Panitia JiFFest Kecewa Film "Balibo" Tak Lulus Sensor
Rabu, 02/12/2009 11:54 WIB
Film Balibo (balibo.com.au)
Jakarta -
Panitia Jakarta Internasional Film Festival (JiFFest) mengaku kecewa film "Balibo" diyatakan tidak lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Mereka akan bernegosiasi dengan LSF agar film yang disutradarai Robert Connolly itu bisa diputar.
"Oh, kita kecewa pasti. Ini film pertama yang dilarang setelah adanya Undang-undang yang baru. Kabarnya UU itu lebih demokratis?" kata Direktur Program JiFFest, Lalu Roisamri, kepada detikcom, Rabu (2/12/2009).
Menurut Lalu, pihaknya akan melobi LSF supaya film tersebut dapat diputar secara tertutup dengan penonton terbatas. Sejauh ini, baru "Balibo" yang dilarang dari sekian banyak film yang hendak diputar di JiFFest pada 4-12 Desember mendatang.
Dikatakan lalu, LSF belum menyampaikan alasan resmi tidak diluluskannya film yang dibintangi Anthony LaPaglia. Surat pemberitahuan juga belum disampaikan kepada dia.
"Mereka hanya bilang menolak begitu saja. Memang di luar kebiasan. Kalau film normal biasanya satu kali proses. Ini dua kali dan ada rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota LSF. Mayoritas menolak penayangan film tersebut," cetus Lalu.
Film "Balibo" bercerita tentang terbunuhnya 5 wartawan Australia atau Balibo Five di Timur Leste (Timor Timur) tahun 1975. Mereka tewas saat berlangsung pertempuran antara pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan gerilyawan Timor Timur. Pemerintah Indonesia menyatakan film terebut sangat sensitif dan dapat membuka konflik antara Indonesia dan Australia. Kasus Balibo Five sendiri dinyatakan telah selesai.
(irw/iy)
"Oh, kita kecewa pasti. Ini film pertama yang dilarang setelah adanya Undang-undang yang baru. Kabarnya UU itu lebih demokratis?" kata Direktur Program JiFFest, Lalu Roisamri, kepada detikcom, Rabu (2/12/2009).
Menurut Lalu, pihaknya akan melobi LSF supaya film tersebut dapat diputar secara tertutup dengan penonton terbatas. Sejauh ini, baru "Balibo" yang dilarang dari sekian banyak film yang hendak diputar di JiFFest pada 4-12 Desember mendatang.
Dikatakan lalu, LSF belum menyampaikan alasan resmi tidak diluluskannya film yang dibintangi Anthony LaPaglia. Surat pemberitahuan juga belum disampaikan kepada dia.
"Mereka hanya bilang menolak begitu saja. Memang di luar kebiasan. Kalau film normal biasanya satu kali proses. Ini dua kali dan ada rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota LSF. Mayoritas menolak penayangan film tersebut," cetus Lalu.
Film "Balibo" bercerita tentang terbunuhnya 5 wartawan Australia atau Balibo Five di Timur Leste (Timor Timur) tahun 1975. Mereka tewas saat berlangsung pertempuran antara pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan gerilyawan Timor Timur. Pemerintah Indonesia menyatakan film terebut sangat sensitif dan dapat membuka konflik antara Indonesia dan Australia. Kasus Balibo Five sendiri dinyatakan telah selesai.
(irw/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
404 Komentar
-
339 Komentar
-
337 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

