Pengacara Antasari: Kesaksian Chandra Nonsense
Selasa, 01/12/2009 15:42 WIB
Jakarta -
Wakil Ketua KPK nonaktif Chandra Hamzah bersaksi bagi terdakwa Antasari Azhar. Namun dalam keterangannya, tidak ada hal yang mampu memberatkan mantan Ketua KPK tersebut.
"Keterangan Chandra nonsense, tidak punya bukti untuk memberatkan Pak Antasari," kata salah seorang pengacara Antasari, M Assegaf saat ditemui di sela-sela persidangan di PN Jaksel, Jl Ampera, Selasa (1/12/2009).
Pengacara senior ini menambahkan, dari keterangan Chandra hanya bisa diperoleh bukti
adanya permintaan penyadapan terhadap beberapa nomor yang dicurigai meneror istri
Antasari. Tetapi, setelah diselidiki selama 2 bulan, teror tersebut tidak terbukti.
"Dari keterangan tadi tidak ada ucapan Pak Chandra yang bisa dikaitkan dengan orang
mau membunuh Nasrudin," jelasnya.
Dengan demikian, Assegaf menyimpulkan kesaksian Chandra justru menguntungkan bagi kliennya. Padahal ia dihadirkan oleh jaksa sebelumnya untuk memberatkan.
"Jelas semua tidak ada ancaman teror yang terbukti setelah disadap," tegasnya.
Terkait adanya informasi soal pesan singkat yang dikirim oleh Antasari ke Nasrudin,
Assegaf meminta KPK untuk membukanya. Sebab, selama ini bukti SMS tersebut tidak
pernah dibuktikan.
"Nah, kalau memang KPK memang melakukan penyadapan. Lewat majelis hakim kami meminta hasil penyadapan yang terkait hal itu dibuka," ungkapnya.
Sidang saat ini kembali dilanjutkan dengan agenda mendengar keterangan saksi dari 4
pengawal pengusaha Sigid Haryo Wibisono.
(mad/nrl)
"Keterangan Chandra nonsense, tidak punya bukti untuk memberatkan Pak Antasari," kata salah seorang pengacara Antasari, M Assegaf saat ditemui di sela-sela persidangan di PN Jaksel, Jl Ampera, Selasa (1/12/2009).
Pengacara senior ini menambahkan, dari keterangan Chandra hanya bisa diperoleh bukti
adanya permintaan penyadapan terhadap beberapa nomor yang dicurigai meneror istri
Antasari. Tetapi, setelah diselidiki selama 2 bulan, teror tersebut tidak terbukti.
"Dari keterangan tadi tidak ada ucapan Pak Chandra yang bisa dikaitkan dengan orang
mau membunuh Nasrudin," jelasnya.
Dengan demikian, Assegaf menyimpulkan kesaksian Chandra justru menguntungkan bagi kliennya. Padahal ia dihadirkan oleh jaksa sebelumnya untuk memberatkan.
"Jelas semua tidak ada ancaman teror yang terbukti setelah disadap," tegasnya.
Terkait adanya informasi soal pesan singkat yang dikirim oleh Antasari ke Nasrudin,
Assegaf meminta KPK untuk membukanya. Sebab, selama ini bukti SMS tersebut tidak
pernah dibuktikan.
"Nah, kalau memang KPK memang melakukan penyadapan. Lewat majelis hakim kami meminta hasil penyadapan yang terkait hal itu dibuka," ungkapnya.
Sidang saat ini kembali dilanjutkan dengan agenda mendengar keterangan saksi dari 4
pengawal pengusaha Sigid Haryo Wibisono.
(mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 10:04 WIB
Kemenkum HAM Jakarta Dalami Dugaan Suap M Nasir ke Sipir Rutan Cipinang
-
Sabtu, 11/02/2012 09:55 WIB
Hakim Agung: Pura-pura Sakit Trik Menghindari Jeratan Pasal Korupsi
-
Sabtu, 11/02/2012 09:39 WIB
Sopir Sudah Tertangkap, Kernet Bus Maut Masih Buron
-
Sabtu, 11/02/2012 09:35 WIB
Sekjen PBB: Indonesia Berperan Penting dalam Isu Perubahan Iklim
-
Sabtu, 11/02/2012 09:29 WIB
KPK Ekspose Kasus Century Hingga Tengah Malam
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 08:43 WIB
Sopir Bus Maut Selamat, Loncat Sebelum Kecelakaan Terjadi
-
Sabtu, 11/02/2012 09:39 WIB
Sopir Sudah Tertangkap, Kernet Bus Maut Masih Buron
-
229 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

