Hormati Presiden, Anggodo Cabut Laporan Kasus Bibit-Chandra
Senin, 30/11/2009 22:14 WIB
Jakarta -
Kubu Anggodo Widjojo akhirnya mencabut laporan tentang penyalahgunaan wewenang pimpinan KPK ke polisi. Pencabutan tersebut dilakukan untuk menghormati instruksi Presiden SBY.
"Kita ingin hormati instruksi presiden agar stabilitas keamanan dan demi terjaganya ketertiban umum yang harmonis," kata pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (30/11/2009).
Laporan Bonaran inilah yang menjadi dasar bagi polisi menjadikan dua pimpinan KPK, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah sebagai tersangka kasus penyalahgunaan wewenang.
Menurut Bonaran, Anggodo menginginkan agar kasus ini benar-benar selesai. Apabila kasus Bibit-Chandra dihentikan, maka hal itu juga berlaku bagi Anggodo.
"Supaya fair dan adil. Kami minta juga agar kasus Anggodo dan Anggoro baik di kepolisian, Kejaksaan, dan KPK juga ikut dihentikan," jelas dia.
Bonaran menyatakan, pihaknya tidak keberatan dengan permintaan penghentian kasus Bibit-Chandra oleh Presiden. "Kami sangat menghormati dan mendukung sikap Bapak Presiden, karena keinginan untuk tidak membawa perkara ke pengadilan," imbuh dia.
Sebelumnya, 10 Agustus Anggodo Cs melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang pimpinan KPK. Laporan ini berujung pada penetapan tersangka pada Bibit dan Chandra. Namun, kasus ini akhirnya dihentikan oleh kejaksaan. Rencananya, Selasa (1/12/2009), Kejagung akan mengumumkan secara resmi penghentian kasus Bibit dan Chandra.
(ape/asy)
"Kita ingin hormati instruksi presiden agar stabilitas keamanan dan demi terjaganya ketertiban umum yang harmonis," kata pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (30/11/2009).
Laporan Bonaran inilah yang menjadi dasar bagi polisi menjadikan dua pimpinan KPK, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah sebagai tersangka kasus penyalahgunaan wewenang.
Menurut Bonaran, Anggodo menginginkan agar kasus ini benar-benar selesai. Apabila kasus Bibit-Chandra dihentikan, maka hal itu juga berlaku bagi Anggodo.
"Supaya fair dan adil. Kami minta juga agar kasus Anggodo dan Anggoro baik di kepolisian, Kejaksaan, dan KPK juga ikut dihentikan," jelas dia.
Bonaran menyatakan, pihaknya tidak keberatan dengan permintaan penghentian kasus Bibit-Chandra oleh Presiden. "Kami sangat menghormati dan mendukung sikap Bapak Presiden, karena keinginan untuk tidak membawa perkara ke pengadilan," imbuh dia.
Sebelumnya, 10 Agustus Anggodo Cs melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang pimpinan KPK. Laporan ini berujung pada penetapan tersangka pada Bibit dan Chandra. Namun, kasus ini akhirnya dihentikan oleh kejaksaan. Rencananya, Selasa (1/12/2009), Kejagung akan mengumumkan secara resmi penghentian kasus Bibit dan Chandra.
(ape/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 09:39 WIB
Sopir Sudah Tertangkap, Kernet Bus Maut Masih Buron
-
Sabtu, 11/02/2012 09:35 WIB
Sekjen PBB: Indonesia Berperan Penting dalam Isu Perubahan Iklim
-
Sabtu, 11/02/2012 09:29 WIB
KPK Ekspose Kasus Century Hingga Tengah Malam
-
Sabtu, 11/02/2012 09:03 WIB
Hakim Agung Artidjo: Tikus Koruptor Berkeliaran di Lingkaran Kekuasaan
-
Sabtu, 11/02/2012 08:43 WIB
Sopir Bus Maut Selamat, Loncat Sebelum Kecelakaan Terjadi
-
Sabtu, 11/02/2012 08:43 WIB
Sopir Bus Maut Selamat, Loncat Sebelum Kecelakaan Terjadi
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 08:37 WIB
Sopir Bus Maut Ditangkap di Garut
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

