SBY: Reformasi Gelombang Kedua Ada 3 Agenda
Kamis, 03/12/2009 06:23 WIB
foto : dokumentasi detikcom
Jakarta -
Presiden SBY mengungkapkan reformasi yang dimulai tahun 1998 lalu masih belum selesai. Akan ada reformasi gelombang kedua dengan 3 agenda.
"10 Tahun mendatang negara kita akan melaksanakan reformasi gelombang kedua," ujar Presiden SBY.
Hal itu dikatakan dia saat Silaturahmi Presiden RI dengan Gubernur se-Indonesia di Kantor Gubernur Kalimantah Tengah, Palangkaraya, Rabu (2/11/2009).
Dibanding dengan krisis 11 tahun lalu, imbuh SBY, sekarang dunia mengalami krisis yang lebih luas. Bahkan negara adidaya seperti Amerika Serikat dan negara Eropa pun tumbang.
"Seperti Amerika, mereka yang mengkuliahi kita 11 tahun lalu sekarang mengulangi kesalahan. Barangkali bukan hanya sama tapi lebih dalam," imbuhnya.
Hampir semua negara saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi minus. Namun, beberapa negara di Asia, seperti China, India dan Indonesia mengalami pertumbuhan positif. Dan pertumbuhan di Indonesia itu merupakan kumpulan pertumbuhan di tiap daerahnya. Dan reformasi ini berlanjut hingga 10 tahun mendatang, reformasi gelombang kedua yang berbeda dengan 11 tahun lalu.
"Mari kita sama-sama sukseskan reformasi gelombang kedua. Kalau saya boleh ringkas ada 3 agenda," tutur SBY.
Agenda pertama, pembangunan perekonomian untuk kesejahteraan rakyat harus lebih diintensifkan.
Kedua mengelola demokrasi pada era keterbukaan yang harus sesuai dengan pranata hukum yang mendukung kesejahteraan rakyat.
"Kebebasan dan rule of law atau pranata, keduanya diperlukan. Kalau negara surplus rule of law nanti jadi negara aturan. Kalau kebebasan demokrasi tanpa rule of law nanti jadi anarkis," ujarnya.
Sedangkan agenda ketiga adalah keadilan. Pembangunan di Indonesia hendaknya adil, dirasakan semua kalangan dan mempersempit kesenjangan sosial.
Ciri pertumbuhan yang berkeadilan itu ialah inklusif, bisa dirasakan semua dari kalangan buruh, petani hingga lapisan masyarakat di atasnya. Serta berkelanjutan baik dalam ekonomi maupun lingkungan hidup.
"Tidak boleh bekerja untuk pembangunan tapi ujung-ujungnya merusak lingkungan. Kalau kita lakukan ini mungkin kita merasakan hasilnya dalam 5 tahun ke depan, tapi anak cucu kita akan mewarisi tanah air dengan kerusakan lingkungan," jelas SBY.
(nwk/van)
"10 Tahun mendatang negara kita akan melaksanakan reformasi gelombang kedua," ujar Presiden SBY.
Hal itu dikatakan dia saat Silaturahmi Presiden RI dengan Gubernur se-Indonesia di Kantor Gubernur Kalimantah Tengah, Palangkaraya, Rabu (2/11/2009).
Dibanding dengan krisis 11 tahun lalu, imbuh SBY, sekarang dunia mengalami krisis yang lebih luas. Bahkan negara adidaya seperti Amerika Serikat dan negara Eropa pun tumbang.
"Seperti Amerika, mereka yang mengkuliahi kita 11 tahun lalu sekarang mengulangi kesalahan. Barangkali bukan hanya sama tapi lebih dalam," imbuhnya.
Hampir semua negara saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi minus. Namun, beberapa negara di Asia, seperti China, India dan Indonesia mengalami pertumbuhan positif. Dan pertumbuhan di Indonesia itu merupakan kumpulan pertumbuhan di tiap daerahnya. Dan reformasi ini berlanjut hingga 10 tahun mendatang, reformasi gelombang kedua yang berbeda dengan 11 tahun lalu.
"Mari kita sama-sama sukseskan reformasi gelombang kedua. Kalau saya boleh ringkas ada 3 agenda," tutur SBY.
Agenda pertama, pembangunan perekonomian untuk kesejahteraan rakyat harus lebih diintensifkan.
Kedua mengelola demokrasi pada era keterbukaan yang harus sesuai dengan pranata hukum yang mendukung kesejahteraan rakyat.
"Kebebasan dan rule of law atau pranata, keduanya diperlukan. Kalau negara surplus rule of law nanti jadi negara aturan. Kalau kebebasan demokrasi tanpa rule of law nanti jadi anarkis," ujarnya.
Sedangkan agenda ketiga adalah keadilan. Pembangunan di Indonesia hendaknya adil, dirasakan semua kalangan dan mempersempit kesenjangan sosial.
Ciri pertumbuhan yang berkeadilan itu ialah inklusif, bisa dirasakan semua dari kalangan buruh, petani hingga lapisan masyarakat di atasnya. Serta berkelanjutan baik dalam ekonomi maupun lingkungan hidup.
"Tidak boleh bekerja untuk pembangunan tapi ujung-ujungnya merusak lingkungan. Kalau kita lakukan ini mungkin kita merasakan hasilnya dalam 5 tahun ke depan, tapi anak cucu kita akan mewarisi tanah air dengan kerusakan lingkungan," jelas SBY.
(nwk/van)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
439 Komentar
-
377 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

