Sri Mulyani Tuding Ical
FPKB Tengarai Ada Upaya Pembelokan Isu
Jumat, 11/12/2009 11:59 WIB
Jakarta -
Tudingan Menkeu Sri Mulyani terhadap Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical)berimplikasi serius pada peta politik Pansus Angket Century. FPKB menilai tudingan Sri Mulyani itu upaya pembelokan isu utama skandal Century dari kasus pidana ke kesalahan administratif.
"Harus diwaspadai adanya upaya pembelokan dari indikasi pelanggaran pidana kepada kesalahan administratif. Unsur pidana dalam bailout Century harus dikuak habis. Apalagi audit BPK sudah memberikan laporan soal itu," kata Ketua FPKB Marwan Jafar kepada wartawan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Menurut Ketua DPP PKB ini, kesalahan pidana sekecil apapun harus dipertangungjawabkan apalagi sebelumnya ada preseden seperti kasus Mbok Minah dan kasus-kasus lainnya. Sebab, jika penegakan hukum terhadap masyarakat diperlakukan berbeda, semangat reformasi yang dikampanyekan SBY akan sia-sia saja.
"Mbok Minah yang mencuri 3 biji kakao saja kena hukuman apalagi ini terkait uang rakyat yang besarnya RP 6,7 Triliun. Kalau terbukti salah, tidak boleh ada tebang pilih dan meneruskan budaya hanya mengorbankan bawahan. Harus ditegakkan equality before the law," tegas Marwan.
Politisi Muda PKB ini meminta agar pansus angket Century tidak dijadikan ajang dagang sapi antar elit yang berkuasa. Jangan sampai tujuan mulia dibentuknya pansus dibonsai dengan kepentingan pragmatis perebutan kekuasaan.
"Jangan sampai pansus ini dijadikan ajang untuk dagang sapi. Jangan pula ini dibelokkan ke luar substansi skandal Bank Century. Tujuan mulia pansus ini jangan sampai diaborsi menjadi ajang perebutan kekuasaan," tegas anggota pansus angket Century ini.
Alumnus Fakultas Hukum UII Jogjakarta ini meminta KPK segera membuat kelompok kerja yang bertugas khusus menyelidiki dugaan penyalahgunaan kewenangan dan jabatan serta unsur korupsi dalam skandal Bank Century. Selain itu Marwan juga meminta Presiden SBY menegur menterinya yang membawa kasus skandal Century ke ranah politik.
"KPK harus membentuk pokja khusus, tugasnya mengungkap tuntas semua potensi kesalahan baik prosedur atau pelangaran pidana. Presiden SBY juga harus menegur menterinya yang sedang bermain dan memperkeruh pansus skandal Century," pungkasnya.
(yid/lh)
"Harus diwaspadai adanya upaya pembelokan dari indikasi pelanggaran pidana kepada kesalahan administratif. Unsur pidana dalam bailout Century harus dikuak habis. Apalagi audit BPK sudah memberikan laporan soal itu," kata Ketua FPKB Marwan Jafar kepada wartawan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Menurut Ketua DPP PKB ini, kesalahan pidana sekecil apapun harus dipertangungjawabkan apalagi sebelumnya ada preseden seperti kasus Mbok Minah dan kasus-kasus lainnya. Sebab, jika penegakan hukum terhadap masyarakat diperlakukan berbeda, semangat reformasi yang dikampanyekan SBY akan sia-sia saja.
"Mbok Minah yang mencuri 3 biji kakao saja kena hukuman apalagi ini terkait uang rakyat yang besarnya RP 6,7 Triliun. Kalau terbukti salah, tidak boleh ada tebang pilih dan meneruskan budaya hanya mengorbankan bawahan. Harus ditegakkan equality before the law," tegas Marwan.
Politisi Muda PKB ini meminta agar pansus angket Century tidak dijadikan ajang dagang sapi antar elit yang berkuasa. Jangan sampai tujuan mulia dibentuknya pansus dibonsai dengan kepentingan pragmatis perebutan kekuasaan.
"Jangan sampai pansus ini dijadikan ajang untuk dagang sapi. Jangan pula ini dibelokkan ke luar substansi skandal Bank Century. Tujuan mulia pansus ini jangan sampai diaborsi menjadi ajang perebutan kekuasaan," tegas anggota pansus angket Century ini.
Alumnus Fakultas Hukum UII Jogjakarta ini meminta KPK segera membuat kelompok kerja yang bertugas khusus menyelidiki dugaan penyalahgunaan kewenangan dan jabatan serta unsur korupsi dalam skandal Bank Century. Selain itu Marwan juga meminta Presiden SBY menegur menterinya yang membawa kasus skandal Century ke ranah politik.
"KPK harus membentuk pokja khusus, tugasnya mengungkap tuntas semua potensi kesalahan baik prosedur atau pelangaran pidana. Presiden SBY juga harus menegur menterinya yang sedang bermain dan memperkeruh pansus skandal Century," pungkasnya.
(yid/lh)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
416 Komentar
-
364 Komentar
-
343 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

