Prita Syukuri Usaha Depkes Mediasi dengan RS Omni
Sabtu, 05/12/2009 16:15 WIB
Jakarta -
Departemen Kesehatan (Depkes) akan membentuk tim mediasi untuk mempertemukan Prita Mulyasari dan RS Omni Internasional tanpa pengacara. Prita menyambut baik usaha Depkes tersebut.
"Usaha apapun oleh siapapun saya pikir itu sungguh mulia bagi saya," ujar Prita saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (5/12/2009).
Menurut Prita, pihaknya sudah sejak awal menginginkan kasus ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun, belum ada hasil yang dapat memuaskan kedua pihak.
"Tapi hal ini sudah kami lakukan sebelumnya untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun jalannya buntu," tutur Prita.
Prita sendiri menginginkan penyelesaian kasusnya ini tidak berakhir dengan tuntut-menuntut. Namun tampaknya pihak RS Omni belum sependapat dengan Prita.
"Kalau saya inginnya tidak ada tuntut-menuntut atau persyaratan apapun. Kita urungkan tuntutan masing-masing," imbuhnya.
Proses mediasi ini sebelumya pernah dilakukan oleh Pejabat Walikota Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Namun kedua pihak tampaknya masih belum juga menemukan titik temu untuk menyelesaikan kasus ini.
"Rumah sakit ingin saya minta maaf di media massa, kami melihatnya ini tidak ada keseimbangan. Pihak rumah sakit tidak ingin duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, akhirnya kita putuskan menjalankan hingga ke pengadilan," pungkasnya. (mpr/gah)
"Usaha apapun oleh siapapun saya pikir itu sungguh mulia bagi saya," ujar Prita saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (5/12/2009).
Menurut Prita, pihaknya sudah sejak awal menginginkan kasus ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun, belum ada hasil yang dapat memuaskan kedua pihak.
"Tapi hal ini sudah kami lakukan sebelumnya untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun jalannya buntu," tutur Prita.
Prita sendiri menginginkan penyelesaian kasusnya ini tidak berakhir dengan tuntut-menuntut. Namun tampaknya pihak RS Omni belum sependapat dengan Prita.
"Kalau saya inginnya tidak ada tuntut-menuntut atau persyaratan apapun. Kita urungkan tuntutan masing-masing," imbuhnya.
Proses mediasi ini sebelumya pernah dilakukan oleh Pejabat Walikota Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Namun kedua pihak tampaknya masih belum juga menemukan titik temu untuk menyelesaikan kasus ini.
"Rumah sakit ingin saya minta maaf di media massa, kami melihatnya ini tidak ada keseimbangan. Pihak rumah sakit tidak ingin duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, akhirnya kita putuskan menjalankan hingga ke pengadilan," pungkasnya. (mpr/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
438 Komentar
-
376 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

