Polisi Bantah Siksa Eksekutor Saat Pemeriksaan
Selasa, 15/12/2009 15:59 WIB
Jakarta -
5 Penyidik yang menangani kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen membantah melakukan penyiksaan saat memeriksa 5 orang eksekutor.
"Tidak ada pemaksaan apalagi penyiksaan," kata penyidik Tahan Marpaung saat mereka menjadi saksi dalam persidangan dengan terdakwa Sigit Haryo Wibisono di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (15/12/2009).
Penyidik lainnya Iwan Setiono dan Tugianto juga membantah jika pemeriksaan ke-5 eksekutor dilakukan di sebuah hotel dan motel. "Tempat pemeriksaan di ruang direktorat narkoba polda," kata Iwan.
Sementara itu penyidik lainnya James dan Anton juga mengklarifikasi pernyataan para eksekutor yang menyatakan saat diperiksa mereka tidak didampingi oleh kuasa hukumnya.
"Hendrikus sewaktu diperiksa didampingi oleh penasihat hukum," kata Anton. "Mereka menandatangani berita acara yang sebelumnya dibaca terlebih dahulu," tambah James.
Pada persidangan sebelumnya ke-5 eksekutor Hendrikus Kia Walen, Fransiskus Tadong Keran, Daniel Daeng Sabon, Heri Santoso dan Eduardus Mbete mengaku selama penyidikan selalu mendapatkan siksaan dan ancaman. Mereka juga dipaksa dalam menandatangani BAP.
Dalam persidangan ke-5 eksekutor ini secara tegas juga mencabut BAP. Mereka merasa tidak melakukan seperti apa yang tertuang dalam BAP.
(did/nik)
"Tidak ada pemaksaan apalagi penyiksaan," kata penyidik Tahan Marpaung saat mereka menjadi saksi dalam persidangan dengan terdakwa Sigit Haryo Wibisono di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (15/12/2009).
Penyidik lainnya Iwan Setiono dan Tugianto juga membantah jika pemeriksaan ke-5 eksekutor dilakukan di sebuah hotel dan motel. "Tempat pemeriksaan di ruang direktorat narkoba polda," kata Iwan.
Sementara itu penyidik lainnya James dan Anton juga mengklarifikasi pernyataan para eksekutor yang menyatakan saat diperiksa mereka tidak didampingi oleh kuasa hukumnya.
"Hendrikus sewaktu diperiksa didampingi oleh penasihat hukum," kata Anton. "Mereka menandatangani berita acara yang sebelumnya dibaca terlebih dahulu," tambah James.
Pada persidangan sebelumnya ke-5 eksekutor Hendrikus Kia Walen, Fransiskus Tadong Keran, Daniel Daeng Sabon, Heri Santoso dan Eduardus Mbete mengaku selama penyidikan selalu mendapatkan siksaan dan ancaman. Mereka juga dipaksa dalam menandatangani BAP.
Dalam persidangan ke-5 eksekutor ini secara tegas juga mencabut BAP. Mereka merasa tidak melakukan seperti apa yang tertuang dalam BAP.
(did/nik)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 15:50 WIB
Kernet Bus Maut Menyerahkan Diri Ke Polres Garut.
-
Sabtu, 11/02/2012 15:46 WIB
Bentrok Antarwarga di Ambon, 300 Rumah Terbakar & 5 Tewas
-
Sabtu, 11/02/2012 15:19 WIB
Laporan dari Roma
Indonesia Ruh Lukisan Maestro Romanis, Italia
-
Sabtu, 11/02/2012 15:14 WIB
Menhub: Rem Bus Blong, Bisa Jadi karena Uji Kelayakan Salah
-
Sabtu, 11/02/2012 15:08 WIB
Ruhut: Kunjungan Nasir Bukan Pengawasan, Tapi KKN!
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

