Hari Antikorupsi
BIN: Jangan Sekadar Memperingati
Rabu, 09/12/2009 12:21 WIB
Jakarta -
Peringatan besar-besaran Hari Anti Korupsi Internasional hendaknya tidak berhenti pada menggelar aksi unjuk rasa. Tetapi yang paling penting adalah tindak lanjutnya berupa sinergi antara lembaga penegak hukum dengan masyarakat dalam mencegah dan memberantas korupsi.
"Jangan sekadar memperingati. Biasanya masyarakat dan media awalnya saja (memberi perhatian intensif), tapi proses selanjutnya tidak," kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2009).
Sutanto memberikan apresiasi terhadap aksi unjuk rasa yang berbagai elemen masyarakat gelar hari ini di berbagai tempat. Laporan yang dia terima dari lapangan menyebutkan bahwa sejauh ini segala sesuatunya berjalan lancar dan aman.
"Baguslah masyarakat tahu bahwa korupsi sudah membuat negeri kita rapuh. Aksi-aksinya bagus, silakan saja," sambungnya.
Menyinggung maraknya SMS teror yang beredar dua hari terakhir tentang kemungkinan rusuh, Sutanto membantahnya. Meski demikian, dia tetap mewanti kepada para peserta unjuk rasa untuk selalu mewaspadai ada pihak-pihak yang menunggangi lalu memanfaatkan situasi untuk membuat onar.
"SMS itu tidak benar lah, jangan sampai itu terjadi. Di dalam keluarga kalau anak-anak berangkat sekolah selalu diingatkan agar berhati-hati di jalan, banyak kecelakaan dan sebagainya," imbuh mantan Kapolri ini sembari memberi ilustrasi.
(lh/irw)
"Jangan sekadar memperingati. Biasanya masyarakat dan media awalnya saja (memberi perhatian intensif), tapi proses selanjutnya tidak," kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2009).
Sutanto memberikan apresiasi terhadap aksi unjuk rasa yang berbagai elemen masyarakat gelar hari ini di berbagai tempat. Laporan yang dia terima dari lapangan menyebutkan bahwa sejauh ini segala sesuatunya berjalan lancar dan aman.
"Baguslah masyarakat tahu bahwa korupsi sudah membuat negeri kita rapuh. Aksi-aksinya bagus, silakan saja," sambungnya.
Menyinggung maraknya SMS teror yang beredar dua hari terakhir tentang kemungkinan rusuh, Sutanto membantahnya. Meski demikian, dia tetap mewanti kepada para peserta unjuk rasa untuk selalu mewaspadai ada pihak-pihak yang menunggangi lalu memanfaatkan situasi untuk membuat onar.
"SMS itu tidak benar lah, jangan sampai itu terjadi. Di dalam keluarga kalau anak-anak berangkat sekolah selalu diingatkan agar berhati-hati di jalan, banyak kecelakaan dan sebagainya," imbuh mantan Kapolri ini sembari memberi ilustrasi.
(lh/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
404 Komentar
-
339 Komentar
-
337 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

