RSUD Buleleng Jual VAR
Gubernur Bali Ancam Laporkan ke Polisi
Sabtu, 21/11/2009 11:20 WIB
Bali -
Dirut RSUD Buleleng telah mengakui menjual vaksin anti rabies (VAR) kepada pasien. Gubernur Bali Made Mangku Pastika pun mengancam akan melaporkan ke polisi jika terjadi tindak pidana dalam kasus jual beli vaksin itu.
"Sanksi? Maunya diapain? Kalau persoalan administrasi, sanksinya administrasi. Kalau terjadi kasus pencurian (tindak pidana), dibawa ke polisi," kata Pastika.
Hal itu disampaikan Pastika usai menutup acara Pelatihan, Pembelajaran E-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Sabtu (21/11/2009).
Pastika dengan tegas menyalahkan pihak rumah sakit yang menjual VAR. VAR seharusnya dibagikan gratis kepada pasien. "Nah, di situ salahnya," imbuh Pastika.
Saat ini, Bali telah ditetapkan sebagai status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies. Pemerintah juga telah menyediakan dana sebesar Rp 10 miliar per tahun untuk membebaskan Bali dari wabah rabies pada 2012.
Sebelum menjatuhkan sanksi pada RSUD Buleleng, Pastika berjanji akan menelusuri kebenaran kasus jual beli VAR tersebut. "Saya cek dulu lah kesalahannya sejauh apa," tuturnya.
Sebelumnya, Dirut RSUD Buleleng dr Nyoman Mardana mengaku telah menjual VAR kepada pasien seharga Rp 188 ribu. Nyoman pun berjanji bakal mundur dari jabatannya jika kasus itu terjadi lagi. Disebutkan, pasien membeli VAR di apotik Giri Putri yang ada di lingkungan rumah
sakit atas saran dari petugas RSUD Buleleng. Namun, pihak dokter pengelola
apotik beralasan VAR yang di jual tersebut bukan dari pemerintah melainkan
membeli sendiri. "Kalau dia (apotik) beli sendiri, dia jual sendiri dan terbukti
betul, ya tidak apa-apa," kata Pastika. (gds/nik)
"Sanksi? Maunya diapain? Kalau persoalan administrasi, sanksinya administrasi. Kalau terjadi kasus pencurian (tindak pidana), dibawa ke polisi," kata Pastika.
Hal itu disampaikan Pastika usai menutup acara Pelatihan, Pembelajaran E-Learning di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Sabtu (21/11/2009).
Pastika dengan tegas menyalahkan pihak rumah sakit yang menjual VAR. VAR seharusnya dibagikan gratis kepada pasien. "Nah, di situ salahnya," imbuh Pastika.
Saat ini, Bali telah ditetapkan sebagai status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies. Pemerintah juga telah menyediakan dana sebesar Rp 10 miliar per tahun untuk membebaskan Bali dari wabah rabies pada 2012.
Sebelum menjatuhkan sanksi pada RSUD Buleleng, Pastika berjanji akan menelusuri kebenaran kasus jual beli VAR tersebut. "Saya cek dulu lah kesalahannya sejauh apa," tuturnya.
Sebelumnya, Dirut RSUD Buleleng dr Nyoman Mardana mengaku telah menjual VAR kepada pasien seharga Rp 188 ribu. Nyoman pun berjanji bakal mundur dari jabatannya jika kasus itu terjadi lagi. Disebutkan, pasien membeli VAR di apotik Giri Putri yang ada di lingkungan rumah
sakit atas saran dari petugas RSUD Buleleng. Namun, pihak dokter pengelola
apotik beralasan VAR yang di jual tersebut bukan dari pemerintah melainkan
membeli sendiri. "Kalau dia (apotik) beli sendiri, dia jual sendiri dan terbukti
betul, ya tidak apa-apa," kata Pastika. (gds/nik)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 11/02/2012 15:59 WIB
Boediono Sebut Wajahnya Mirip dengan Ketua DPD
-
Sabtu, 11/02/2012 15:57 WIB
JK Minta Kontrol Terhadap Bus Juga Diperketat
-
Sabtu, 11/02/2012 15:50 WIB
Kernet Bus Maut Menyerahkan Diri Ke Polres Garut.
-
Sabtu, 11/02/2012 15:46 WIB
Bentrok Antarwarga di Ambon, 300 Rumah Terbakar & 5 Tewas
-
Sabtu, 11/02/2012 15:19 WIB
Laporan dari Roma
Indonesia Ruh Lukisan Maestro Romanis, Italia
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

