Analisis Media Indobarometer
Hatta Paling Moncer, Djoko Suyanto Paling Kurang
Minggu, 22/11/2009 17:43 WIB
Jakarta -
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mendapat penilaian publik lebih positif dibanding 2 koleganya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang juga menjabat menteri koordinator. Penilaian ini berdasarkan survei Indobarometer dalam pemberitaan di surat kabar nasional.
Dalam siaran pers yang diterima, Minggu (22/11/2009) Hatta, berdasarkan analisis Indobarometer mendapat apresiasi positif 77,2 %, sedang Menko Polhukam Djoko Suyanto 71,7 %, dan Menko Kesra Agung Laksono 67,7 %.
Sedang untuk berita negatif Hatta mendapat angka 5,4 % dibanding Agung 5,9%, dan Djoko 6,5%. Analisi media ini dilakukan pada 6 media yakni Kompas, Seputar Indonesia, Republika, Jurnal Nasional, Media Indonesia, dan Rakyat Merdeka.
"Analisis ini dalam rangka evaluasi terhadap kinerja tiga Menko yakni Menko Perekonomian, Menko Polhukam, dan Menko Kesra dalam 30 hari setelah dilantik," jelas Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.
Dalam analisisnya yang dilakukan dari 26 Oktober-15 November 2009 itu, Qodari menjelaskan, surat kabar yang paling banyak menurunkan berita tentang Hatta Rajasa adalah Rakyat Merdeka 22,1%, Sindo 16,8%, dan Media Indonesia 18,8%.
"Tema terbesar yang diangkat, antara lain, ekonomi 14,1%, National Summit 12,8%, dan Saham PT Newmont NNT 9,4%," imbuhnya.
Sedang yang menurunkan artikel negatif adalah, Kompas 14,3%, Media Indonesia 3,6%, Republika 4,3% dan Rakyat Merdeka 9,1%. Adapun artikel negatif di Kompas mengenai program -program di National Summit.
Sedangkan sentimen negatif yang muncul di Republika adalah soal pembelian saham Newmont NNS dan di RM mengenai masalah gaji pejabat dan pemilihan ketua umum PAN.
"Riset media analisis ini, lanjut Qodari untuk memberi gambaran tentang respon publik terhadap tiga menteri yang diberi tugas untuk mengordinasi masing-masing menteri teknisnya yang terekam dalam pemberitaan media massa nasional," jelas Qodari.
Qodari juga menyampaikan alasan kemungkinan Hatta dinilai memiliki kecerdasan dalam mengemas isu-isu yang memiliki nilai berita tinggi. Terutama, melalui pernyataan pernyataannya yang bersifat gebrakan dan terobosan penting dalam menghadapi berbagai kebuntuan program.
"Secara umum publik juga menangkap kesan kuat bahwa Pak Hatta dengan para menteri di bawahnya lebih 'hidup' ketimbang menko lainnya dalam melakukan berbagai gebrakan dan terobosan. Sehingga, menteri perekonomian dinilai lebih kompak. Inilah antara lain salah satu kelebihan Pak Hatta yang memiliki kemampuan lobi dan koordinasi yang baik, disamping tentu saja pengalaman," klaim Qodari.
Sementara tentang metodologi riset yang digunakan dalam analisi media, Qodari menjelaskan, waktu pengumpulan data mulai 26 Oktober sampai 15 November 2009.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mengumpulkan semua artikel surat kabar yang menyebut nama Hatta Rajasa, Agung Laksono dan Djoko Suyanto.
"Yakni semua tulisan yang ada di surat kabar. Sedangkan fokus analisis pada lima kategori, frekuensi artikel, penempatan artikel, tema artikel, sentimen artikel, dan narasumber artikel dan di-breakdown sesuai dengan kebutuhan," urainya.
(ndr/nal)
Dalam siaran pers yang diterima, Minggu (22/11/2009) Hatta, berdasarkan analisis Indobarometer mendapat apresiasi positif 77,2 %, sedang Menko Polhukam Djoko Suyanto 71,7 %, dan Menko Kesra Agung Laksono 67,7 %.
