Laporan Haji
Lempar Jamrah Nafar Awal Berakhir Hari ini
Minggu, 29/11/2009 22:20 WIB
Makkah -
Proses lempar jamrah di Mina di hari ketiga ini sangat dipadati jamaah haji. Jamaah haji rela berjubel-jubel ini ingin segera menyelesaikan Nafar Awal. Namun, sejauh ini proses pelaksanaan lempar jamrah berjalan lancar.
Setelah melakukan proses jamrah Nafar Awal yang dimulai ba'da Salat Dzuhur hingga Salat Maghrib waktu setempat. Sebagian jamaah berjalan kaki menuju Masjidil Haram yang berjarak sekitar 8 kilometer untuk melakukan Tawaf (mengelilingi Ka'bah tujuh kali) dan Sa'i, yaitu berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah.
Sebagian besar jamaah haji sebelum melakukan Nafar Awal, terlebih dahulu mabit atau bermalam di daerah Mina selama tiga hari. Mereka terlihat bolak-balik setiap harinya antara Jamarat ke pemondokannya, namun ada pula yang langsung melakukan Tawaf atau Sa'i.
Sementara bagi jamaah yang tidak bisa mengerjakan Sholat Magrib, maka harus mabit satu malam lagi di Mina untuk melakukan Nafar Akhir atau Nafar Sani, yaitu melempar jamrah satu kali lagi, masing-masing tujuh lemparan untuk tiga lubang pelemparan, Ula, Wustho dan Aqobah.
Pantauan detikcom kegiatan ini terlihat padat, namun demikian semua arus gelombang kedatangan dan kepulangan dari tempat jamarat tampak lancar. Setiap menit, helikopter terus melakukan pemantauan. Jamarat sendiri yang dibangun lima lantai ini dipenuhi polisi dan tentara yang berjaga untuk mengatur demi ketertiban.
Jamarat yang bangunannya baru diperbaharui itu memiliki akses menuju pintu jamarat yang terdiri dari banyak jalur. Jalur-jalur itu mampu memecah arus jemaah ke banyak tempat. Cara ini mampu menghindarkan menumpuknya jemaah dalam satu tempat yang dapat menimbulkan kemacetan atau tabrakan sesama jemaah sebagaimana pernah terjadi pada masa lampau.
Bahkan saat terjadi gelombang massa yang sangat besar seperti terjadi Sabtu (28/11/2009) sore, aparat keamanan langsung melakukan sistem buka tutup Jamarat. Cara ini dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan massa di Jamarat sehingga memungkinkan pelontaran berjalan lancar.
Sementara petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertanggung jawab dalam operasional ibadah di Mina telah disebar ke berbagai penjuru Mina, terutama di jalan ujung setelah melontar jumrah. Mereka memantau kondisi jamarat dan memandu jamaah. Dengan panduan para petugas, jumlah jamaah yang tersesat dapat diminimalkan.
(zal/ddt)
Setelah melakukan proses jamrah Nafar Awal yang dimulai ba'da Salat Dzuhur hingga Salat Maghrib waktu setempat. Sebagian jamaah berjalan kaki menuju Masjidil Haram yang berjarak sekitar 8 kilometer untuk melakukan Tawaf (mengelilingi Ka'bah tujuh kali) dan Sa'i, yaitu berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah.
Sebagian besar jamaah haji sebelum melakukan Nafar Awal, terlebih dahulu mabit atau bermalam di daerah Mina selama tiga hari. Mereka terlihat bolak-balik setiap harinya antara Jamarat ke pemondokannya, namun ada pula yang langsung melakukan Tawaf atau Sa'i.
Sementara bagi jamaah yang tidak bisa mengerjakan Sholat Magrib, maka harus mabit satu malam lagi di Mina untuk melakukan Nafar Akhir atau Nafar Sani, yaitu melempar jamrah satu kali lagi, masing-masing tujuh lemparan untuk tiga lubang pelemparan, Ula, Wustho dan Aqobah.
Pantauan detikcom kegiatan ini terlihat padat, namun demikian semua arus gelombang kedatangan dan kepulangan dari tempat jamarat tampak lancar. Setiap menit, helikopter terus melakukan pemantauan. Jamarat sendiri yang dibangun lima lantai ini dipenuhi polisi dan tentara yang berjaga untuk mengatur demi ketertiban.
Jamarat yang bangunannya baru diperbaharui itu memiliki akses menuju pintu jamarat yang terdiri dari banyak jalur. Jalur-jalur itu mampu memecah arus jemaah ke banyak tempat. Cara ini mampu menghindarkan menumpuknya jemaah dalam satu tempat yang dapat menimbulkan kemacetan atau tabrakan sesama jemaah sebagaimana pernah terjadi pada masa lampau.
Bahkan saat terjadi gelombang massa yang sangat besar seperti terjadi Sabtu (28/11/2009) sore, aparat keamanan langsung melakukan sistem buka tutup Jamarat. Cara ini dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan massa di Jamarat sehingga memungkinkan pelontaran berjalan lancar.
Sementara petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertanggung jawab dalam operasional ibadah di Mina telah disebar ke berbagai penjuru Mina, terutama di jalan ujung setelah melontar jumrah. Mereka memantau kondisi jamarat dan memandu jamaah. Dengan panduan para petugas, jumlah jamaah yang tersesat dapat diminimalkan.
(zal/ddt)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 07/02/2012 13:49 WIB
KPK Berharap Angie Akan Berikan Keterangan Apa Adanya
-
Selasa, 07/02/2012 13:44 WIB
Patuhi Informasi Larangan Terbang, Pilot Lion Air Tidak Digaji
-
Selasa, 07/02/2012 13:42 WIB
PAN: Media Nggak Usah Disuruh-suruh Ramaikan Bursa Capres 2014
-
Selasa, 07/02/2012 13:29 WIB
Cegah Bentrok, Tapal Batas Riau-Sumut Akan Dibahas Kemendagri
-
Selasa, 07/02/2012 13:20 WIB
Jaga Ketersediaan Pangan, SBY Ajak Masyarakat Bercocok Tanam di Rumah
-
Selasa, 07/02/2012 11:22 WIB
Ini Cara 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Kabur
-
Selasa, 07/02/2012 11:25 WIB
Rekening Dibobol Rp 7,9 Juta Lewat ATM, Agus Lapor Polisi
-
Selasa, 07/02/2012 07:48 WIB
Jadi Tersangka, Angie Curahkan Perasaannya di Blog Pribadinya
-
Selasa, 07/02/2012 11:15 WIB
Resign Sebelum Kontrak Habis, Pilot Lion Air Didenda US$ 49 Ribu
-
224 Komentar
-
195 Komentar
-
178 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 604.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

