Segel Mulut Pakai Lakban, 5 Orang Mogok Makan di Gedung DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 09/12/2009 10:53 WIB
Mogok makan di Gedung DPR
Jakarta - Di selasar lobi Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, 5 orang duduk-duduk. Lakban hitam tampak menyegel mulut mereka yang sedang beraksi mogok makan.

Rupanya mereka yang menamakan diri Kaum Muda Indonesia itu sedang protes untuk menuntut penuntasan skandal Bank Century.

Tuntutan itu tampak dari spanduk berukuran 4x1 meter persegi yang mereka bawa. Spanduk berwarna merah putih itu berhias tulisan warna hitam berbunyi, 'Aksi mogok makan, menuntut pembongkaran skandal Bank Century untuk SBY-Boediono mundur'.

Spanduk itu pun dirampas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR sejak mereka memulai aksi di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/12/2009) pukul 09.00 WIB.

Sebelum memulai aksinya, mereka harus beradu mulut dengan Pamdal DPR dan polisi yang berjaga di gedung wakil rakyat.

"Kalau demo silakan di luar. Tidak boleh di dalam Gedung DPR," ujar salah satu polisi kepada para pelaku mogok makan itu.

Koordinator aksi M Dadang Iskandar pun naik pitam.

"Jadi kami ini cuma rakyat kecil, wong ndeso. Jauh-jauh dari Yogyakarta tidak boleh masuk rumah rakyat. Kami hanya menuntut skandal Bank Century agar dituntaskan," cetusnya sambil mengacung-ngacungkan tangan ke bawah.

"Anda jangan menghalang-halangi aspirasi rakyat kecil. Saya sudah menyampaikan surat pemberitahuan ke Ketua DPR dan diperbolehkan, kenapa sekarang saya tidak boleh," imbuh Dadang ketus sambil menunjuk-nunjuk muka Pamdal dan polisi itu.

"Nggak bisa Mas, kalau di dalam. Kita sudah kebobolan spanduk dua kali," ujar Pamdal.

Dadang pun langsung memplester mulutnya dengan lakban hitam lalu tidur terkulai di lantai.

"Saya tidak makan dari tadi pagi. Karena rencananya aksi dimulai pukul 09.00 WIB," ujar Dadang sebelum menutup mulutnya.

Dadang dan teman-temannya yang mengenakan kaos hitam dan merah yang bertuliskan 'Tuntaskan skandal Bank Century' di bagian depan dan 'Turunkan SBY Boediono sekarang juga' pun terbaring di lantai sambil merentangkan tangan. Mereka tak mengacuhkan polisi dan Pamdal yang terus membujuk mereka untuk melakukan aksinya di luar. Namun, setelah ada anggota Pansus Century menengahi masalah itu akhirnya spanduk Dadang itu pun dikembalikan. (nwk/nrl)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel