Pembunuhan Nasrudin
Mun'im Tidak Temukan Tanda Luka Tembak Jarak Dekat
Jumat, 11/12/2009 20:03 WIB
Jakarta -
Ahli forensik yang memeriksa jasad Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen, Mun'im Idris, mengatakan bahwa dirinya tidak menemukan tanda luka tembak jarak dekat pada tubuh korban. Menurutnya, ada dua kemungkinan, pertama korban ditembak dari jarak jauh, kedua dari jarak dekat, namun mengenai kaca mobil sebelum menembus tubuh korban.
"Pada korban saya tidak menemukan tanda luka tembak jarak dekat. Karena tidak, maka ada dua kemungkinan. Bisa jarak jauh, bisa dekat, tapi karena ada penghalang. Jadi, berdasarkan sifat lukanya, luka itu jarak jauh atau dekat atau sangat dekat dengan ada penghalang," ujar Mun'im saat jumpa pers di ruang pertemuan utama Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Meski begitu, Mun'im menjelaskan bahwa dirinya tidak punya kewenangan menentukan senapan jenis apa yang digunakan untuk membunuh Nasrudin dan jarak tembaknya. Dia hanya mengikuti perintah penyidik agar mengidentifikasi jasad berdasarkan luka di tubuh untuk mengetahui sebab kematian korban.
"Saksi ahli memberikan keterangan hasil akhir, bukan prosesnya ya," katanya.
Sementara itu hal senada diungkapkan oleh Pemeriksa Departemen Bagian Balistik Metalurgi Puslabfor Mabes Polri Kombes AKBP Maruli Simanjuntak mengatakan, bahwa peluru yang tertanam dikepala korban ditembak dari jarak jauh. Hal itu terlihat dari tidak adanya partikel peluru yang menempel di tubuh korban.
"Kita olah TKP, kalau tidak ada partikel itu dibilang jarak jauh. Kalau
partikel menempel, dibilang jarak dekat," ujar Maruli.
(mpr/ape)
"Pada korban saya tidak menemukan tanda luka tembak jarak dekat. Karena tidak, maka ada dua kemungkinan. Bisa jarak jauh, bisa dekat, tapi karena ada penghalang. Jadi, berdasarkan sifat lukanya, luka itu jarak jauh atau dekat atau sangat dekat dengan ada penghalang," ujar Mun'im saat jumpa pers di ruang pertemuan utama Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
Meski begitu, Mun'im menjelaskan bahwa dirinya tidak punya kewenangan menentukan senapan jenis apa yang digunakan untuk membunuh Nasrudin dan jarak tembaknya. Dia hanya mengikuti perintah penyidik agar mengidentifikasi jasad berdasarkan luka di tubuh untuk mengetahui sebab kematian korban.
"Saksi ahli memberikan keterangan hasil akhir, bukan prosesnya ya," katanya.
Sementara itu hal senada diungkapkan oleh Pemeriksa Departemen Bagian Balistik Metalurgi Puslabfor Mabes Polri Kombes AKBP Maruli Simanjuntak mengatakan, bahwa peluru yang tertanam dikepala korban ditembak dari jarak jauh. Hal itu terlihat dari tidak adanya partikel peluru yang menempel di tubuh korban.
"Kita olah TKP, kalau tidak ada partikel itu dibilang jarak jauh. Kalau
partikel menempel, dibilang jarak dekat," ujar Maruli.
(mpr/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Jam 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 01:36 WIB
Rampungkan Penggeledahan, KPK Sita Sejumlah Dokumen & Komputer Wa Ode
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Jam 2 Dini Hari
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

