
Pansus Angket Century
Surat Imbauan Nonaktif Lolos, Demokrat Akui Lobi Lemah
Jumat, 18/12/2009 19:08 WIB
Jakarta -
Partai Demokrat mengaku sebenarnya tidak ingin ada penonaktifan pejabat yang akan dimintai keterangan oleh Pansus Bank Century. Namun akhirnya rapat pansus mengeluarkan surat imbauan agar pejabat yang diperiksa mengundurkan diri secara sukarela jika pemeriksaan pansus mengganggu kinerja mereka.
Benarkah hal ini bisa terjadi karena lobi demokrat dengan partai-partai lain lemah?
"Mungkin saja. Jika itu penilaian rekan-rekan jurnalis, kami terima. Sebab penilaian di luar bisa jadi lebih objektif," ujar Anggota Pansus Bank Century asal Partai Demokrat, Gondo Radityo Gambiro dalam jumpa pers di RM Pulau Dua, Taman Ria Senayan, Jakarta, Sabtu (18/12/2009).
Namun Dudi, panggilan akrabnya, membantah jika disetujuinya surat imbauan tersebut adalah kekalahan bagi Partai Demokrat. Dirinya mengaku saat itu mayoritas anggota pansus memang menginginkan keluarnya surat rekomendasi penonaktifan, namun akhirnya disepakati yang disetujui adalah surat imbauan.
"Ini win-win solution untuk semua," jelas salah satu Ketua DPP Partai Demokrat ini.
Dudi mempertanyakan mengapa suara penonaktifan Sri Mulyani dan Boediono terdengar paling kencang. Padahal dalam laporan BPK, masih banyak pejabat BI lainnya yang diduga terlibat.
"Kami tidak ingin melindungi siapa-siapa. Silakan agar semua pejabat yang diduga terlibat dimintai keterangan," pungkasnya.
(rdf/mad)
Benarkah hal ini bisa terjadi karena lobi demokrat dengan partai-partai lain lemah?
"Mungkin saja. Jika itu penilaian rekan-rekan jurnalis, kami terima. Sebab penilaian di luar bisa jadi lebih objektif," ujar Anggota Pansus Bank Century asal Partai Demokrat, Gondo Radityo Gambiro dalam jumpa pers di RM Pulau Dua, Taman Ria Senayan, Jakarta, Sabtu (18/12/2009).
Namun Dudi, panggilan akrabnya, membantah jika disetujuinya surat imbauan tersebut adalah kekalahan bagi Partai Demokrat. Dirinya mengaku saat itu mayoritas anggota pansus memang menginginkan keluarnya surat rekomendasi penonaktifan, namun akhirnya disepakati yang disetujui adalah surat imbauan.
"Ini win-win solution untuk semua," jelas salah satu Ketua DPP Partai Demokrat ini.
Dudi mempertanyakan mengapa suara penonaktifan Sri Mulyani dan Boediono terdengar paling kencang. Padahal dalam laporan BPK, masih banyak pejabat BI lainnya yang diduga terlibat.
"Kami tidak ingin melindungi siapa-siapa. Silakan agar semua pejabat yang diduga terlibat dimintai keterangan," pungkasnya.
(rdf/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 21:59 WIB
Soal Penuntasan Kasus Munir, SBY Serahkan ke MA
-
Senin, 13/02/2012 21:45 WIB
SBY: Pemerintah Dukung Proses Hukum Century, Tak Bawa ke Politik
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 21:31 WIB
Priyo: Pemerintah dan DPR Jangan Diberi Akses ke Lapas
-
Senin, 13/02/2012 21:23 WIB
Cegah Unjuk Rasa Anarkis, SBY Dorong Pemda Lebih Responsif
-
Senin, 13/02/2012 20:47 WIB
Keluarga Nasrudin: Hanya Mukjizat yang Bisa Bebaskan Antasari
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 20:26 WIB
Nazaruddin Dipecat Setelah SBY Marah
-
Senin, 13/02/2012 19:26 WIB
Penghina Nabi Muhammad Terancam Dipancung Atas Penghujatan Agama
-
619 Komentar
-
520 Komentar
-
438 Komentar
-
388 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 598.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

