Susno Dicopot
Anies: Hentikan Kasus Bibit-Chandra Segera
Rabu, 25/11/2009 14:41 WIB
Jakarta -
Susno Duadji resmi dicopot Polri dari posisinya sebagai Kabareskrim. Diduga kuat ini sebagai langkah Polri menanggapi pidato Presiden SBY. Tapi yang cukup penting juga yakni penghentian kasus Bibit Samad Rinato dan Chandra M Hamzah.
"Kalau kita, sebagai mantan anggota Tim 8, meminta kasus ini dihentikan langsung. Kita ingin keadilan ditegakkan, termasuk siapa yang bertanggung jawab atas pengusutan kasus Bibit-Chandra, karena ini menyangkut nasib orang," jelas mantan anggota Tim 8 Anies Baswedan melalui telepon, Rabu (25/11/2009).
Pencopotan Susno, menurut Anies, sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. "Kalau menurut polisi ini yang bertanggung jawab, ya tidak masalah. Polisi yang menentukan," tambahnya.
Dalam rekomendasi, Tim 8 tidak menyebut nama, hanya memang antara lain yang disebutkan yakni penghentian kasus, yang kedua pemberian sanksi kepada orang yang bertanggung jawab.
"Siapanya itu, presiden dan Kejaksaan Agung, serta kepolisian yang menentukan. Kita tidak menyebut orang satu persatu. Kita ingin keadilan ditegakkan," terangnya.
Dia juga menyayangkan langkah kepolisian dan kejaksaan yang terlalu lama melakukan langkah penghentian kasus Bibit-chandra, semestinya bisa dengan sigap diputuskan tidak perlu menunggu 2 minggu.
"Saya sih melihat harus cepat, jangan bangsa Indonesia habis energinya untuk mengurusi masalah ini. Kalau bisa mengurusi persoalan lain yang lebih penting," tutupnya.
(ndr/iy)
"Kalau kita, sebagai mantan anggota Tim 8, meminta kasus ini dihentikan langsung. Kita ingin keadilan ditegakkan, termasuk siapa yang bertanggung jawab atas pengusutan kasus Bibit-Chandra, karena ini menyangkut nasib orang," jelas mantan anggota Tim 8 Anies Baswedan melalui telepon, Rabu (25/11/2009).
Pencopotan Susno, menurut Anies, sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. "Kalau menurut polisi ini yang bertanggung jawab, ya tidak masalah. Polisi yang menentukan," tambahnya.
Dalam rekomendasi, Tim 8 tidak menyebut nama, hanya memang antara lain yang disebutkan yakni penghentian kasus, yang kedua pemberian sanksi kepada orang yang bertanggung jawab.
"Siapanya itu, presiden dan Kejaksaan Agung, serta kepolisian yang menentukan. Kita tidak menyebut orang satu persatu. Kita ingin keadilan ditegakkan," terangnya.
Dia juga menyayangkan langkah kepolisian dan kejaksaan yang terlalu lama melakukan langkah penghentian kasus Bibit-chandra, semestinya bisa dengan sigap diputuskan tidak perlu menunggu 2 minggu.
"Saya sih melihat harus cepat, jangan bangsa Indonesia habis energinya untuk mengurusi masalah ini. Kalau bisa mengurusi persoalan lain yang lebih penting," tutupnya.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
424 Komentar
-
369 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

