
Kasus Century
Penanganan Harus Dahulukan Proses Hukum, Bukan Politik
Rabu, 09/12/2009 21:15 WIB
Jakarta -
Penanganan kasus Bank Century harus dilakukan secara hati-hati. Dalam pelaksanannya, bukan proses politik yang didahulukan melainkan proses hukum.
"Maka itu jangan dibalik. Jangan proses politiknya yang dinomorsatukan kemudian hukumnya," kata Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.
Hal tersebut ia sampaikan usai memberikan ucapan selamat pada Bibit dan Chandra atas kembalinya mereka ke KPK, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (9/12/2009).
Mantan anggota Tim 8 ini menilai, jika proses politik yang didahulukan maka akan terjadi kesalahan seperti kasus Bibit dan Chandra. Tuduhan terhadap keduanya sudah ada, tapi dasarnya hukumnya tidak jelas.
"Dalam hal ini, kasus Century harus dituntaskan secara hukum. Saya malah berharap KPK mengambil peran besar dalam menguak kasus Century," jelasnya.
Apabila dalam kasus hukumnya menimbulkan konsekuensi politik, kata Anies, hal itu tidak menjadi soal selama proses penanganan yang didahulukan adalah proses hukum.
Dalam kesempatan yang sama, Anies juga menegaskan, terkait rekomendasi Tim 8 yang meminta adanya reposisi di lembaga penegak hukum. Menurut intelektual muda ini, KPK tidak pernah secara langsung diminta untuk melakukan hal tersebut. Namun secara umum memang perlu ada reposisi, termasuk di lembaga peradilan dan advokat.
"Kita tidak pernah merekomendasikan KPK untuk direposisi. Sama sekali tidak ada," tutupnya.
(mad/lrn)
"Maka itu jangan dibalik. Jangan proses politiknya yang dinomorsatukan kemudian hukumnya," kata Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.
Hal tersebut ia sampaikan usai memberikan ucapan selamat pada Bibit dan Chandra atas kembalinya mereka ke KPK, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (9/12/2009).
Mantan anggota Tim 8 ini menilai, jika proses politik yang didahulukan maka akan terjadi kesalahan seperti kasus Bibit dan Chandra. Tuduhan terhadap keduanya sudah ada, tapi dasarnya hukumnya tidak jelas.
"Dalam hal ini, kasus Century harus dituntaskan secara hukum. Saya malah berharap KPK mengambil peran besar dalam menguak kasus Century," jelasnya.
Apabila dalam kasus hukumnya menimbulkan konsekuensi politik, kata Anies, hal itu tidak menjadi soal selama proses penanganan yang didahulukan adalah proses hukum.
Dalam kesempatan yang sama, Anies juga menegaskan, terkait rekomendasi Tim 8 yang meminta adanya reposisi di lembaga penegak hukum. Menurut intelektual muda ini, KPK tidak pernah secara langsung diminta untuk melakukan hal tersebut. Namun secara umum memang perlu ada reposisi, termasuk di lembaga peradilan dan advokat.
"Kita tidak pernah merekomendasikan KPK untuk direposisi. Sama sekali tidak ada," tutupnya.
(mad/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 21:31 WIB
Priyo: Pemerintah dan DPR Jangan Diberi Akses ke Lapas
-
Senin, 13/02/2012 21:23 WIB
Cegah Unjuk Rasa Anarkis, SBY Dorong Pemda Lebih Responsif
-
Senin, 13/02/2012 21:19 WIB
SBY: Aksi Blokir Jalan Tidak Dibenarkan
-
Senin, 13/02/2012 21:17 WIB
SBY Kantongi 26 Nama yang Ingin Jadi Presiden 2014
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 20:47 WIB
Keluarga Nasrudin: Hanya Mukjizat yang Bisa Bebaskan Antasari
-
Senin, 13/02/2012 20:26 WIB
Nazaruddin Dipecat Setelah SBY Marah
-
Senin, 13/02/2012 19:26 WIB
Penghina Nabi Muhammad Terancam Dipancung Atas Penghujatan Agama
-
618 Komentar
-
518 Komentar
-
437 Komentar
-
388 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

