Kamis, 03/12/2009 01:18 WIB
Bakar Pos Jaga di Medan
Sepakat Damai dengan TNI AU, Warga Bubarkan Diri
Khairul Ikhwan - detikNews
Medan -
Aksi demonstrasi warga terhadap Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Medan yang dipicu masalah pembangunan parit dan tindakan arogan, akhirnya bubar sekitar pukul 24.00 WIB, Rabu (2/11/2009). Massa kembali ke rumahnya masing-masing setelah membuat kesepakatan damai dengan pihak Lanud.
Kesepakatan dicapai antara delegasi warga dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Medan. Dalam pernyataan kesepakatan yang dibacakan Danlanud Kolonel (Pnb) Arlan Tata di hadapan warga disebutkan, pembangunan parit dapat diteruskan hingga kemudian ada kekuatan hukum tetap mengenai lahan yang dijadikan parit tersebut.
"Kami juga akan memberikan tindakan kepada personel yang melanggar aturan," kata Danlanud Arlan Tata.
Dalam poin tuntutannya, warga mempersoalkan tindakan arogan oknum provost yang menjaga pos lintasan. Warga menyatakan sering dipukul pakai helm, atau tindakan lainnya jika melintas di depan pos tanpa menggunakan helm. Selain itu masalah pembangunan parit yang dilarang oknum TNI AU tersebut membuat warga marah karena merasa parit itu dibangun di atas lahan warga bukan tanah milik TNI AU.
Kendati warga mulai membubarkan diri, sejumlah aparat polisi masih tetap berjaga-jaga di sekitar pos TNI AU yang dibakar untuk mengantisipasi adanya masalah lanjutan.
Warga sebelumnya membakar pos TNI AU di Jalan Avros, Medan sebagai bentuk kemarahan atas berbagai tindakan oknum personel TNI AU yang meresahkan. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
(rul/van)
GRATIS kaos cantik dan voucher pulsa! ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).