KPK Didesak Usut Oknum Pemeras TKI Rp 2,5 M Per Bulan
Kamis, 17/12/2009 12:17 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Sejumlah aktivis mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan praktik suap di beberapa kantor Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI). Praktik suap di kantor-kantor tersebut mencapai Rp 2,5 miliar per bulan.
"Data tersebut dari KPK sendiri, berdasarkan laporan kajian Direktur Monitor KPK pada tahun 2007," kata aktivis Migrant Care Benhard Nababan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (17/12/2009).
Benhard menambahkan, temuan adanya suap rutin itu dilakukan oleh tim KPK pada dua kantor perwakilan BP2TKI di Jakarta. Selain suap rutin Rp 2,5 miliar per bulan, ada juga suap untuk pelayanan pengurusan dokumen yang mencapai Rp 1,4 miliar.
"Bayangkan sekarang ada 15 kantor BP2TKI? Apa nggak mau diusut itu?," tegasnya.
Peneliti ICW Illian Deta Sari menambahkan, pungutan liar juga masih terjadi di terminal kedatangan khusus TKI di Bandara Soekarno-Hatta. Para oknum petugas menggunakan kedok 'seikhlasnya' dalam memeras duit para 'pahlawan devisa' tersebut.
"Jumlah besaran variatif antara Rp 50 ribu-Rp 100 ribu, setiap hariya ada 800 orang yang masuk ke situ, berati uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 1,2 miliar kalau dikalikan dengan Rp 50 ribu," jelasnya.
Kondisi ini sangat menyedihkan, terutama di saat para buruh migran tersebut
adalah penyumbang devisa terbesar kedua bagi Indonesia. Untuk itu, KPK dituntut agar mengusut tuntas kasus ini dengan cara melakukan inspeksi mendadak bagi kantor-kantor perwakilan BP2TKI dan menindak para pejabatnya yang melakukan pemerasan.
"Jangan sampai ini berhenti di ranah pencegahan, mereka harus dibawa ke
pengadilan sama seperti kasus di Bea dan Cukai," tutupnya.
(mad/nwk)
"Data tersebut dari KPK sendiri, berdasarkan laporan kajian Direktur Monitor KPK pada tahun 2007," kata aktivis Migrant Care Benhard Nababan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (17/12/2009).
Benhard menambahkan, temuan adanya suap rutin itu dilakukan oleh tim KPK pada dua kantor perwakilan BP2TKI di Jakarta. Selain suap rutin Rp 2,5 miliar per bulan, ada juga suap untuk pelayanan pengurusan dokumen yang mencapai Rp 1,4 miliar.
"Bayangkan sekarang ada 15 kantor BP2TKI? Apa nggak mau diusut itu?," tegasnya.
Peneliti ICW Illian Deta Sari menambahkan, pungutan liar juga masih terjadi di terminal kedatangan khusus TKI di Bandara Soekarno-Hatta. Para oknum petugas menggunakan kedok 'seikhlasnya' dalam memeras duit para 'pahlawan devisa' tersebut.
"Jumlah besaran variatif antara Rp 50 ribu-Rp 100 ribu, setiap hariya ada 800 orang yang masuk ke situ, berati uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 1,2 miliar kalau dikalikan dengan Rp 50 ribu," jelasnya.
Kondisi ini sangat menyedihkan, terutama di saat para buruh migran tersebut
adalah penyumbang devisa terbesar kedua bagi Indonesia. Untuk itu, KPK dituntut agar mengusut tuntas kasus ini dengan cara melakukan inspeksi mendadak bagi kantor-kantor perwakilan BP2TKI dan menindak para pejabatnya yang melakukan pemerasan.
"Jangan sampai ini berhenti di ranah pencegahan, mereka harus dibawa ke
pengadilan sama seperti kasus di Bea dan Cukai," tutupnya.
(mad/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 15:14 WIB
Menhub: Rem Bus Blong, Bisa Jadi karena Uji Kelayakan Salah
-
Sabtu, 11/02/2012 15:08 WIB
Ruhut: Kunjungan Nasir Bukan Pengawasan, Tapi KKN!
-
Sabtu, 11/02/2012 15:06 WIB
Golkar Godok Lima Calon Cagub DKI, Diumumkan Pekan Depan
-
Sabtu, 11/02/2012 15:02 WIB
Fadel: Saya Tidak Berniat Jadi Cagub DKI Jakarta
-
Sabtu, 11/02/2012 14:59 WIB
Golkar Umumkan Capres Pada Oktober 2012
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

