Laporan dari Arab Saudi
Pemerintah Optimistis Wukuf di Arafah Lancar
Sabtu, 21/11/2009 14:18 WIB
Makkah -
Pemerintah optimistis wukuf di Arafah untuk jamaah haji Indonesia akan berjalan lancar. Persiapan yang dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dinilai sudah matang.
Wukuf yang menjadi puncak ibadah haji akan diselenggarakan 26 November mendatang. Pada saat itu sekitar tiga juta jamaah dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah.
"Bukan bermaksud mendahului Yang di Atas, namun optimisme perlu. Dan sejauh ini memang tidak ada kendala yang berarti," ujar Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali.
Hal itu disampaikan Menag usai rapat koordinasi persiapan wukuf bersama Menkokesra Agung Laksono dan PPIH 1430 H di Makkah, Jumat (20/11/2009) waktu setempat.
Menurut Menag, PPIH dengan bekal pengalaman tahun-tahun sebelumnya telah menyiapkan segala hal terkait pelaksanaan wukuf. Termasuk mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin muncul.
"Persiapan yang dilakukan cukup detail. Untuk mengantisipasi jamaah keliru jalan misalnya, dilakukan secara berlapis melalui pos-pos yang akan memantau dan mengarahkan pergerakan jamaah," jelas Menag.
Hal senada juga diungkapkan Menkokesra. Agung Laksono yang tiba di Arab Saudi sejak Kamis (19/11) menilai, sejauh ini penyelenggaraan haji lancar. Diharapkan, kelancaran itu berlanjut hingga pelaksanaan wukuf dan pemulangan jamaah ke Tanah Air.
"Penyelenggaraan haji ini termasuk dalam program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Pemerintah memberi perhatian serius," kata Agung.
Makan Prasmanan
Dalam rapat tersebut, selama di Arafah hingga Mina, jamaah akan mendapatkan makanan secara prasmanan diselingi satu kali pemberian makanan dalam kotak saat di Muzdalifah.
"Dengan sistem prasmanan, makanan yang tersaji lebih segar, jamaah juga lebih leluasa memilih dan mengambil jenis makanan sesui selera," ujar Pengawas Katering Armina Sri Ilham Lubis.
Meski penyajiannya menggunakan model prasmanan, namun menurut Sri, jamaah tidak perlu mengantre lama saat hendak makan. Sebab, jadwal makan akan digilir per rombongan dengan jumlah jamaah per rombongan terdiri atas 45 orang.
Kepala Satuan Operasi Arafah-Mina (Armina) PPIH Abu Haris juga memaparkan, sekitar 200 ribu jamaah Indonesia akan diangkut menuju tempat Padang Arafah menggunakan bus mulai 25 November. Di Arafah, jamaah akan menempati tenda yang dikelompokkan menjadi 70 maktab. Setiap maktab menampung 2.500 hingga 3 ribu jamaah.
Pada puncak pelaksanaan wukuf 26 November mendatang, jamaah akan tinggal di Arafah hingga Magrib. Usai Magrib, jamaah diangkut dengan bus menuju Muzdalifah yang berjarak 9 km dari Arafah. Untuk itu, penyelenggaraan haji Arab Saudi hanya akan menggunakan bus. Jumlahnya 7-8 bus per maktab atau satu bus untuk sekitar 450 jamaah dengan sistem Taraddudi.
"Bus itu akan bergerak bolak-balik Arafah-Muzdalifah. Teknik ini sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir dan lancar," ujar Haris.
Di Muzdalifah, jamaah akan menjalani prosesi mabit (menginap). Selanjutnya, jamaah bergeser menuju Mina yang berjarak sekitar 6 km dari Muzdalifah. Di Mina, jamaah akan tinggal 3-4 hari di tenda-tenda tahan api untuk prosesi melempar Jamarat.
"Jamarat sekarang sudah lima lantai dan dilengkapi teknologi canggih, ada 10 pintu masuk dan 12 pintu keluar. Jadwal lempar Jamarat diatur untuk setiap negara sehingga jamaah bisa melempar Jamarat dengan mudah," jelas Haris.
