Minta Dibebaskan, Anggodo Siap Cabut Laporan Soal Penyadapan KPK
Senin, 30/11/2009 11:19 WIB
Jakarta -
Anggodo Widjojo minta kasus percobaan penyuapan yang saat ini ditangani di KPK dihentikan. Sebagai ganti, adik buron KPK Anggoro Widjojo tersebut siap mencabut laporan di kepolisian tentang penyadapan yang dilakukan KPK.
"Supaya benar-benar adil, jangan hanya perkara Bibit-Chandra yang dihentikan, tapi kasus yang di KPK juga," kata pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang, saat dihubungi lewat telepon, Senin (30/11/2009).
Jika itu dilakukan KPK, kata Bonaran, pihaknya siap mencabut perkara yang dilaporkan Anggodo pada tanggal 30 Oktober lalu tentang penyadapan yang dilakukan KPK. Menurut pria berkumis ini, KPK telah secara ilegal menyadap kliennya.
"Kalau diteruskan laporan itu kemungkinan dari KPK ada yang akan dijadikan tersangka lagi. Kan nggak akan selesai-selesai nanti?" tambahnya.
Sebagai langkah awal, Bonaran mengaku sudah menyampaikan surat pada Presiden SBY agar menghentikan juga seluruh kasus yang berkaitan dengan Bibit-Chandra. Ia juga akan mendatangi kepolisian untuk mengutarakan keinginannya mencabut laporan siang ini.
"Saya dan klien saya siap merelakan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa," tutupnya.
Pada tanggal 30 Oktober 2009, Anggodo datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik atas penyadapan yang dilakukan KPK. Ia mengaku merasa dizalimi atas penyadapan tersebut. Atas laporan ini pula, Polri memanggil 2 media yakni harian Kompas dan Seputar Indonesia untuk dimintai keterangan. (mad/iy)
"Supaya benar-benar adil, jangan hanya perkara Bibit-Chandra yang dihentikan, tapi kasus yang di KPK juga," kata pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang, saat dihubungi lewat telepon, Senin (30/11/2009).
Jika itu dilakukan KPK, kata Bonaran, pihaknya siap mencabut perkara yang dilaporkan Anggodo pada tanggal 30 Oktober lalu tentang penyadapan yang dilakukan KPK. Menurut pria berkumis ini, KPK telah secara ilegal menyadap kliennya.
"Kalau diteruskan laporan itu kemungkinan dari KPK ada yang akan dijadikan tersangka lagi. Kan nggak akan selesai-selesai nanti?" tambahnya.
Sebagai langkah awal, Bonaran mengaku sudah menyampaikan surat pada Presiden SBY agar menghentikan juga seluruh kasus yang berkaitan dengan Bibit-Chandra. Ia juga akan mendatangi kepolisian untuk mengutarakan keinginannya mencabut laporan siang ini.
"Saya dan klien saya siap merelakan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa," tutupnya.
Pada tanggal 30 Oktober 2009, Anggodo datang ke Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik atas penyadapan yang dilakukan KPK. Ia mengaku merasa dizalimi atas penyadapan tersebut. Atas laporan ini pula, Polri memanggil 2 media yakni harian Kompas dan Seputar Indonesia untuk dimintai keterangan. (mad/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 21:24 WIB
Braak! Mobil Walikota Depok Ditabrak Pemotor
-
Kamis, 09/02/2012 20:37 WIB
Pansel KPU-Bawaslu: Data Seleksi Sifatnya Rahasia
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 20:21 WIB
Ditanya Money Politics Kongres Demokrat, Ketua DPC Dumai Bingung
-
Kamis, 09/02/2012 20:20 WIB
Berkas Febri Penusuk Raafi Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 20:05 WIB
Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka
-
Kamis, 09/02/2012 19:39 WIB
Kuasa Hukum: 14 Saksi Tak Menyebut Anas Terlibat Wisma Atlet
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 857.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

