Bahas Larangan Menara Masjid, Wakil Dubes Swiss Temui Din
Rabu, 02/12/2009 10:43 WIB
(ilustrasi)
Jakarta -
Larangan pembangunan menara masjid oleh pemerintah Swiss mendapat kritikan dari banyak kalangan di dalam negeri dan luar negeri. Untuk menjelaskan dan mengklarifikasi hal itu, Wakil Dubes Swiss untuk Indonesia, Sonja Hurlimann, akan menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Rencananya, pertemuan antara Din dengan Sonja Hurlimann akan dilakukan di Kantor PP Muhammadiyah, Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2009) pukul 13.00 WIB. Informasi yang didapatkan detikcom, pertemuan ini akan membahas tentang larangan pembangunan menara masjid di Swiss.
"Pertemuan ini terkait larangan menara masjid di Swiss. Selain itu, tentu juga akan dibicarakan hal-hal lain, termasuk soal perdamaian dan kerukunan beragama. Pak Din kan juga tokoh dialog antaragama," kata sumber detikcom di PP Muhammadiyah.
Keputusan pelarangan pembangunan menara masjid ini mengejutkan umat muslim di Swiss. Pelarangan itu didasarkan hasil referendum yang diajukan Partai Rakyat Swiss selama 10 hari dan berakhir Senin lalu. Hasilnya 57,5 persen warga menyatakan dukungan untuk melarang pembangunan menara masjid.
Komunitas muslim di Swiss bereaksi terhadap pelarangan ini. "Kami kaget, kami tidak menduga keputusan ini," kata Abdel Majri, ketua Liga Muslim Swiss seperti dilansir New York Times. "Ini satu langkah menuju Islamophobia di Switzerland dan Eropa pada umumnya," cetusnya.
(asy/iy)
Rencananya, pertemuan antara Din dengan Sonja Hurlimann akan dilakukan di Kantor PP Muhammadiyah, Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2009) pukul 13.00 WIB. Informasi yang didapatkan detikcom, pertemuan ini akan membahas tentang larangan pembangunan menara masjid di Swiss.
"Pertemuan ini terkait larangan menara masjid di Swiss. Selain itu, tentu juga akan dibicarakan hal-hal lain, termasuk soal perdamaian dan kerukunan beragama. Pak Din kan juga tokoh dialog antaragama," kata sumber detikcom di PP Muhammadiyah.
Keputusan pelarangan pembangunan menara masjid ini mengejutkan umat muslim di Swiss. Pelarangan itu didasarkan hasil referendum yang diajukan Partai Rakyat Swiss selama 10 hari dan berakhir Senin lalu. Hasilnya 57,5 persen warga menyatakan dukungan untuk melarang pembangunan menara masjid.
Komunitas muslim di Swiss bereaksi terhadap pelarangan ini. "Kami kaget, kami tidak menduga keputusan ini," kata Abdel Majri, ketua Liga Muslim Swiss seperti dilansir New York Times. "Ini satu langkah menuju Islamophobia di Switzerland dan Eropa pada umumnya," cetusnya.
(asy/iy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 10:38 WIB
Kasus Antasari Azhar, MA Batalkan 8 Poin Kode Etik Hakim
-
Senin, 13/02/2012 10:38 WIB
7 Jam Berlalu, Kebakaran Pabrik Plastik di Kapuk Belum Padam
-
Senin, 13/02/2012 10:36 WIB
Amir Syamsuddin Cabut Kartu Akses Komisi III DPR
-
Senin, 13/02/2012 10:31 WIB
FPD Persilakan BK Jatuhkan Sanksi Pelanggaran Etika Nasir
-
Senin, 13/02/2012 10:31 WIB
Kisruh Mereda, Rektor dan MWA Kumpul Bareng di Pelantikan Senat UI
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 09:38 WIB
DPP PD Gelar Pleno Pemecatan Angelina Sondakh Pekan Ini
-
Senin, 13/02/2012 09:13 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf ke Orang Tua Korban
-
Senin, 13/02/2012 09:29 WIB
KPK Tingkatkan Kasus Pembelian Saham Garuda oleh Nazaruddin ke Penyidikan
-
608 Komentar
-
512 Komentar
-
384 Komentar
-
337 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

