Kasus Bibit & Chandra
7 Pimpinan Lembaga Negara Yakin SBY Ambil Keputusan Bijak
Senin, 23/11/2009 17:13 WIB
Jakarta -
Sikap Presiden SBY terkait kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah mengundang perhatian beberapa lembaga negara. 7 Pimpinan lembaga negara yakin SBY akan mengeluarkan putusan yang bijak.
"Keputusan Presiden nanti malam kita yakin Presiden sudah punya jawaban yang betul. Kita yakin Presiden punya bahan. Kita yakin presiden punya keputusan bijak," kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat menggelar jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Dalam kesempatan itu, hadir pula 6 pimpinan lembaga lainnya. Mereka adalah Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, dan Ketua Komisi Yusial (KY) Busyro Muqoddas, Sekjen Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Dharma Bhakti dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa.
7 Pimpinan lembaga negara juga menginginkan adanya reformasi hukum sesegera mungkin. Namun, Mahfud tidak menjelaskan lebih lanjut seperti apa reformasi yang dimaksud. Menurutnya, konsep soal reformasi penegakan hukum akan dijabarkan sesuai kewenangan lembaga yang masing-masing.
"Kita menyerahkan kepada Presiden yang sistematis dan pas. Kita punya posisi masing-masing," imbuhnya.
Mahfud juga menegaskan, lima pimpinan lembaga negara sepakat untuk tidak mempengaruhi keputusan Presiden SBY. "Kita tidak mendorong keputusan Presiden seperti apa ke arah mana," tutup Mahfud.
(ape/iy)
"Keputusan Presiden nanti malam kita yakin Presiden sudah punya jawaban yang betul. Kita yakin Presiden punya bahan. Kita yakin presiden punya keputusan bijak," kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat menggelar jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Dalam kesempatan itu, hadir pula 6 pimpinan lembaga lainnya. Mereka adalah Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, dan Ketua Komisi Yusial (KY) Busyro Muqoddas, Sekjen Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Dharma Bhakti dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa.
7 Pimpinan lembaga negara juga menginginkan adanya reformasi hukum sesegera mungkin. Namun, Mahfud tidak menjelaskan lebih lanjut seperti apa reformasi yang dimaksud. Menurutnya, konsep soal reformasi penegakan hukum akan dijabarkan sesuai kewenangan lembaga yang masing-masing.
"Kita menyerahkan kepada Presiden yang sistematis dan pas. Kita punya posisi masing-masing," imbuhnya.
Mahfud juga menegaskan, lima pimpinan lembaga negara sepakat untuk tidak mempengaruhi keputusan Presiden SBY. "Kita tidak mendorong keputusan Presiden seperti apa ke arah mana," tutup Mahfud.
(ape/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 10/02/2012 07:44 WIB
BK DPR Tunggu Aduan Sebelum Periksa Nasir
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:48 WIB
Otak Pelaku Kaburnya 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Ditangkap
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 06:06 WIB
Erry Riyana Bantu Afghanistan Atasi Masalah Korupsi
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 06:48 WIB
Otak Pelaku Kaburnya 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Ditangkap
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

