Depag Harus Reformasi Penyelenggaraan Haji
Kamis, 26/11/2009 17:17 WIB
Jakarta -
Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Departemen Agama (Depag) belum sungguh-sungguh melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Mahalnya biaya haji tahun ini dinilai tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima oleh para jemaah.
"Depag harus lakukan reformasi penyelenggaraan ibadah haji," ujar Koordinator Divisi Pusat Data dan Analisa ICW, Firdaus Ilyas di kantornya Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2009).
Firdaus menuturkan, permasalahan haji terlihat dari buruknya pelayanan yang diberikan oleh Depag. Misalnya lokasi pemondokan yang jauh dari Masjidil Haram, transportasi jarang, harga katering mahal dan tempat pengobatan sulit diakses.
"Biaya haji yang fantastis untuk kualitas dan perlindungan jamaah yang buruk," sindir Firdaus.
Firdaus juga mengkritisi tata kelola haji yang terkesan tertutup. Partisipasi publik dalam pembuatan dan pemantauan kebijakan dibatasi. Tidak ada penjelasan mengenai komponen-komponen yang akan dibiayai oleh calon jemaah. "Pengadaan seperti obat, perlengkapan jemaah calon haji dan katering tertutup," lanjutnya.
Untuk lima tahun ke depan dengan menteri baru, Firdaus berharap agar Depag dapat segera berbenah diri. Jangan sampai tiap tahun persoalan haji selalu muncul dengan persoalan yang sama. "Kita harap dibawah Suryadarma Ali Depag ada perbaikan," katanya.
Kelebihan Biaya Haji Rp 899 Miliar
Firdaus juga menuturkan soal kelebihan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2009 sebesar Rp 899 miliar. Jumlah ini menurutnya diperoleh dari 190.460 jamaah haji reguler, dengan kelebihan 4,7 juta per-jamaah.
"Kelebihan biaya haji tahun 2009, Rp 899 miliar," terang Firdaus
Menurut Firdaus, kelebihan biaya jamaah haji ini disebabkan oleh dua hal. Pertama kelebihan biaya penerbangan aktual sebesar US$ 115 per jamaah, ditambah kelebihan biaya operasional sebesar US$ 382,26 per jamaah.
"Ini merugikan jamaah sebesar US$ 497,26 perjamaah setara dengan 4,7 juta," kata Firdaus.
Dari total kelebihan biaya haji ini, Firdaus enggan menjelaskan apakah sudah ada dugaan korupsi dalam penyelenggraan haji tahun ini. "Sekarang Depag masih belum tutup buku," elaknya.
(did/Rez)
"Depag harus lakukan reformasi penyelenggaraan ibadah haji," ujar Koordinator Divisi Pusat Data dan Analisa ICW, Firdaus Ilyas di kantornya Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2009).
Firdaus menuturkan, permasalahan haji terlihat dari buruknya pelayanan yang diberikan oleh Depag. Misalnya lokasi pemondokan yang jauh dari Masjidil Haram, transportasi jarang, harga katering mahal dan tempat pengobatan sulit diakses.
"Biaya haji yang fantastis untuk kualitas dan perlindungan jamaah yang buruk," sindir Firdaus.
Firdaus juga mengkritisi tata kelola haji yang terkesan tertutup. Partisipasi publik dalam pembuatan dan pemantauan kebijakan dibatasi. Tidak ada penjelasan mengenai komponen-komponen yang akan dibiayai oleh calon jemaah. "Pengadaan seperti obat, perlengkapan jemaah calon haji dan katering tertutup," lanjutnya.
Untuk lima tahun ke depan dengan menteri baru, Firdaus berharap agar Depag dapat segera berbenah diri. Jangan sampai tiap tahun persoalan haji selalu muncul dengan persoalan yang sama. "Kita harap dibawah Suryadarma Ali Depag ada perbaikan," katanya.
Kelebihan Biaya Haji Rp 899 Miliar
Firdaus juga menuturkan soal kelebihan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2009 sebesar Rp 899 miliar. Jumlah ini menurutnya diperoleh dari 190.460 jamaah haji reguler, dengan kelebihan 4,7 juta per-jamaah.
"Kelebihan biaya haji tahun 2009, Rp 899 miliar," terang Firdaus
Menurut Firdaus, kelebihan biaya jamaah haji ini disebabkan oleh dua hal. Pertama kelebihan biaya penerbangan aktual sebesar US$ 115 per jamaah, ditambah kelebihan biaya operasional sebesar US$ 382,26 per jamaah.
"Ini merugikan jamaah sebesar US$ 497,26 perjamaah setara dengan 4,7 juta," kata Firdaus.
Dari total kelebihan biaya haji ini, Firdaus enggan menjelaskan apakah sudah ada dugaan korupsi dalam penyelenggraan haji tahun ini. "Sekarang Depag masih belum tutup buku," elaknya.
(did/Rez)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
424 Komentar
-
369 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

