Sidang Antasari
Anggap Tuntutan Jaksa Sandiwara, Hendrikus Tolak Bersaksi
Selasa, 08/12/2009 15:46 WIB
Hendrikus (dok detikcom)
Jakarta -
Terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen, Hendrikus Kia Walen, menolak bersaksi di sidang terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Sebab dia menilai tuntutan seumur hidup kepadanya dan persidangan kasus pembunuhan ini hanyalah sandiwara.
"Kita sudah dituntut, dan aku lihat tuntutan itu sandiwara. Jadi sidang ini juga sandiwara," kata Hendrikus dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (8/12/2009).
Ketua majelis hakim Herry Swantoro sebelumnya meminta kejelasan sikap Hendrikus yang tidak tegas menyatakan penolakannya untuk bersaksi. Hakim sempat sedikit merayu agar saksi mau diperiksa di persidangan.
"Saya tidak mau memberikan keterangan," kata Hendrikus.
"Artinya setiap pertanyaan tidak anda jawab?" kata Herry.
"Ya, tergantung," jawab pria asal Flores, NTT itu.
"Lho? Anda sebagai saksi. Saksi itu membantu persidangan. Jadi kalau anda ceritakan sesungguhnya akan membantu memperoleh kebenaran materiil, mencari kebenaran hakiki. Kalau bersedia, berilah keterangan yang ikhlas. Jadi keberatan memberi keterangan?" kata Herry.
"Tergantung," jawab Hendrikus yang membuat seluruh pengunjung sidang tertawa.
Namun, mengetahui kecenderungan Hendrikus dan berdasarkan pendapat jaksa dan pengacara Antasari, hakim menganggap saksi tersebut menolak memberikan keterangan. Hakim pun meminta agar saksi dibawa ke luar persidangan.
"Baik, silakan kembalikan ke sel," perintah Herry.
(irw/iy)
"Kita sudah dituntut, dan aku lihat tuntutan itu sandiwara. Jadi sidang ini juga sandiwara," kata Hendrikus dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (8/12/2009).
Ketua majelis hakim Herry Swantoro sebelumnya meminta kejelasan sikap Hendrikus yang tidak tegas menyatakan penolakannya untuk bersaksi. Hakim sempat sedikit merayu agar saksi mau diperiksa di persidangan.
"Saya tidak mau memberikan keterangan," kata Hendrikus.
"Artinya setiap pertanyaan tidak anda jawab?" kata Herry.
"Ya, tergantung," jawab pria asal Flores, NTT itu.
"Lho? Anda sebagai saksi. Saksi itu membantu persidangan. Jadi kalau anda ceritakan sesungguhnya akan membantu memperoleh kebenaran materiil, mencari kebenaran hakiki. Kalau bersedia, berilah keterangan yang ikhlas. Jadi keberatan memberi keterangan?" kata Herry.
"Tergantung," jawab Hendrikus yang membuat seluruh pengunjung sidang tertawa.
Namun, mengetahui kecenderungan Hendrikus dan berdasarkan pendapat jaksa dan pengacara Antasari, hakim menganggap saksi tersebut menolak memberikan keterangan. Hakim pun meminta agar saksi dibawa ke luar persidangan.
"Baik, silakan kembalikan ke sel," perintah Herry.
(irw/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
436 Komentar
-
375 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

