Gong Perdamaian Dunia Disambut Demo Pengungsi dan Mahasiswa
Rabu, 25/11/2009 12:32 WIB
Ambon -
Gong Perdamaian Dunia (GPD) yang beberapa jam lalu ditabuh Preiden SBY, disambut aksi demonstrasi pengungsi Maluku. Mereka mendesak pemerintah serius menangani masalah pengungsian di Maluku.
Sekitar 50-an pengungsi yang tergabung dalam Koalisi Pengungsi Maluku datang dari berbagai lokasi di Ambon melakukan aksinya di ruas Jl. Pattimura atau sekitar 500 meter dari kawasan Taman Pelita, Lokasi dimana GPD diresmikan Presiden SBY, Rabu (25/11/2009).
Sambil membentangkan spanduk dan poster, para pengungsi yang sebagian besar adalah para ibu-ibu ini, menuntut penyelesaian hak-hak mereka sebagaimana yang sudah diterima pengungsi lain di Maluku. "Kami sudah menderita hampir tujuh tahun. Tapi pemerintah tidak serius menangani nasib kami," teriak salah satu pengungsi.
Menariknya, sebuah spanduk yang dibentangkan bertuliskan, Gong Perdamaian Dunia, adalah Gong Kematian Pengungsi di Maluku.
Menurut koalisi pengungsi, cara penanganan pengungsi di Maluku telah menimbulkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). "Pemda Maluku sudah mengabaikan hak-hak pengungsi yang telah menderita fisik maupun pshikis sejak tahun 1999 lalu," ujar koordinator koalisi pengungsi, Pieter Pattiwaelapia, kepada detikcom, disela-sela demo.
Para pengungsi juga meminta semua pihak termasuk para duta negara sahabat yang menghadiri perayaan perdamaian dunia, untuk memberikan perhatian dan keberpihaknnya terhadap penyelesaian persoalan pengungsi di Maluku.
Aksi pengungsi ini juga mendapat kawalan ketat TNI-Polri bersenjata lengkap.
Demo FPPI
Di tempat lain, Front Pemuda pejuang Indonesia (FPPI) Kota Ambon, juga melakukan aksi demo. Mereka beraksi di perempatan jalan Ay-Patty, AM. Sangadji, Sultan Babbulah dan Yos Sudarso. Bahkan aksi mereka sempat memacetkan arus lalu lintas.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam FPPI ini, memprotes pelaksanaan Gong Perdamaian Dunia di Ambon. Menurut para pendemo dalam selebaran yang dibagikan ke wartawan, kegiatan GPD, yang diresmikan Preiden SBY, hanya rekayasa kapitalisme global. Para pendemo menolak Gong Perdamaian di Maluku. Bahkan mereka meminta aparat keamanan mengusut tuntas pelaku kerusuhan Ambon 1999, menjunjung tinggi butir-butir kesepakatan Malino II dan menolak segala bentuk kapiltalisme asing ke Maluku.
Aksi para mahasiswa ini menapat kawalan ketat ratusan TNI-Polri. Bahkan sejumlah mobil barakuda juga disiapkan di ruas Jl. Ay. Patty.
(han/djo)
Sekitar 50-an pengungsi yang tergabung dalam Koalisi Pengungsi Maluku datang dari berbagai lokasi di Ambon melakukan aksinya di ruas Jl. Pattimura atau sekitar 500 meter dari kawasan Taman Pelita, Lokasi dimana GPD diresmikan Presiden SBY, Rabu (25/11/2009).
Sambil membentangkan spanduk dan poster, para pengungsi yang sebagian besar adalah para ibu-ibu ini, menuntut penyelesaian hak-hak mereka sebagaimana yang sudah diterima pengungsi lain di Maluku. "Kami sudah menderita hampir tujuh tahun. Tapi pemerintah tidak serius menangani nasib kami," teriak salah satu pengungsi.
Menariknya, sebuah spanduk yang dibentangkan bertuliskan, Gong Perdamaian Dunia, adalah Gong Kematian Pengungsi di Maluku.
Menurut koalisi pengungsi, cara penanganan pengungsi di Maluku telah menimbulkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). "Pemda Maluku sudah mengabaikan hak-hak pengungsi yang telah menderita fisik maupun pshikis sejak tahun 1999 lalu," ujar koordinator koalisi pengungsi, Pieter Pattiwaelapia, kepada detikcom, disela-sela demo.
Para pengungsi juga meminta semua pihak termasuk para duta negara sahabat yang menghadiri perayaan perdamaian dunia, untuk memberikan perhatian dan keberpihaknnya terhadap penyelesaian persoalan pengungsi di Maluku.
Aksi pengungsi ini juga mendapat kawalan ketat TNI-Polri bersenjata lengkap.
Demo FPPI
Di tempat lain, Front Pemuda pejuang Indonesia (FPPI) Kota Ambon, juga melakukan aksi demo. Mereka beraksi di perempatan jalan Ay-Patty, AM. Sangadji, Sultan Babbulah dan Yos Sudarso. Bahkan aksi mereka sempat memacetkan arus lalu lintas.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam FPPI ini, memprotes pelaksanaan Gong Perdamaian Dunia di Ambon. Menurut para pendemo dalam selebaran yang dibagikan ke wartawan, kegiatan GPD, yang diresmikan Preiden SBY, hanya rekayasa kapitalisme global. Para pendemo menolak Gong Perdamaian di Maluku. Bahkan mereka meminta aparat keamanan mengusut tuntas pelaku kerusuhan Ambon 1999, menjunjung tinggi butir-butir kesepakatan Malino II dan menolak segala bentuk kapiltalisme asing ke Maluku.
Aksi para mahasiswa ini menapat kawalan ketat ratusan TNI-Polri. Bahkan sejumlah mobil barakuda juga disiapkan di ruas Jl. Ay. Patty.
(han/djo)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 21:01 WIB
24 Jam Setelah Kecelakaan Bus Maut, Jalan Raya Cisarua Ramai Lancar
-
Sabtu, 11/02/2012 20:38 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Jalani Tes Urine, Hasil Negatif
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 19:40 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Jadi Tersangka, Dijerat UU Lantas
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Laporan dari Den Haag
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
369 Komentar
-
248 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

