KPK Belum Bisa Bawa Hasil Audit BPK ke Pengadilan
Senin, 14/12/2009 23:50 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas bank Century dianggap belum dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menemukan dua alat bukti terlebih dahulu.
"Tidak mungkin audit BPK langsung dibawa ke pengadilan," ujar Ketua KPK Tumpak H Panggabean dalam jumpa pers di BPK, Jakarta, Senin (14/12/2009).
Tumpak menambahkan, KPK terlebih dahulu akan membuktikannya dengan melakukan pemeriksaan.
"Tidak mungkin jadi berkas perkara, tentu terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan, penyitaan, penggeledahan. Serta kalau sudah kita temukan dua alat bukti yang cukup dan siapa tersangkanya," jelasnya.
Tumpak berjanji pihaknya akan menanganinya sepanjang termasuk kewenangan KPK. "Kewenangan KPK atau menyentuh pelaku penyelenggara negara hingga pihak penikmat (dana century)," tambah Tumpak.
Indikasi penyimpangan, lanjut Tumpak sudah ada. KPK hingga kini masih menyelidikinya. Akan tetapi ia enggan menjelaskan sudah sampai mana fase korupsi ditemukan.
"Kalau yang mana, kalau penyelidikan hasilnya tidak akan kami sampaikan. Penyelidikan kami rahasiakan hasilnya tentu tidak akan kami sampaikan. Kalau penyidikan, kita akan terbuka menyampaikan kepada publik," tegasnya.
(amd/nwk)
"Tidak mungkin audit BPK langsung dibawa ke pengadilan," ujar Ketua KPK Tumpak H Panggabean dalam jumpa pers di BPK, Jakarta, Senin (14/12/2009).
Tumpak menambahkan, KPK terlebih dahulu akan membuktikannya dengan melakukan pemeriksaan.
"Tidak mungkin jadi berkas perkara, tentu terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan, penyitaan, penggeledahan. Serta kalau sudah kita temukan dua alat bukti yang cukup dan siapa tersangkanya," jelasnya.
Tumpak berjanji pihaknya akan menanganinya sepanjang termasuk kewenangan KPK. "Kewenangan KPK atau menyentuh pelaku penyelenggara negara hingga pihak penikmat (dana century)," tambah Tumpak.
Indikasi penyimpangan, lanjut Tumpak sudah ada. KPK hingga kini masih menyelidikinya. Akan tetapi ia enggan menjelaskan sudah sampai mana fase korupsi ditemukan.
"Kalau yang mana, kalau penyelidikan hasilnya tidak akan kami sampaikan. Penyelidikan kami rahasiakan hasilnya tentu tidak akan kami sampaikan. Kalau penyidikan, kita akan terbuka menyampaikan kepada publik," tegasnya.
(amd/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:05 WIB
Korban Luka Kecelakaan Cisarua 47 Orang, Semua Dirujuk ke RS PMI Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 23:52 WIB
RS PMI Bogor Rawat 7 Korban Luka Kecelakaan Maut
-
Jumat, 10/02/2012 23:29 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Korban Luka di RS Paru Cisarua Kebanyakan Patah Tulang
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
Jumat, 10/02/2012 23:11 WIB
Komisi Pengawas PD Sudah Panggil Ruhut Sitompul & Ajeng Ratna
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
Jumat, 10/02/2012 23:11 WIB
Komisi Pengawas PD Sudah Panggil Ruhut Sitompul & Ajeng Ratna
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

