Minta Maaf pada Cak Nur
Harusnya Kapolri Juga Minta Maaf ke Kaban dan Chandra
Senin, 23/11/2009 10:03 WIB
Jakarta -
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso meminta maaf kepada keluarga Nurcholish Madjid (Cak Nur) karena mengaitkan nama Cak Nur dalam kasus Chandra M Hamzah. Mestinya, Kapolri juga meminta maaf kepada Chandra dan MS Kaban, yang juga dikait-kaitkannya.
"Kapolri itu sudah jujur mengakui salah, tapi seharusnya kemarin sekalian juga minta maaf kepada Pak Chandra, Pak Kaban," kata dosen PTIK Bambang Widodo Umar dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (23/11/2009).
Menurut Bambang, permintaan maaf kepada keluarga Cak Nur menandakan Kapolri telah mengakui tuduhan kepada Chandra M Hamzah dan MS Kaban tidak terbukti. Mestinya, saat itu juga Kapolri melakukan hal yang sama kepada MS Kaban dan Chandra M Hamzah.
"Seyogyanya jangan hanya kepada keluarga Cak Nur, permintaan maaf berarti tuduhan pengaitan tersebut tidak benar," jelas pensiunan perwira menengah Polri ini.
Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Salah satu dugaan Kapolri, karena Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kedekatan ini terkait keberadaan Cak Nur.
Memang, dalam raker itu Kapolri menyebut inisial-inisial MK, CMH, dan N. Kapolri menyebut MK sebagai pimpinan sebuah departemen yang kini tak menjabat lagi. CMH sebagai pimpinan KPK, dan N merupakan bapak dan tokoh yang sangat dihormati.
Inisial MK dibuka oleh anggota FDIP Gayus Lumbuun. Sedangkan CMH sudah diketahui bahwa itu inisial Chandra. Lantas N? Informasi yang beredar N merupakan inisial Nurcholish Madjid alias Cak Nur.
Bagaimana Kapolri mengaitkan hubungan Chandra, MS Kaban, dan Cak Nur? Informasi yang didapatkan detikcom, Kapolri menduga Chandra memiliki utang jasa terhadap Kaban, karena diperkenalkan dengan Nadia Madjid, putri Cak Nur. Lewat Kaban, akhirnya Chandra pun menikahi Nadia pada 1994 silam, meski akhirnya kedua pasangan ini bercerai. Dengan cerita inilah, Kapolri menduga Chandra tidak memproses kasus Kaban itu.
Baik Chandra, keluarga Cak Nur maupun Kaban, telah menyangkal keterangan Kapolri. Kapolri juga telah meminta maaf atas insiden di raker itu pada keluarga Cak Nur, Jumat malam 20 November. Istri alm Cak Nur, Omi Komaria, menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap masalah telah selesai. (ape/nrl)
"Kapolri itu sudah jujur mengakui salah, tapi seharusnya kemarin sekalian juga minta maaf kepada Pak Chandra, Pak Kaban," kata dosen PTIK Bambang Widodo Umar dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (23/11/2009).
Menurut Bambang, permintaan maaf kepada keluarga Cak Nur menandakan Kapolri telah mengakui tuduhan kepada Chandra M Hamzah dan MS Kaban tidak terbukti. Mestinya, saat itu juga Kapolri melakukan hal yang sama kepada MS Kaban dan Chandra M Hamzah.
"Seyogyanya jangan hanya kepada keluarga Cak Nur, permintaan maaf berarti tuduhan pengaitan tersebut tidak benar," jelas pensiunan perwira menengah Polri ini.
Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Salah satu dugaan Kapolri, karena Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kedekatan ini terkait keberadaan Cak Nur.
Memang, dalam raker itu Kapolri menyebut inisial-inisial MK, CMH, dan N. Kapolri menyebut MK sebagai pimpinan sebuah departemen yang kini tak menjabat lagi. CMH sebagai pimpinan KPK, dan N merupakan bapak dan tokoh yang sangat dihormati.
Inisial MK dibuka oleh anggota FDIP Gayus Lumbuun. Sedangkan CMH sudah diketahui bahwa itu inisial Chandra. Lantas N? Informasi yang beredar N merupakan inisial Nurcholish Madjid alias Cak Nur.
Bagaimana Kapolri mengaitkan hubungan Chandra, MS Kaban, dan Cak Nur? Informasi yang didapatkan detikcom, Kapolri menduga Chandra memiliki utang jasa terhadap Kaban, karena diperkenalkan dengan Nadia Madjid, putri Cak Nur. Lewat Kaban, akhirnya Chandra pun menikahi Nadia pada 1994 silam, meski akhirnya kedua pasangan ini bercerai. Dengan cerita inilah, Kapolri menduga Chandra tidak memproses kasus Kaban itu.
Baik Chandra, keluarga Cak Nur maupun Kaban, telah menyangkal keterangan Kapolri. Kapolri juga telah meminta maaf atas insiden di raker itu pada keluarga Cak Nur, Jumat malam 20 November. Istri alm Cak Nur, Omi Komaria, menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap masalah telah selesai. (ape/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 15:27 WIB
Hujan Angin Tumbangkan Pohon di Cilandak
-
Jumat, 10/02/2012 15:19 WIB
Demokrat Persilakan BK DPR Periksa Nasir Soal Pertemuan dengan Nazar
-
Jumat, 10/02/2012 15:19 WIB
Mengaku Didukung SBY & Anas, Walikota Makassar Maju Gubernur Sulsel
-
Jumat, 10/02/2012 15:19 WIB
ABG Tewas Ditusuk Pria Tak Dikenal di Cilincing
-
Jumat, 10/02/2012 15:05 WIB
INACA: Narkoba Bukan Gaya Hidup Pilot
-
Jumat, 10/02/2012 11:36 WIB
Video Pelayan KFC Malaysia Pukul Pelanggan Beredar Luas
-
Jumat, 10/02/2012 14:37 WIB
Malaysia Tahan Pria Saudi yang Hina Nabi Muhammad
-
Jumat, 10/02/2012 14:39 WIB
Megawati Sindir Kapolri dan Jaksa Agung yang Tak Hadiri Acara PDIP
-
Jumat, 10/02/2012 12:50 WIB
Duh, Gadis Tuli Diperkosa & Dijadikan Budak Hampir 10 Tahun
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 857.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

