RPP Penyadapan Babak Baru Pelemahan KPK, Harus Dilawan Bersama
Kamis, 10/12/2009 17:45 WIB
Jakarta -
Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penyadapan yang tengah disusun pemerintah dinilai hanya bentuk serangan baru untuk melemahkan KPK. RPP Penyadapan harus dilawan bersama.
"Ini babak baru pelemahan KPK, harus dilawan bersama-sama," kata anggota DPD I Wayan Sudirta melalui telepon, Kamis (10/12/2009).
Aturan yang mewajibkan penyadapan di instansi penegak hukum seperti di KPK harus diawasi, jelas-jelas bagian dari upaya mengganggu eksistensi KPK.
"Penyadapan adalah salah satu strategi KPK menangkap koruptor. Penyadapan itu upaya menangkap koruptor tanpa kuitansi, jadi kalau perlu izin itu merepotkan," terang Wayan.
Yang penting dalam penyadapan itu sebenarnya adalah pengawasan, tidak perlu diatur dengan memakai izin. "Jadi kalau memakai izin, tergantung si pemberi izin dong, mau cepat atau lambat?" terangnya.
Anggota DPD asal Bali ini khawatir RPP Penyadapan merupakan bagian dari upaya pelemahan KPK yang terus menerus dicoba, dan telah dimulai sejak rancangan UU Tipikor, kemudian kriminalisasi Chandra -Bibit, dan berlanjut kepada SKPP kasus itu dengan pernyataan bukti kuat.
"Kalau KPK kita percaya sebagai lembaga untuk melawan korupsi kita harus melawan ini. Korupsi itu bencana nasional, kenapa demikian karena negara ini kaya tapi miskin karena korupsi," tutupnya.
(ndr/iy)
"Ini babak baru pelemahan KPK, harus dilawan bersama-sama," kata anggota DPD I Wayan Sudirta melalui telepon, Kamis (10/12/2009).
Aturan yang mewajibkan penyadapan di instansi penegak hukum seperti di KPK harus diawasi, jelas-jelas bagian dari upaya mengganggu eksistensi KPK.
"Penyadapan adalah salah satu strategi KPK menangkap koruptor. Penyadapan itu upaya menangkap koruptor tanpa kuitansi, jadi kalau perlu izin itu merepotkan," terang Wayan.
Yang penting dalam penyadapan itu sebenarnya adalah pengawasan, tidak perlu diatur dengan memakai izin. "Jadi kalau memakai izin, tergantung si pemberi izin dong, mau cepat atau lambat?" terangnya.
Anggota DPD asal Bali ini khawatir RPP Penyadapan merupakan bagian dari upaya pelemahan KPK yang terus menerus dicoba, dan telah dimulai sejak rancangan UU Tipikor, kemudian kriminalisasi Chandra -Bibit, dan berlanjut kepada SKPP kasus itu dengan pernyataan bukti kuat.
"Kalau KPK kita percaya sebagai lembaga untuk melawan korupsi kita harus melawan ini. Korupsi itu bencana nasional, kenapa demikian karena negara ini kaya tapi miskin karena korupsi," tutupnya.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

