Tiap Bulan RSJ Solo Terima 7 Pasien Pasien Korban Napza

Muchus Budi R. - detikNews
Selasa, 08/12/2009 11:25 WIB
ilustrasi
Solo - Sakit jiwa akibat kecanduan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza) semakin memprihatinkan. Setiap bulan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo menerima rata-rata 7 pasien yang mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan obat terlarang tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSJD Solo, Suprihhartini, kepada wartawan di Solo, Selasa (8/12/2009). "Sebagian besar korban atau penderita gangguan jiwa akibat napza yang masuk ke rumah sakit kami merupakan kelompok usia produktif," ujarnya.

Suprihhartini mengatakan zat yang terkandung dalam napza berdampak meracuni otak, shingga lama-kelamaan penggunan akan berhalusinasi. Jika dibiarkan, gangguan kejiwaan pengguna akan berkembang menjadi kegilaan.

"Jumlah penderita gangguan jiwa akibat napza ini masih banyak yang belum tersentuh perawatan. Berbagai faktor mempengaruhinya, termasuk faktor keluarga yang merasa malu untuk membawa si sakit untuk berobat. Apalagi ke rumah sakit jiwa," lanjutnya.

Indikasi itu dapat dilihat dari jarangnya pasien gangguan jiwa awal akibat napza yang dibawa ke rumah sakit jiwa oleh pihak keluarga. Kebanyakan pasien yang dibawa untuk dirawat di rumah sakit jiwa sudah dalam kondisi parah.

"Dalam kondisi seperti itu proses pengobatan dan terapi membutuhkan waktu relatif lama. Proses penyembuhan pasien dengan kondisi seperti itu rata-rata memerlukan waktu dua bulan. Itupun belum bisa dikatakan sembuh total, karena masih harus memerlukan proses rehabilitasi dan pendampingan cukup lama," kata Suprihhartini.



(mbr/djo)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel