Buyung: Beri Arahan Seperti Susno, Jampidsus Juga Harus Tanggung Jawab!
Rabu, 25/11/2009 09:00 WIB
Jakarta -
Tidak hanya Kabareskrim Pol Komjen Susno Duadji, sejumlah pejabat di Kejasaan Agung (Kejagung) juga harus dicopot karena terbukti lalai dalam penanganan kasus Bibit dan Chandra. Salah satunya adalah Jampidsus Marwan Effendi.
"Jaksa juga harus bertanggung jawab karena ikut memberi arahan. Di Kejaksaan arahan kan diberikan oleh Jampidsus, dia harus bertanggung jawab," kata mantan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution, saat berbincang lewat telepon, Rabu (25/11/2009).
Menurut anggota Wantimpres ini, Marwan adalah pihak yang berperan serupa dengan Susno dalam kasus yang diduga rekayasa tersebut. Mereka mengarahkan anak buahnya agar terus memproses Chandra dan Bibit, meski bukti-bukti tidak mendukung.
Buyung juga ikut mendesak Jaksa Agung dan Kapolri untuk mundur dari jabatannya. Hal ini dirasa perlu sesuai dengan arahan Presiden SBY untuk melakukan perbaikan dan reposisi di tubuh lembaga penegak hukum.
"Kalau secara hierarkis, yang disarankan untuk pembenahan sebagai pucuk tertinggi ya Kapolri dan Jaksa Agung," tegasnya.
Sementara itu, Buyung menilai masih adanya budaya 'asal bapak senang' dalam penanganan kasus Chandra dan Bibit. Para penyidik dan jaksa peneliti yang sebetulnya cukup profesional dipaksa untuk bekerja sesuai dengan arahan pimpinan sehingga terbawa arus buruk.
"Padahal seharusnya seorang penyidik itu dalam kepalanya kosong, bukan sudah ditentukan dulu siapa tersangkanya dan apa perkaranya. Baru dicari-cari kesalahannya," tutup Buyung.
(mad/nrl)
"Jaksa juga harus bertanggung jawab karena ikut memberi arahan. Di Kejaksaan arahan kan diberikan oleh Jampidsus, dia harus bertanggung jawab," kata mantan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution, saat berbincang lewat telepon, Rabu (25/11/2009).
Menurut anggota Wantimpres ini, Marwan adalah pihak yang berperan serupa dengan Susno dalam kasus yang diduga rekayasa tersebut. Mereka mengarahkan anak buahnya agar terus memproses Chandra dan Bibit, meski bukti-bukti tidak mendukung.
Buyung juga ikut mendesak Jaksa Agung dan Kapolri untuk mundur dari jabatannya. Hal ini dirasa perlu sesuai dengan arahan Presiden SBY untuk melakukan perbaikan dan reposisi di tubuh lembaga penegak hukum.
"Kalau secara hierarkis, yang disarankan untuk pembenahan sebagai pucuk tertinggi ya Kapolri dan Jaksa Agung," tegasnya.
Sementara itu, Buyung menilai masih adanya budaya 'asal bapak senang' dalam penanganan kasus Chandra dan Bibit. Para penyidik dan jaksa peneliti yang sebetulnya cukup profesional dipaksa untuk bekerja sesuai dengan arahan pimpinan sehingga terbawa arus buruk.
"Padahal seharusnya seorang penyidik itu dalam kepalanya kosong, bukan sudah ditentukan dulu siapa tersangkanya dan apa perkaranya. Baru dicari-cari kesalahannya," tutup Buyung.
(mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

