Iklan Pemfitnah SBY Go To Hell
Dinilai Hanya Cari Muka, Berharap 'Sesuatu' dari SBY
Minggu, 29/11/2009 10:43 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Pemasang iklan 'Go to Hell Pemfitnah SBY' dinilai hanya menjilat dan mencari muka. Pemasang juga dinilai berharap 'sesuatu' dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kalau itu ada yang menganggap bahan tertawaan, ada yang menganggap serius. Saya menduga ini orang yang menjilat, cari muka," ujar pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando ketika berbincang dengan detikcom, Sabtu (29/11/2009).
Dilihat dari iklannya yang hanya satu kolom, Ade mengatakan iklan itu tidak akan berpengaruh apa pun karena sekarang bukan masa kampanye. Ade juga menilai orang itu hanya ingin diketahui eksistensinya sebagai pembela SBY dengan memasang iklan. Ada 'imbalan' yang diharapkannya.
"Saya duga tujuannya membuat orang tahu bahwa dia pembela SBY. Barangkali berharap mendapatkan sesuatu dari dukungannya. Kalau dia pengusaha, ingin terlihat berperan dalam membela SBY. Harapannya dapat konsesi macam-macam, yang bernilai ekonomi," imbuh mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu.
Dari segi bahasa, kata 'go to hell' sendiri untuk iklan tidak terlalu vulgar. Mengingat Presiden Soekarno pernah menggunakan kata 'go to hell' ini sebagai reaksi penolakannya atas bantuan dari luar negeri, 'Go to hell with your aid'. Namun demikian, pemasang iklan itu dinilai tidak berwibawa.
"Makin menunjukkan bahwa betapa tidak berartinya pembelaan dia ini. Kayak buang uang saja (pasang iklan). Saya yakin kelompok inner circle-nya SBY tidak akan menganggap ini serius. Pos Kota juga tidak ingin terlihat seperti media propagandanya SBY," tandas Ade.
Sebelumnya diberitakan, iklan yang memberikan dukungan kepada Presiden SBY muncul di Harian Pos Kota terbitan Sabtu 28 November 2009. Iklan tersebut mengecam pembuat fitnah terhadap SBY. Namun tidak dijelaskan fitnah apa yang dimaksud.
Iklan itu memang tidak dibuat dalam skala besar, namun kecil saja. Tepatnya seukuran 1 kolom. Iklan hitam putih itu terpampang pada kolom paling kiri halaman 3A. Pemasang adalah PT Asiamaju Selaras yang beralamat di Wisma PEDE, Jl MT Haryono, Kavling 17, Jakarta.
Iklan tersebut bergambar separuh badan SBY yang mengenakan jas dan berpeci. Dalam iklan itu tertera tulisan 'SBY Harapan Baru'. Pada bagian bawah tulisan itu tertulis kalimat 'Semoga Sumber Fitnah di Bumi ini Go To Hell, Amin.'
Harian Pos Kota mengaku hanya akan menerbitkan iklan itu satu hari saja, hari Sabtu kemarin dan akan mengevaluasi materi iklannya.
(nwk/iy)
"Kalau itu ada yang menganggap bahan tertawaan, ada yang menganggap serius. Saya menduga ini orang yang menjilat, cari muka," ujar pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando ketika berbincang dengan detikcom, Sabtu (29/11/2009).
Dilihat dari iklannya yang hanya satu kolom, Ade mengatakan iklan itu tidak akan berpengaruh apa pun karena sekarang bukan masa kampanye. Ade juga menilai orang itu hanya ingin diketahui eksistensinya sebagai pembela SBY dengan memasang iklan. Ada 'imbalan' yang diharapkannya.
"Saya duga tujuannya membuat orang tahu bahwa dia pembela SBY. Barangkali berharap mendapatkan sesuatu dari dukungannya. Kalau dia pengusaha, ingin terlihat berperan dalam membela SBY. Harapannya dapat konsesi macam-macam, yang bernilai ekonomi," imbuh mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu.
Dari segi bahasa, kata 'go to hell' sendiri untuk iklan tidak terlalu vulgar. Mengingat Presiden Soekarno pernah menggunakan kata 'go to hell' ini sebagai reaksi penolakannya atas bantuan dari luar negeri, 'Go to hell with your aid'. Namun demikian, pemasang iklan itu dinilai tidak berwibawa.
"Makin menunjukkan bahwa betapa tidak berartinya pembelaan dia ini. Kayak buang uang saja (pasang iklan). Saya yakin kelompok inner circle-nya SBY tidak akan menganggap ini serius. Pos Kota juga tidak ingin terlihat seperti media propagandanya SBY," tandas Ade.
Sebelumnya diberitakan, iklan yang memberikan dukungan kepada Presiden SBY muncul di Harian Pos Kota terbitan Sabtu 28 November 2009. Iklan tersebut mengecam pembuat fitnah terhadap SBY. Namun tidak dijelaskan fitnah apa yang dimaksud.
Iklan itu memang tidak dibuat dalam skala besar, namun kecil saja. Tepatnya seukuran 1 kolom. Iklan hitam putih itu terpampang pada kolom paling kiri halaman 3A. Pemasang adalah PT Asiamaju Selaras yang beralamat di Wisma PEDE, Jl MT Haryono, Kavling 17, Jakarta.
Iklan tersebut bergambar separuh badan SBY yang mengenakan jas dan berpeci. Dalam iklan itu tertera tulisan 'SBY Harapan Baru'. Pada bagian bawah tulisan itu tertulis kalimat 'Semoga Sumber Fitnah di Bumi ini Go To Hell, Amin.'
Harian Pos Kota mengaku hanya akan menerbitkan iklan itu satu hari saja, hari Sabtu kemarin dan akan mengevaluasi materi iklannya.
(nwk/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
437 Komentar
-
375 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

