Kamis, 17/12/2009 19:42 WIB
Sidang Antasari
Cirus: Jaksa Tak Akan Menyerah
Irwan Nugroho - detikNews
Antasari Azhar (Irwan Nugroho/detikcom)
Jakarta -
Kesaksian ahli IT, Agung Harsoyo, betul-betul membuat pertanyaan besar mengenai siapa sesungguhnya yang meneror Dirut PT PRB, Nasrudin Zulkarnaen via SMS sebelum tewas ditembak. Keyakinan jaksa bahwa peneror Nasrudin adalah Antasari Azhar diragukan. Namun, jaksa tidak akan menyerah.
"Kita tidak menerima, menyerah begitu saja. Kita baru tahu ini ada seperti itu," kata jaksa penuntut umum Cirus Sinaga usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (17/12/2009).
Agung mengatakan, pengiriman SMS dapat dilakukan dengan nomor tertentu tanpa sepengetahuan penggunanya. Sebuah SMS bisa dikirim dan diterima dari HP ke HP tanpa dikendalikan pemilik telepon selulernya. Caranya, kata Agung, dengan menggunakan layanan website yang terhubung ke SMS Center.
"Itu kan menurut dia. Kemungkinan-kemungkinan. Sekarang anda sebagai wartawan pernah nggak mengetahui itu? Itu kan jadi pertanyaan lagi. Makanya JPU belum mau mengajukan pertanyaan. Nanti setelah kita lihat pertimbangan berikutnya?" kata Cirus.
Menurut Cirus, dirinya yakin SMS teror itu dikirim Antasari berdasarkan keterangan tiga saksi. SMS yang kurang lebih berbunyi "Maaf mas masalah ini yang tahu kita berdua. Kalau sampai terblow up tahu sendiri konsekuensinya" itu ditunjukkan Nasrudin kepada saksi usai bermain golf di Pondok Indah.
"Ahli juga sudah menerangkan, Ruby Alamsyah, apabila SMS masuk itu meskipun dihapus di dalam HP atau provider itu jangka waktunya ada. Paling lama 1 bulan. Nah, bisa juga dari memory card dikloning manakala tidak tertindas, tertimpa. Kalau tertimpa tidak bisa dikloning, direcovery," tandasnya.
(irw/lrn)
GRATIS kaos cantik dan voucher pulsa! ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).