Kesal Pesawat ke Tanah Air Ditunda Lama, Jamaah Haji Pukul Petugas

M. Rizal Maslan - detikNews
Minggu, 06/12/2009 22:57 WIB
ilustrasi
Jakarta - Sejumlah jamaah haji asal Jawa timur nekat memukul petugas haji Indonesia lantaran kesal dengan jadwal penerbangan pulang ke tanah air yang ditunda lama. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pun meminta Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur untuk melakukan pembinaan terhadap jamaah tersebut.

"Saya sampaikan bahwa jamaah sudah tinggal di ujung Arab Saudi dan segera terbang ke tanah air, kalau harus diproses secara hukum nanti akan panjang dan merepotkan semua pihak. Oleh karena ini khilaf dan saya rasa jamaah yang melakukan juga tidak ingin melakukan itu. Sudahlah kita cukupkan saja. Yang
penting jamaah cepat pulang dan petugas kita segera kita pulihkan kembali," kata Kepala PPIH Daerah Kerja Jeddah, H Subhan Cholid di kantor Media Center Haji, Jeddah, Minggu (6/12/2009).

Subhan berharap Kanwil Depag Jatim memberikan solusi terbaik bagi para oknum haji itu agar mereka menyesalinya. Diakuinya, menunggu di Bandara King Abdul Aziz dengan kondisi psikis sudah ingin segera pulang ke tanah air memang berpotensi membuat jamaah emosi.

"Dan petugas lah yang pertama kali jadi sasaran. Kita sudah berkoordinasi dengan peugas PAM Daker Jeddah dan aparat keamanan Arab Saudi untuk mencegah terjadinya hal seperti itu," ungkapnya.

Sabtu (5/12/2009) petang waktu Arab Saudi, sejumlah jamaah haji Kloter 10 Surabaya emosi karena belum menerima kepastian yang tidak jelas tentang kepulangannya. Beberapa orang di antara mereka mengamuk dengan merusak meja-meja posko Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Bandara KAA dan memukuli seorang petugas Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH).

Keributan berhasil dilerai oleh jamaah lainnya dan petugas PPIH. Kloter tersebut pun langsung digiring ke pemeriksaan Imigrasi. Pada pukul 17.30 WAS kloter tersebut terbang ke Indonesia. Penerbangan ini molor dari jadwal sebelumnya yaitu pukul 06.00 WAS. Sebenarnya pihak Saudi sudah menawarkan kloter tersebut untuk beristirahat di hotel yang telah disiapkan, namun ditolak. Disebut-sebut ada provokator yang mengompori jamaah agar menolaknya dan ngotot agar segera diberangkatkan ke Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Penyelenggaraan Haji Indonesia (PPHI) Bidang Kemananan Abu Haris meminta Kanwil Departemen Agama Jawa Timur untuk menindaklanjuti kasus pemukulan oleh beberapa jamaah haji dari Kloter 10 Surabaya itu.

"Kami sudah mencatat nama-nama pelaku dan provokatornya, jamaah bernama Mus (73) dan telah meminta Kanwil Depag Jatim untuk membinanya, kalau ini dibiarkan kasihan jamaah dan petugas yang jadi korban ulahnya" ujarnya.

(zal/amd)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini