Dradjad Dukung Imbauan Pansus agar Boediono-Sri Mulyani Nonaktif
Jumat, 18/12/2009 14:47 WIB
Yogyakarta -
Ekonom yang juga mantan anggota DPR dari PAN Dradjad Wibowo mendukung keputusan Pansus Century yang mengimbau agar Boediono dan Sri Mulyani nonaktif terlebih dulu dari jabatannya. Dia meminta Boediono dan Sri Mulyani legowo dalam menyikapi kasus Century.
"Kalau melihat substansi masalah dari hasil audit BPK, posisi Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani sudah sangat jelas," kata Dradjad di sela-sela deklarasi sebagai ketua umum PAN 2010-2015 di Aula Monumen Jogja Kembali (Monjali), Yogyakarta, Jumat (18/12/2009).
Menurut dia, dari hasil audit BPK, sudah terlihat tidak adanya koordinasi. "Artinya, seseorang yang belum dilantik, belum disahkan, tapi sudah memerintahkan mengeluarkan uang Rp 6,7 triliun. Dari situ sebenarnya sudah sangat jelas masalahnya," tegas dia.
Dia kemudian membandingkan kasus Century dengan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang menggunakan uang lembaga bukan lembaga negara yang kemudian uang itu dinikmati segelintir orang. "Uangnya hanya Rp 100 miliar. Kalau ini 67 kali lipat," ungkap dia.
Dia menegaskan, hasil audit BPK sebenarnya sudah bisa mendelegitimasi Boediono dan Sri Mulyani. "Saya hanya bisa mengimbau untuk legawa dan bersikap ksatria untuk mundur karena telah melakukan kesalahan. Dan kesalahan ini harus dibayar dengan non aktif," kata dia.
Dradjad menambahkan dalam kasus Century, saat ini tinggal masalah penegakan hukum. "Polisi, jaksa, dan KPK tinggal menindaklanjuti saja," kata dia.
(bgs/asy)
"Kalau melihat substansi masalah dari hasil audit BPK, posisi Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani sudah sangat jelas," kata Dradjad di sela-sela deklarasi sebagai ketua umum PAN 2010-2015 di Aula Monumen Jogja Kembali (Monjali), Yogyakarta, Jumat (18/12/2009).
Menurut dia, dari hasil audit BPK, sudah terlihat tidak adanya koordinasi. "Artinya, seseorang yang belum dilantik, belum disahkan, tapi sudah memerintahkan mengeluarkan uang Rp 6,7 triliun. Dari situ sebenarnya sudah sangat jelas masalahnya," tegas dia.
Dia kemudian membandingkan kasus Century dengan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah yang menggunakan uang lembaga bukan lembaga negara yang kemudian uang itu dinikmati segelintir orang. "Uangnya hanya Rp 100 miliar. Kalau ini 67 kali lipat," ungkap dia.
Dia menegaskan, hasil audit BPK sebenarnya sudah bisa mendelegitimasi Boediono dan Sri Mulyani. "Saya hanya bisa mengimbau untuk legawa dan bersikap ksatria untuk mundur karena telah melakukan kesalahan. Dan kesalahan ini harus dibayar dengan non aktif," kata dia.
Dradjad menambahkan dalam kasus Century, saat ini tinggal masalah penegakan hukum. "Polisi, jaksa, dan KPK tinggal menindaklanjuti saja," kata dia.
(bgs/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
431 Komentar
-
373 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

