Polri Panggil Media
Citra Pemerintahan SBY Ikut Rusak
Sabtu, 21/11/2009 12:54 WIB
Terkait
Jakarta -
Pemanggilan dua media oleh Mabes Polri dinilai akan semakin mencoreng muka korps Bhayangkara itu. Selain itu, tindakan Polri itu juga akan merusak citra pemerintahan SBY yang baru membangun kepercayaan publik dalam program 100 hari.
"Mestinya hal itu tidak perlu terjadi. Bukan semata-mata karena substansi masalahnya yang tidak jelas tapi ini iklan negatif bagi Polri. Implikasinya juga citra pemerintah akan semakin rusak," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Bachtiar Efendi.
Bachtiar mengatakan itu di sebuah acara diskusi di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (21/11/2009).
Menurut dekan FISIP UIN ini, pemerintah harus mengambil tindakan cepat untuk menghentikan langkah-langkah yang dinilai salah. Sebab tanpa itu pemerintah akan semakin terjerumus dalam upaya-upaya yang semakin tidak diterima publik.
"Harus ada koordinasi untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau perlu dibentuk task force untuk melakukan damage control karena ini sudah menjadi masalah nasional," imbuh dia.
Bachtiar menilai, tidak ada kaitannya pemberitaan wartawan dengan alasan Polri akan menjadikan Anggodo tersangka. Sebab media mendapatkan informasi tersebut dari sidang terbuka di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Sebetulnya ini nggak ada kaitannya. Kalau dipaksakan terus kesan Polri di masyarakat semakin tidak bagus," tandas Bachtiar.
(nik/gah)
"Mestinya hal itu tidak perlu terjadi. Bukan semata-mata karena substansi masalahnya yang tidak jelas tapi ini iklan negatif bagi Polri. Implikasinya juga citra pemerintah akan semakin rusak," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Bachtiar Efendi.
Bachtiar mengatakan itu di sebuah acara diskusi di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (21/11/2009).
Menurut dekan FISIP UIN ini, pemerintah harus mengambil tindakan cepat untuk menghentikan langkah-langkah yang dinilai salah. Sebab tanpa itu pemerintah akan semakin terjerumus dalam upaya-upaya yang semakin tidak diterima publik.
"Harus ada koordinasi untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau perlu dibentuk task force untuk melakukan damage control karena ini sudah menjadi masalah nasional," imbuh dia.
Bachtiar menilai, tidak ada kaitannya pemberitaan wartawan dengan alasan Polri akan menjadikan Anggodo tersangka. Sebab media mendapatkan informasi tersebut dari sidang terbuka di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Sebetulnya ini nggak ada kaitannya. Kalau dipaksakan terus kesan Polri di masyarakat semakin tidak bagus," tandas Bachtiar.
(nik/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 08:37 WIB
Gunung Lokon Kembali Meletus!
-
Jumat, 10/02/2012 08:31 WIB
Mahfud: KPK Masih Bisa Cekal Seseorang di Penyelidikan
-
Jumat, 10/02/2012 08:20 WIB
Polisi Masih Teliti Temuan Senjata di Hutan UI
-
Jumat, 10/02/2012 07:44 WIB
BK DPR Tunggu Aduan Sebelum Periksa Nasir
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