(zal/nik)
Wukuf yang menjadi puncak ibadah haji akan diselenggarakan 26 November mendatang. Pada saat itu sekitar tiga juta jamaah dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Padang Arafah.
"Bukan bermaksud mendahului Yang di Atas, namun optimisme perlu. Dan sejauh ini memang tidak ada kendala yang berarti," ujar Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali.
Hal itu disampaikan Menag usai rapat koordinasi persiapan wukuf bersama Menkokesra Agung Laksono dan PPIH 1430 H di Makkah, Jumat (20/11/2009) waktu setempat.
Menurut Menag, PPIH dengan bekal pengalaman tahun-tahun sebelumnya telah menyiapkan segala hal terkait pelaksanaan wukuf. Termasuk mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin muncul.
"Persiapan yang dilakukan cukup detail. Untuk mengantisipasi jamaah keliru jalan misalnya, dilakukan secara berlapis melalui pos-pos yang akan memantau dan mengarahkan pergerakan jamaah," jelas Menag.
Hal senada juga diungkapkan Menkokesra. Agung Laksono yang tiba di Arab Saudi sejak Kamis (19/11) menilai, sejauh ini penyelenggaraan haji lancar. Diharapkan, kelancaran itu berlanjut hingga pelaksanaan wukuf dan pemulangan jamaah ke Tanah Air.
"Penyelenggaraan haji ini termasuk dalam program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Pemerintah memberi perhatian serius," kata Agung.
Makan Prasmanan
Dalam rapat tersebut, selama di Arafah hingga Mina, jamaah akan mendapatkan makanan secara prasmanan diselingi satu kali pemberian makanan dalam kotak saat di Muzdalifah.
"Dengan sistem prasmanan, makanan yang tersaji lebih segar, jamaah juga lebih leluasa memilih dan mengambil jenis makanan sesui selera," ujar Pengawas Katering Armina Sri Ilham Lubis.
Meski penyajiannya menggunakan model prasmanan, namun menurut Sri, jamaah tidak perlu mengantre lama saat hendak makan. Sebab, jadwal makan akan digilir per rombongan dengan jumlah jamaah per rombongan terdiri atas 45 orang.
Kepala Satuan Operasi Arafah-Mina (Armina) PPIH Abu Haris juga memaparkan, sekitar 200 ribu jamaah Indonesia akan diangkut menuju tempat Padang Arafah menggunakan bus mulai 25 November. Di Arafah, jamaah akan menempati tenda yang dikelompokkan menjadi 70 maktab. Setiap maktab menampung 2.500 hingga 3 ribu jamaah.
Pada puncak pelaksanaan wukuf 26 November mendatang, jamaah akan tinggal di Arafah hingga Magrib. Usai Magrib, jamaah diangkut dengan bus menuju Muzdalifah yang berjarak 9 km dari Arafah. Untuk itu, penyelenggaraan haji Arab Saudi hanya akan menggunakan bus. Jumlahnya 7-8 bus per maktab atau satu bus untuk sekitar 450 jamaah dengan sistem Taraddudi.
"Bus itu akan bergerak bolak-balik Arafah-Muzdalifah. Teknik ini sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir dan lancar," ujar Haris.
Di Muzdalifah, jamaah akan menjalani prosesi mabit (menginap). Selanjutnya, jamaah bergeser menuju Mina yang berjarak sekitar 6 km dari Muzdalifah. Di Mina, jamaah akan tinggal 3-4 hari di tenda-tenda tahan api untuk prosesi melempar Jamarat.
"Jamarat sekarang sudah lima lantai dan dilengkapi teknologi canggih, ada 10 pintu masuk dan 12 pintu keluar. Jadwal lempar Jamarat diatur untuk setiap negara sehingga jamaah bisa melempar Jamarat dengan mudah," jelas Haris.
(zal/nik)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 21:26 WIB
Hujan Deras Sebabkan Banjir Setinggi 70 Cm di Gandaria
-
Sabtu, 11/02/2012 21:01 WIB
24 Jam Setelah Kecelakaan Bus Maut, Jalan Raya Cisarua Ramai Lancar
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
399 Komentar
-
327 Komentar
-
272 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

