pelaku yang sudah menganiaya korban tapi sampai sekarang tidak dilakukan penangkapan, pihak Konsulat di Kuching melalui Hendra menyatakan kalau pihaknya tidak bisa melakukan intervensi terhadap pihak kepolisian Malaysia.
"Kita tidak bisa intervensi dan tidak boleh dong, kami masih menunggu hasil dari pihak PDRM dan sesuai dengan hukum yang berlaku dan tempat kejadiannya dimana. Nanti dari konsulat yang akan menanganinya, dan konsulat juga sudah mengirim surat serta disambangi itu sudah dianggap sebagai upaya," paparnya.
Ketika ditanya lebih lanjut, Hendra mengatakan penyebab kematian kedua korban tersebut adalah kemungkinan terjatuh dari mobil truk karena ada faktor memar di kepala bagian belakang. Tapi masih belum ada laporan dari kokter forensik, dan itu hanya asumsi dirinya saja.
"Kondisi korban tidak ada bekas lebam akibat dipukul, yang menyebabkan meninggalnya kedua korban masih dicari dan kami juga sudah membuat surat agar kasus ini ditindaklanjuti dan pihak PDRM masih melengkapi hasilnya. Hasil dari penyelidikan akan dilaporkan kepada Konsulat dan akan disampaikan kepada pihak Pemda Kabupaten Sintang Supaya tidak ada prasangka, kalau dia salah ya tetap salah kalau dia tidak salah jangan disalah-salahkan,” pungkasnya.
(anw/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 06:02 WIB
Kelebihan Muatan, Pick Up Terbalik di Tol Pondok Gede Timur
-
Selasa, 14/02/2012 05:43 WIB
Perkantoran Kemendagri Kalibata Terbakar, 14 Mobil Pemadam Meluncur
-
Selasa, 14/02/2012 05:02 WIB
8 Poin Kode Etik Dihapus MA, KY Harus Optimalkan Hak Sadap Telepon Hakim
-
Selasa, 14/02/2012 04:17 WIB
Dua Bayi Tanpa Dinding Perut Dirawat di RSUP Adam Malik Medan
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
614 Komentar
-
506 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 598.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