Sedang untuk berita negatif Hatta mendapat angka 5,4 % dibanding Agung 5,9%, dan Djoko 6,5%. Analisi media ini dilakukan pada 6 media yakni Kompas, Seputar Indonesia, Republika, Jurnal Nasional, Media Indonesia, dan Rakyat Merdeka.
"Analisis ini dalam rangka evaluasi terhadap kinerja tiga Menko yakni Menko Perekonomian, Menko Polhukam, dan Menko Kesra dalam 30 hari setelah dilantik," jelas Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.
Dalam analisisnya yang dilakukan dari 26 Oktober-15 November 2009 itu, Qodari menjelaskan, surat kabar yang paling banyak menurunkan berita tentang Hatta Rajasa adalah Rakyat Merdeka 22,1%, Sindo 16,8%, dan Media Indonesia 18,8%.
"Tema terbesar yang diangkat, antara lain, ekonomi 14,1%, National Summit 12,8%, dan Saham PT Newmont NNT 9,4%," imbuhnya.
Sedang yang menurunkan artikel negatif adalah, Kompas 14,3%, Media Indonesia 3,6%, Republika 4,3% dan Rakyat Merdeka 9,1%. Adapun artikel negatif di Kompas mengenai program -program di National Summit.
Sedangkan sentimen negatif yang muncul di Republika adalah soal pembelian saham Newmont NNS dan di RM mengenai masalah gaji pejabat dan pemilihan ketua umum PAN.
"Riset media analisis ini, lanjut Qodari untuk memberi gambaran tentang respon publik terhadap tiga menteri yang diberi tugas untuk mengordinasi masing-masing menteri teknisnya yang terekam dalam pemberitaan media massa nasional," jelas Qodari.
Qodari juga menyampaikan alasan kemungkinan Hatta dinilai memiliki kecerdasan dalam mengemas isu-isu yang memiliki nilai berita tinggi. Terutama, melalui pernyataan pernyataannya yang bersifat gebrakan dan terobosan penting dalam menghadapi berbagai kebuntuan program.
"Secara umum publik juga menangkap kesan kuat bahwa Pak Hatta dengan para menteri di bawahnya lebih 'hidup' ketimbang menko lainnya dalam melakukan berbagai gebrakan dan terobosan. Sehingga, menteri perekonomian dinilai lebih kompak. Inilah antara lain salah satu kelebihan Pak Hatta yang memiliki kemampuan lobi dan koordinasi yang baik, disamping tentu saja pengalaman," klaim Qodari.
Sementara tentang metodologi riset yang digunakan dalam analisi media, Qodari menjelaskan, waktu pengumpulan data mulai 26 Oktober sampai 15 November 2009.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mengumpulkan semua artikel surat kabar yang menyebut nama Hatta Rajasa, Agung Laksono dan Djoko Suyanto.
"Yakni semua tulisan yang ada di surat kabar. Sedangkan fokus analisis pada lima kategori, frekuensi artikel, penempatan artikel, tema artikel, sentimen artikel, dan narasumber artikel dan di-breakdown sesuai dengan kebutuhan," urainya.
(ndr/nal)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 17:04 WIB
Patrialis: Jangan Salah Gunakan Kartu Akses Kemenkum HAM
-
Jumat, 10/02/2012 16:54 WIB
Izin Terbang Pilot Junkies Akan Dicabut Selamanya
-
Jumat, 10/02/2012 16:37 WIB
Setahun Lolos dari Sergapan, Maling Mobil Dibekuk Saat Terlelap Tidur
-
Jumat, 10/02/2012 16:33 WIB
Ini Dia Awal Kisah Komisi III Punya Akses Khusus ke Penjara
-
Jumat, 10/02/2012 16:27 WIB
Jaringan Abu Omar Masih Timbun Senjata Api di Tempat Lain
-
Jumat, 10/02/2012 11:36 WIB
Video Pelayan KFC Malaysia Pukul Pelanggan Beredar Luas
-
Jumat, 10/02/2012 15:59 WIB
Saingi Iran, Arab Saudi Ancam Kembangkan Senjata Nuklir
-
Jumat, 10/02/2012 14:37 WIB
Malaysia Tahan Pria Saudi yang Hina Nabi Muhammad
-
Jumat, 10/02/2012 15:29 WIB
2 Wanita Muda Ditemukan Tewas di Changi
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

