Pram Sayangkan PPATK Cuma Bisa 'Sentuh' 51 Nasabah Century
Selasa, 01/12/2009 19:30 WIB
Pramono Anung
Jakarta -
PPATK tidak bisa mengusut tuntas aliran dana Rp 6,7 triliun bailout Bank Century lantaran cuma bisa menganalis 51 transaksi yang diminta BPK. 51 Transaksi tersebut dipilih BPK lantaran dicurigai terkait dengan kasus yang terus menjadi perhatian publik tersebut.
Hal ini disayangkan oleh Wakil Ketua DPR, Pramono Anung.
"Kami sayangkan PPATK tidak proaktif secara keseluruhan. Ini jauh dari harapan masyarakat," kata Pramono Anung usai mendampingi Ketua DPR bertemu dengan Ketua PPATK, Yunus Husein di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Dalam pertemuan tersebut, menurut Pram, PPATK menyarankan kepada DPR untuk meminta keterangan lebih lanjut kepada Bank Indonesia (BI) atau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Itu nanti akan kita lakukan, sehingga kita bisa mempertanggungjawabkannya kepada masyarakat," imbuh politisi PDIP ini.
Ke depan, lanjut Pram, perlu ada terobosan-terobosan untuk mendorong agar Pansus yang kasus Century bisa lebih bisa mendorong agar PPATK bisa memberikan kontribusi yang lebih banyak lagi dibanding dengan apa yang mereka lakukan saat ini.
"Perlu terobosan-terobosan, agar Pansus akan memberoikan otoritas yang lebih kepada PPATK untuk tidak hanya menganalisis transaksi yang diminta oleh BPK, tapi lebih secara keseluruhan." ujarnya.
Sebenarnya, pengusutan masalah ini tidak sulit menurut Pram. Karena cuma ada dua masalah utama. Pertama adalah kebijakan bailout itu sendiri, dan kedua adalah menyangkut kemana saja aliran dana itu. Sehingga menurut Pram, kasus ini tak perlu diputar-putar ke area abu-abu yang justru membuat publik makin bingung.
(anw/gah)
Hal ini disayangkan oleh Wakil Ketua DPR, Pramono Anung.
"Kami sayangkan PPATK tidak proaktif secara keseluruhan. Ini jauh dari harapan masyarakat," kata Pramono Anung usai mendampingi Ketua DPR bertemu dengan Ketua PPATK, Yunus Husein di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Dalam pertemuan tersebut, menurut Pram, PPATK menyarankan kepada DPR untuk meminta keterangan lebih lanjut kepada Bank Indonesia (BI) atau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Itu nanti akan kita lakukan, sehingga kita bisa mempertanggungjawabkannya kepada masyarakat," imbuh politisi PDIP ini.
Ke depan, lanjut Pram, perlu ada terobosan-terobosan untuk mendorong agar Pansus yang kasus Century bisa lebih bisa mendorong agar PPATK bisa memberikan kontribusi yang lebih banyak lagi dibanding dengan apa yang mereka lakukan saat ini.
"Perlu terobosan-terobosan, agar Pansus akan memberoikan otoritas yang lebih kepada PPATK untuk tidak hanya menganalisis transaksi yang diminta oleh BPK, tapi lebih secara keseluruhan." ujarnya.
Sebenarnya, pengusutan masalah ini tidak sulit menurut Pram. Karena cuma ada dua masalah utama. Pertama adalah kebijakan bailout itu sendiri, dan kedua adalah menyangkut kemana saja aliran dana itu. Sehingga menurut Pram, kasus ini tak perlu diputar-putar ke area abu-abu yang justru membuat publik makin bingung.
(anw/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 05:46 WIB
Datangi Rutan di Luar Jam Besuk, Nasir Manfaatkan Jabatan
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 03:07 WIB
13 WN Iran yang Terdampar di Tasikmalaya Dideportasi
-
Jumat, 10/02/2012 01:01 WIB
Bebaskan Terdakwa Korupsi Rp 27 M, Hati Nurani MA Dipertanyakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:56 WIB
Kasus PPID, Danny Nawawi Disebut Catut Nama Menakertrans
-
Jumat, 10/02/2012 02:57 WIB
Gara-gara Ikan Hiu 13 Meter, Warga Pakistan Ribut dengan Polisi
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
Jumat, 10/02/2012 01:01 WIB
Bebaskan Terdakwa Korupsi Rp 27 M, Hati Nurani MA Dipertanyakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:05 WIB
Awas! Pintu Koboi Dipasang, Atapers KRL Diminta Tobat
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 857.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

