Duga RSUD Buleleng Sengaja Jual VAR, DPRD Bali Desak Pemprov Selidiki
Selasa, 24/11/2009 17:12 WIB
Ilustrasi (dok Reuters)
Denpasar -
RSUD Buleleng bakal dijatuhi sanksi setelah menjual vaksin anti rabies (VAR). Namun, DPRD Bali mendesak Pemprov memeriksa rumah sakit lebih serius. Rumah sakit diduga sengaja menjual vaksin untuk meraih keuntungan.
"Indikasi RSUD Buleleng menjual VAR sangat kuat. Harus diselidiki secara serius siapa yang bersalah dalam kasus ini," kata Wakil Ketua Komisi IV Ketut Karyasa Adnyana saat berbincang-bincang dengan detikcom via telepon, Senin (24/11/2009).
Diketahui, RSUD Buleleng menjual VAR seharga Rp 188 ribu kepada pasien yang tengah menjalani tahapan vaksinasi. Saat berobat, pasien disarankan membeli VAR di apotek Giri Putri yang dikelola oleh koperasi karyawan rumah sakit.
Karyasa menjelaskan beberapa kejanggalan yang terjadi dalam kasus jual beli VAR di RSUD Buleleng. "Hanya apotik besar yang memiliki standarisasi penyimpanan VAR. Penyimpanan VAR hanya dimiliki oleh rumah sakit. Tidak sembarangan apotek diberikan menjual VAR. Ini kejanggalan yang perlu ditindaklanjuti," kata Karyasa.
Kejanggalan lain adalah Dirut RSUD Buleleng segera mengembalikan uang pasien yang digunakan untuk membeli VAR seharga Rp 188 ribu setelah kasus jual beli VAR terbongkar.
Atas dasar kecurigaan itulah, DPRD Bali mendesak Pemprov Bali lebih serius memeriksa kasus jual beli VAR di RSUD Buleleng ini lebih serius. "Kalau tidak ada langkah jelas dari Pemprov Bali, kita secepatnya memanggil Dinkes Bali untuk meminta penjelasan," katanya.
Karyasa berharap kasus ini diusut tuntas agar program Bali bebas rabies pada 2012 akan tergangu oleh oknum-oknum yang sengaja mencari keuntungan. (gds/nwk)
"Indikasi RSUD Buleleng menjual VAR sangat kuat. Harus diselidiki secara serius siapa yang bersalah dalam kasus ini," kata Wakil Ketua Komisi IV Ketut Karyasa Adnyana saat berbincang-bincang dengan detikcom via telepon, Senin (24/11/2009).
Diketahui, RSUD Buleleng menjual VAR seharga Rp 188 ribu kepada pasien yang tengah menjalani tahapan vaksinasi. Saat berobat, pasien disarankan membeli VAR di apotek Giri Putri yang dikelola oleh koperasi karyawan rumah sakit.
Karyasa menjelaskan beberapa kejanggalan yang terjadi dalam kasus jual beli VAR di RSUD Buleleng. "Hanya apotik besar yang memiliki standarisasi penyimpanan VAR. Penyimpanan VAR hanya dimiliki oleh rumah sakit. Tidak sembarangan apotek diberikan menjual VAR. Ini kejanggalan yang perlu ditindaklanjuti," kata Karyasa.
Kejanggalan lain adalah Dirut RSUD Buleleng segera mengembalikan uang pasien yang digunakan untuk membeli VAR seharga Rp 188 ribu setelah kasus jual beli VAR terbongkar.
Atas dasar kecurigaan itulah, DPRD Bali mendesak Pemprov Bali lebih serius memeriksa kasus jual beli VAR di RSUD Buleleng ini lebih serius. "Kalau tidak ada langkah jelas dari Pemprov Bali, kita secepatnya memanggil Dinkes Bali untuk meminta penjelasan," katanya.
Karyasa berharap kasus ini diusut tuntas agar program Bali bebas rabies pada 2012 akan tergangu oleh oknum-oknum yang sengaja mencari keuntungan. (gds/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 12:30 WIB
Kecelakaan Bus di Majalengka Diduga Akibat Rem Blong
-
Minggu, 12/02/2012 12:16 WIB
Kecelakaan Bus di Majalengka, Sopir Diamankan di Polsek Kadipaten
-
Minggu, 12/02/2012 12:14 WIB
Bus Karunia Bakti Masih Beroperasi di Garut
-
Minggu, 12/02/2012 12:11 WIB
Kapolres Majalengka: Korban Tewas Kecelakaan Bus 2 Orang, Korban Luka 12
-
Minggu, 12/02/2012 12:03 WIB
Pantau Lapas, Wamenkum HAM Perbanyak Monitor CCTV di Ruang Kerja
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 11:38 WIB
Bus Tabrak Delman, Motor dan Truk di Majalengka, 3 Orang Tewas
-
522 Komentar
-
438 Komentar
-
374 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

