Ari Muladi Yakin Anggodo Hendak Menyuap Pimpinan KPK
Minggu, 22/11/2009 12:11 WIB
Terkait
Jakarta -
Ari Muladi meyakini apabila Anggodo Widjojo hendak menyuap pimpinan KPK. Sebagai orang yang diminta mengantar uang suap, Ari menyebut inisiatif soal uang datang dari Anggoro dan Anggodo.
"Inisiatif dari mereka, ini penyuapan bukan pemerasan. Antara Anggodo dan Anggoro tidak pernah berhubungan dengan KPK, mana bisa memeras," kata pengacara Ari, Sugeng Teguh Santoso, di Jakarta, Minggu (22/11/2009).
Ari Muladi menuturkan inisiatif penyuapan itu kepada Sugeng. Sebagai orang yang dititipi, Ari yang dijadikan polisi tersangka penipuan dan penggelapan uang milik Anggoro ini, hanya diminta menyerahkan uang ke seseorang saja.
"Kemudian menjadi pemerasan, itu hanya rekayasa untuk membelokkan isu agar bisa mendiskreditkan KPK," terangnya.
Yang aneh juga, Anggoro dan Anggodo dalam posisi bebas dan merasa tidak bersalah. "Kalau memang merasa benar kenapa mau diperas? Tapi kenapa jadi ketakutan?" kata Sugeng heran.
Perihal pasal penyuapan dan pemerasan ini memang cukup kontroversial. Awalnya pihak kepolisian menjerat pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dengan pasal penyuapan, namun kemudian menjadi pasal pemerasan.
Perubahan pasal ini menyebabkan Anggoro dan Anggodo lolos. Pihak kepolisian dalam berbagai kesempatan mengaku punya bukti kuat soal adanya pemerasan ini.
Sedang pihak Anggodo melalui pengacaranya, Bonaran Situmeang, menegaskan pemberian uang itu dilakukan lantaran Anggoro takut akan diperiksa KPK. "Jangankan Anggoro, saya pun sebagai pengacara takut kalau dipanggil KPK," ungkap Bonaran saat jumpa pers.
(ndr/nrl)
"Inisiatif dari mereka, ini penyuapan bukan pemerasan. Antara Anggodo dan Anggoro tidak pernah berhubungan dengan KPK, mana bisa memeras," kata pengacara Ari, Sugeng Teguh Santoso, di Jakarta, Minggu (22/11/2009).
Ari Muladi menuturkan inisiatif penyuapan itu kepada Sugeng. Sebagai orang yang dititipi, Ari yang dijadikan polisi tersangka penipuan dan penggelapan uang milik Anggoro ini, hanya diminta menyerahkan uang ke seseorang saja.
"Kemudian menjadi pemerasan, itu hanya rekayasa untuk membelokkan isu agar bisa mendiskreditkan KPK," terangnya.
Yang aneh juga, Anggoro dan Anggodo dalam posisi bebas dan merasa tidak bersalah. "Kalau memang merasa benar kenapa mau diperas? Tapi kenapa jadi ketakutan?" kata Sugeng heran.
Perihal pasal penyuapan dan pemerasan ini memang cukup kontroversial. Awalnya pihak kepolisian menjerat pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dengan pasal penyuapan, namun kemudian menjadi pasal pemerasan.
Perubahan pasal ini menyebabkan Anggoro dan Anggodo lolos. Pihak kepolisian dalam berbagai kesempatan mengaku punya bukti kuat soal adanya pemerasan ini.
Sedang pihak Anggodo melalui pengacaranya, Bonaran Situmeang, menegaskan pemberian uang itu dilakukan lantaran Anggoro takut akan diperiksa KPK. "Jangankan Anggoro, saya pun sebagai pengacara takut kalau dipanggil KPK," ungkap Bonaran saat jumpa pers.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
437 Komentar
-
375 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

