Warga Sumsel Sudah Kehilangan Jiwa Sungainya
Rabu, 02/12/2009 16:59 WIB
dok detikcom
Palembang -
Sejak masa kerajaan Sriwijaya hingga hari ini, sebagian masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel) hidup bergantung dengan sungai. Di daerah ini ada sembilan sungai besar, dan yang paling besar dan panjang adalah sungai Musi. Namun, di masa sekarang, kebudayaan yang berkembang sudah meninggalkan karakter sungai.
Hal ini dikatakan Yudhy Syarofie saat peluncuran bukunya berjudul "Bidar: Cermin Filosofis Budaya Tepian Sungai", di Aula Handayani Dinas Pendidikan Nasional Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Rabu (02/12/2009).
"Masyarakat Sumsel sudah kehilangan jiwa tepian sungainya yang telah membangun peradaban Sumsel. Saat ini perahu bidar hanya sebuah tradisi ceremonial, yang hanya akan ada pada saat perlombaan hari-hari besar," kata Yudhy Syarofie.
Menurut Yudhy, bidar bukan sekadar perahu panjang dengan kecepatan mendayung. Namun lebih dari itu. Kesalahan Belanda adalah dengan membangun jembatan datar di sungai Sekanak sehingga kapal-kapal tidak bisa lewat. Dan kesalahan itu diikuti oleh masyarakat kita dengan membangun banyak jembatan di sungai," katanya.
"Kita adalah masyarakat sungai, bahasa asli kita yang lembut dan berayun sesuai dengan aliran sungai. Begitu banyak pengaruh sungai terhadap kehidupan masyarakat Sumsel, selain logat bicara, dan bahasa keseharian, olahraga beladiri Palembang pun telah dipengaruhi oleh sungai, dengan kuda-kuda yang dalam posisi bersila hal ini menggambarkan kehidupan jaman dulu yang lebih banyak di atas perahu sehingga dalam berkelahi pun tak jarang di atas perahu," jelasnya.
"Melalui buku Bidar ini saya akan mengangkat dan menghidupkan kembali kebudayaan sungai yang telah menghilang," tambah pekerja budaya yang pernah bekerja di harian Sriwijaya Post sebagai jurnalis ini.
Sebagai informasi, Bidar merupakan perahu yang setiap tahun dilombakan. Terutama saat ulang tahun kota Palembang dan perayaan kemerdekaan Indonesia. Bidar perahu panjang yang didayung oleh puluhan orang. Lomba perahu bidar diyakini telah berlangsung sejak jaman kerajaan Sriwijaya.
Beberapa waktu lalu, Yudhy Syarofie menerbitkan buku "Legenda Tepian Sungai Musi".
Saat ini, Yudhy Syarofie tengah mempersiapkan buku terbarunya tentang kuliner atau masakan khas Palembang. "Saya lagi menyusunnya, insyaallah tahun depan terbit," kata Yudhy.
(tw/djo)
Hal ini dikatakan Yudhy Syarofie saat peluncuran bukunya berjudul "Bidar: Cermin Filosofis Budaya Tepian Sungai", di Aula Handayani Dinas Pendidikan Nasional Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Rabu (02/12/2009).
"Masyarakat Sumsel sudah kehilangan jiwa tepian sungainya yang telah membangun peradaban Sumsel. Saat ini perahu bidar hanya sebuah tradisi ceremonial, yang hanya akan ada pada saat perlombaan hari-hari besar," kata Yudhy Syarofie.
Menurut Yudhy, bidar bukan sekadar perahu panjang dengan kecepatan mendayung. Namun lebih dari itu. Kesalahan Belanda adalah dengan membangun jembatan datar di sungai Sekanak sehingga kapal-kapal tidak bisa lewat. Dan kesalahan itu diikuti oleh masyarakat kita dengan membangun banyak jembatan di sungai," katanya.
"Kita adalah masyarakat sungai, bahasa asli kita yang lembut dan berayun sesuai dengan aliran sungai. Begitu banyak pengaruh sungai terhadap kehidupan masyarakat Sumsel, selain logat bicara, dan bahasa keseharian, olahraga beladiri Palembang pun telah dipengaruhi oleh sungai, dengan kuda-kuda yang dalam posisi bersila hal ini menggambarkan kehidupan jaman dulu yang lebih banyak di atas perahu sehingga dalam berkelahi pun tak jarang di atas perahu," jelasnya.
"Melalui buku Bidar ini saya akan mengangkat dan menghidupkan kembali kebudayaan sungai yang telah menghilang," tambah pekerja budaya yang pernah bekerja di harian Sriwijaya Post sebagai jurnalis ini.
Sebagai informasi, Bidar merupakan perahu yang setiap tahun dilombakan. Terutama saat ulang tahun kota Palembang dan perayaan kemerdekaan Indonesia. Bidar perahu panjang yang didayung oleh puluhan orang. Lomba perahu bidar diyakini telah berlangsung sejak jaman kerajaan Sriwijaya.
Beberapa waktu lalu, Yudhy Syarofie menerbitkan buku "Legenda Tepian Sungai Musi".
Saat ini, Yudhy Syarofie tengah mempersiapkan buku terbarunya tentang kuliner atau masakan khas Palembang. "Saya lagi menyusunnya, insyaallah tahun depan terbit," kata Yudhy.
(tw/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Pelaku Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 18:24 WIB
Kakek Ditemukan Tewas Membusuk di Rusun Tanah Abang
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 17:56 WIB
Investigasi Kecelakaan, KNKT Susuri Posisi Awal Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 17:33 WIB
Kunjungan Nasir Terkuak Berkat CCTV yang Tersambung di Ruang Menkum
-
588 Komentar
-
475 Komentar
-
381 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

