Asian Parliamentary Assembly
Gho, Baju Nasional Anggota DPR Bhutan
Rabu, 09/12/2009 11:34 WIB
Baju Gho (Fitraya Ramadhanny/detikcom)
Bandung -
Para anggota parlemen Asia berbaju resmi dalam sidang Asian Parliamentary Assembly (APA). Anggota DPR dari Bhutan memakau baju Gho yang unik. Busana pria tetapi dengan bawahan rok.
Sebagian besar anggota parlemen memang memakai setelan jas dan dasi, termasuk dari DPR Indonesia. Sementara ada juga sejumlah peserta yang memakai busana nasional.
Anggota parlemen dari daerah Asia Selatan memakai Kurta dan Sari. Mereka yang dari daerah jazirah Arab memakai gamis dan penutup kepala Kafiyeh. Yang cukup unik adalah anggota DPR dari Bhutan yang memakai baju Gho.
Sepintas, Gho berbentuk seperti Kimono namun dipakai pria. Bahannya berupa kain tenun tebal bermotif garis atau kotak-kotak. Baju ini diikat dengan ikat pinggang kain.
Bajunya bersifat terusan dengan bagian bawah seperti rok. Mirip seperti rok Kilt yang dipakai pria Skotlandia. Untuk alas kakinya, anggota parlemen Bhutan cukup memakai sepatu resmi dengan kaus kaki tinggi.
"Kami memakai baju Gho di setiap acara resmi di parlemen kami," kata anggota sekretariat National Assembly Bhutan, Tshering Dorji di sela sidang APA, Hotel Savoy Homann, Bandung, Rabu (9/12/2009).
Menurut Dorji, Gho dipakai dalam sidang parlemen Bhutan, atau acara kunjungan anggota DPR. Mereka juga memakai Gho saat acara resmi kerajaan.
Kain Gho memang berbahan tebal. Maklum saja, Bhutan berada di kaki gunung Himalaya yang dingin. Namun jika memakai Gho di Indonesia, Dorji mengaku kegerahan.
"Iya, saya sekarang agak kegerahan di sini," ujar Dorji sambil tersenyum.
(fay/irw)
Sebagian besar anggota parlemen memang memakai setelan jas dan dasi, termasuk dari DPR Indonesia. Sementara ada juga sejumlah peserta yang memakai busana nasional.
Anggota parlemen dari daerah Asia Selatan memakai Kurta dan Sari. Mereka yang dari daerah jazirah Arab memakai gamis dan penutup kepala Kafiyeh. Yang cukup unik adalah anggota DPR dari Bhutan yang memakai baju Gho.
Sepintas, Gho berbentuk seperti Kimono namun dipakai pria. Bahannya berupa kain tenun tebal bermotif garis atau kotak-kotak. Baju ini diikat dengan ikat pinggang kain.
Bajunya bersifat terusan dengan bagian bawah seperti rok. Mirip seperti rok Kilt yang dipakai pria Skotlandia. Untuk alas kakinya, anggota parlemen Bhutan cukup memakai sepatu resmi dengan kaus kaki tinggi.
"Kami memakai baju Gho di setiap acara resmi di parlemen kami," kata anggota sekretariat National Assembly Bhutan, Tshering Dorji di sela sidang APA, Hotel Savoy Homann, Bandung, Rabu (9/12/2009).
Menurut Dorji, Gho dipakai dalam sidang parlemen Bhutan, atau acara kunjungan anggota DPR. Mereka juga memakai Gho saat acara resmi kerajaan.
Kain Gho memang berbahan tebal. Maklum saja, Bhutan berada di kaki gunung Himalaya yang dingin. Namun jika memakai Gho di Indonesia, Dorji mengaku kegerahan.
"Iya, saya sekarang agak kegerahan di sini," ujar Dorji sambil tersenyum.
(fay/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 21:26 WIB
Hujan Deras Sebabkan Banjir Setinggi 70 Cm di Gandaria
-
Sabtu, 11/02/2012 21:01 WIB
24 Jam Setelah Kecelakaan Bus Maut, Jalan Raya Cisarua Ramai Lancar
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
400 Komentar
-
334 Komentar
-
304 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

