Raja Abdullah Ampuni 700 Napi Asal Indonesia
Sabtu, 21/11/2009 22:33 WIB
Jakarta -
Pemerintah Arab Saudi melalui Raja Abdullah telah mengampuni 700-an tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi tahanan narapidana di negara Arab Saudi. Mereka siap dipulangkan ke tanah air, namun sampai saat ini proses pemulangan masih terhambat masalah transportasi.
"Raja Abdullah telah memberi pengampunan pada mereka. Awalnya pemulangan ke tanah air direncanakan menggunakan pesawat pengangkut jamaah haji Saudi Arabian Airlines (SV). Departemen Agama sudah menyetujui, sayangnya itu tidak bisa dilakukan," kata Kuasa Usaha ad-interim Kedutaan Besar RI Riyadh, Sukanto, di Makkah, Jumat (20/11/2009).
Menurut Sukanto, sebagai pengangkut transportasi jamaah haji, pesawat Saudi terbang bolak balik mengangkut jamaah dari Indonesia ke Arab Saudi. Saat kembali ke Indonesia, pesawat itu kosong, sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengangkut TKI bermasalah yang sudah diampuni untuk kembali ke tanah air.
Namun, hingga saat ini SV belum mendapat ijin terbang (flight clearance) dari pemerintah India. Karena selama ini penerbangan SV ketika mengangkut jamaah calhaj dari Indonesia melalui wilayah udara India, sehingga ketika pulang dan mengangkut TKI bermasalah ini harus mendaptkan Flight Clearance yang baru lagi.
"Flight Clearance yang saat ini dipegang Saudi Airlines berlaku untuk pesawat jamaah haji yang kosong. Kalau pesawat itu akan diisi dengan TKI, harus ada flight clearance baru. Ijin baru itu hingga saat ini belum keluar," jelasnya.
KBRI Riyadh sendiri sudah mendapatkan kabar akhirnya SV menyatakan tidak bisa mengangkut 700-an TKI bermasalah yang telah diampuni Raja Abdullah itu. Oleh karenanya, pihak RI dan Arab Saudi tengah membicarakan alternatif lain untuk memulangkan TKI bermasalah.
Salah satu alternatif yang akan ditempuh adalah mencarter pesawat sebagaimana pernah dilakukan untuk memulangkan 400-an TKI bermasalah di Kuwait beberapa waktu lalu. Berapa biaya pemulangan ke-700 warga negara Indonesia yang menjadi napi di Arab Saudi, Sukanto mengaku, belum tahu karena masih sedang dirundingkan oleh Deplu.
Ke-700 orang ini merupakan TKI yang dipenjara di seluruh wilayah Arab Saudi karena melakukan berbagai jenis tindak pelanggaran hukum. "Selain mereka, masih ada warga negara kita yang dipenjara dan belum diampuni karena jenis kesalahan-kesalahan yang kewenangan pengampunannya tidak berada di tangan Raja Abdullah," imbuh Sukanto sambil mengatakan, ke-700 ini bukan termasuk TKI ilegal yang saat ini di Jeddah.
(zal/rdf)
"Raja Abdullah telah memberi pengampunan pada mereka. Awalnya pemulangan ke tanah air direncanakan menggunakan pesawat pengangkut jamaah haji Saudi Arabian Airlines (SV). Departemen Agama sudah menyetujui, sayangnya itu tidak bisa dilakukan," kata Kuasa Usaha ad-interim Kedutaan Besar RI Riyadh, Sukanto, di Makkah, Jumat (20/11/2009).
Menurut Sukanto, sebagai pengangkut transportasi jamaah haji, pesawat Saudi terbang bolak balik mengangkut jamaah dari Indonesia ke Arab Saudi. Saat kembali ke Indonesia, pesawat itu kosong, sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengangkut TKI bermasalah yang sudah diampuni untuk kembali ke tanah air.
Namun, hingga saat ini SV belum mendapat ijin terbang (flight clearance) dari pemerintah India. Karena selama ini penerbangan SV ketika mengangkut jamaah calhaj dari Indonesia melalui wilayah udara India, sehingga ketika pulang dan mengangkut TKI bermasalah ini harus mendaptkan Flight Clearance yang baru lagi.
"Flight Clearance yang saat ini dipegang Saudi Airlines berlaku untuk pesawat jamaah haji yang kosong. Kalau pesawat itu akan diisi dengan TKI, harus ada flight clearance baru. Ijin baru itu hingga saat ini belum keluar," jelasnya.
KBRI Riyadh sendiri sudah mendapatkan kabar akhirnya SV menyatakan tidak bisa mengangkut 700-an TKI bermasalah yang telah diampuni Raja Abdullah itu. Oleh karenanya, pihak RI dan Arab Saudi tengah membicarakan alternatif lain untuk memulangkan TKI bermasalah.
Salah satu alternatif yang akan ditempuh adalah mencarter pesawat sebagaimana pernah dilakukan untuk memulangkan 400-an TKI bermasalah di Kuwait beberapa waktu lalu. Berapa biaya pemulangan ke-700 warga negara Indonesia yang menjadi napi di Arab Saudi, Sukanto mengaku, belum tahu karena masih sedang dirundingkan oleh Deplu.
Ke-700 orang ini merupakan TKI yang dipenjara di seluruh wilayah Arab Saudi karena melakukan berbagai jenis tindak pelanggaran hukum. "Selain mereka, masih ada warga negara kita yang dipenjara dan belum diampuni karena jenis kesalahan-kesalahan yang kewenangan pengampunannya tidak berada di tangan Raja Abdullah," imbuh Sukanto sambil mengatakan, ke-700 ini bukan termasuk TKI ilegal yang saat ini di Jeddah.
(zal/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 18:05 WIB
PAN: Jangan Hanya Wa Ode Nurhayati yang KPK Geledah
-
Jumat, 10/02/2012 18:02 WIB
FPAN Hormati Penggeledahan Ruang Wa Ode
-
Jumat, 10/02/2012 17:58 WIB
12 Tahanan Kabur Berniat Bunuh Anggota Polsek Cempaka Putih
-
Jumat, 10/02/2012 17:56 WIB
Hayono Isman: Saya Tak Minta Anas Mundur, Tapi Jaga Kehormatan Partai!
-
Jumat, 10/02/2012 17:46 WIB
Tak Cerminkan Budaya Lokal, Gapura Mapolres Kukar Diprotes
-
Jumat, 10/02/2012 17:07 WIB
Orang-orang Anas Diisukan Mulai Digeser dari DPP PD
-
Jumat, 10/02/2012 11:36 WIB
Video Pelayan KFC Malaysia Pukul Pelanggan Beredar Luas
-
Jumat, 10/02/2012 17:06 WIB
Sudah 460 Orang Tewas Akibat Cuaca Dingin Ekstrem di Eropa
-
Jumat, 10/02/2012 16:33 WIB
Ini Dia Awal Kisah Komisi III Punya Akses Khusus ke Penjara
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

